• Home
  • Opini
  • Kapal Tenggelam, Tanggung Jawab Siapa?
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 20 Juni 2018 07:47:00

Kapal Tenggelam, Tanggung Jawab Siapa?

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Swangro Lumban batu ST MSi
Pelitabatak.com -
Kapal KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada pukul 17.30 WIB. "Kapal KM. Sinar Bangun karam di perairan Danau Toba Prapat diduga akibat cuaca buruk," katanya, Senin (18/6/2018). Dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Tigaras Parapat, Kabupaten Simalungun.

Dari data dari komando daerah militer I/BB sebanyak 185 korban baik nahkoda dan penumpang. 18 orang dengan selamat, 1 meninggal dan 166 yang hilang. Pemerintah pusat harus langkah cepat menangani kejadian ini. Apalagi terkhusus kepada pemerintah daerah kabupaten samosir dan simalungun harus singkron dan saling kerja sama.
Dalam keberangkatan penumpang di dalam kapal harus betul-betul pengawasan ketat. Bahkan pemerintah daerah harus tahu berapa kapasitas kapal dan ukuran kapal. Jangan sampai melebihi kapasitas, mengapa pengelola/syahbandar menginzinkan hal ini. Sangat aneh rasanya kalau pemerintah daerah tidak peka dengan tamu dan rakyatnya. 

Penyebab kejadian ini sangat kompleks dan menunjukkan sangat bobroknya sistem pengaturan, pengendalian, dan pengawasan pelayaran kita, khususnya terkait pengawasan kelaiklautan kapal, manajemen keamanan dan keselamatan pelayaran, serta sistem telekomunikasi pelayaran (UU no 17 tahun 2018 tentang Pelayaran).

Melihat peristiwa memilukan seperti ini dapat terjadi di Danau Toba yang sedang digaungkan kembali sebagai objek wisata prioritas berskala internasional, maka bisa dibayangkan bagaimana kondisi sistem pelayaran kita di daerah lainnya di seluruh Indonesia. Pemerintah provinsi sumut harus betul-betul siap untuk destinasi pariwisata,  terkhusus dalam angkutan darat, udara dan danau/laut. 

Undang-Undang no.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran menyatakan bahwa pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim. Sedangkan keselamatan dan keamanan pelayaran adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan, kepelabuhanan, dan lingkungan maritim.

Sangat disayangkan, harus ada korban, baru kita diingatkan tentang bobroknya sistem pelayaran kita. Padahal Presiden RI Ir. Joko Widodo sangat memiliki visi yang besar untuk memperbaiki bangsa dan negara ini, sayangnya tidak didukung pejabat di bawahnya yang serius dan berani membenahi sistem dilapangan yang langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat langsung. Harus ada yang diganti. Harus ada perombakan besar-besaran. Jika tidak, lantas siapa yang bertanggung jawab atas kasus kecelakaan kapal itu? Siapa yang bertanggung jawab jika terus menerus pembiaran merajalela.

Berdasarkan UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, selain nakhoda dan pemilik kapal yang harus bertanggungjawab bahkan bisa dikenakan pidana karena kejadian yang menimbulkan korban jiwa ini, ada beberapa pihak lain yang juga harus bertanggungjawab. Undang-Undang Pelayaran, yang bertanggungjawab ini mulai dari level paling teknis hingga paling tinggi : Nahkoda, Pemilik Kapal, Syahbandar, Bupati, Gubernur, Tim SAR (Basarnas), bahkan Menteri Perhubungan republik indonesia. Belum lagi kita bahas soal Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor  39 Tahun 2017 Tentang Pendaftaran dan Kebangsaan kapal. Semua stakeholder harus memahami uu tersebut,  biar tidak asal-asal menjabat dan bekerja. 

Persoalan tanggungjawab ini juga harus sinkronisasi dan runut, tidak boleh ada yang satu tidak mengetahui dengan yang lain.

Kami dari Keluarga Besar GMKI sangat Turut berdukacita atas kejadian ini, semoga Tuhan Allah menguatkan keluarga yang ditinggal 


Salam, 
Swangro Lumbanbatu, ST, MSi
Korwil I GMKI SUMUT-NAD
  BeritaTerkait
  • Speed Boad Terbalik di Nias, Parlindungan Purba : Pemerintah Harus Utamakan Keselamatan Pelayaran

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Sebuah kapal cepat (speed boad) dengan lima orang penumpang dinyatakan tenggelam di perairan Kabupaten Nias Selatan tepatnya Kecamatan Pulau Tello, Sabtu (14/7/2018). Diduga angin

  • Usaha Mencegah Kecelakaan Pelayaran di Danau Toba

    2 bulan lalu

    SUKAMISKIN,  BANDUNG - Sudah satu bulan kecelakaan Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba dan masih menjadi polemik,  siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.Apakah

  • Spontanitas Bunga dan Lillin Penuh Makna Untuk Ahok

    tahun lalu

    Berawal  dengan karangan bunga yang penuh dengan cinta dan kasih, kemudian muncul gerakan seribu lilin untuk Ahok sebagai ungkapan yang penuh dengan cinta dan kasih atas apa yang dialami oleh

  • K-Link Untuk Masyarakat Indonesia: Satu Rumah, Beragam Solusi

    2 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Awal tahun 2016, website Creative Trader melansir sebuah artikel yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia pada tahun tersebut tidak mengalami pertumbuhan yang diharapkan. H

  • Rahasia Hati dan Sebiji Kacang Ijo Dari Elia Massa Manik ( Anak Kos Cisitu, Bandung, TL 83)

    2 tahun lalu

    ELIA Massa Manik berhasil melalui masa-masa sulit dan mampu menyelamatkan "kapal" PT Elnusa Tbk yang hampir tenggelam. Ia memimpin Elnusa ketika kasus pembobolan dana perusahaan Rp 111 mi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb