KSP Makmur Mandiri
Selasa, 01 Mei 2018 19:21:00

JTP, Memang"GILA"

BAGIKAN:
Jeje Tobing
JTP bersama istri
Oleh: JJ. Tobing, SE

Pada saat acara "Syukuran & borhat borhat" di Desa Simatupang, Muara, beberapa waktu yang lalu;  Ibu Neny Purba atau Nyonya JTP didaulat memberi kata sambutan, dimana sebagian isinya saya kutip:

"Sejujurnya, sebagai Isteri saya lebih senang jika suami saya tetap berkarier di ke-Polisi-an  dan Gajinya pun lebih dari cukup untuk kebutuhan keluarga kami. Lagipula, banyak tawaran menjanjikan, dalam penugasannya di daerah atau tempat yang lebih strategis dan 'basah', tetapi...." saat itu Ibu Neny seperti tersendat meneruskan kalimatnya dan seketika, untuk sesaat suasana menjadi hening.

Hadirin pun terdiam membisu, nampak Ibu Neny berusaha tegar dan menahan air matanya,  sementara beberapa orang Ibu yang hadir pada acara itu, turut larut dalam suasana dan tak kuasa meneteskan air mata.

"Suara saya sebagai Istri dan suara anak-anak yang melarangnya untuk mencalonkan Bupati Taput, tidak lagi didengar: Suami saya lebih mendengar jeritan dan suara sendu dari warga Taput khususnya warga yang berada di pedalaman Taput, yang daerahnya masih sulit dijangkau. Panggilan untuk berkarya di Bona Pasogitnya semakin menggema, apalagi setelah suami saya jadi Kapolres,  suami saya semakin mengenal kondisi dan situasi real yang terjadi di Taput. Hatinya mungkin miris dan ingin memperbaikinya. 

"Memang nga rittik be haroa Amanta on" sebut Ibu Neny dengan bahasa Batak yang agak kaku bernada getir tetapi bermaksud bercanda.
Maka tawa dan sorak hadirin pun, spontan meledak membahana.

"Apapun keputusan Suami saya, harus saya mendukungnya  meski teramat berat. Saya percaya, panggilannya untuk memperbaiki Bona Pasogitnya akan dilaksanakannya dengan baik. Dan Beliau telah mengorbankan Kariernya di Institusi Kepolisian meski masih tersisa masa dinas 16 tahun lagi. Jabatan itu harus beliau lepas demi cintanya kepada Huta Hatubuan nya. Dan hanya dengan cara itulah beliau dapat menunjukkan karya yang lebih nyata demi kemajuan di Taput. Menjadi Bupati bukanlah pilihan utamanya karena prioritasnya adalah untuk membangun Taput supaya lebih baik. Jika kelak terpilih menjadi Bupati, tentu beliau akan memiliki otoritas dalam membuat kebijakan terkait pembangunan di Taput dan akan lebih leluasa mengelola anggaran pembangunan sesuai skala prioritas" tutup Ibu Neny dan langsung disambut hadirin dengan tepuk tangan menggelegar dibarengi dengan teriakan Yel-yel dan sorak sorai.


Kegilaan seorang JTP,  bagi sebagian orang, bisa jadi karena beliau berani meninggalkan Jabatan pada Institusi Kepolisian dengan jabatan terakhir sebagai Kapolres Tapanuli Utara. Tetapi ada juga pihak yang menafsirkan atau menuding JTP dengan tuduhan gila jabatan.

Benarkah demikian?
Tergantung dari sudut mana kita menilai atau pake kaca mata apa kita melihatnya.

Sebagai Jurnalist, dimana dalam dua bulan terakhir sering mendampingi beliau ke pelosok Taput; ke'gila'an seorang JTP adalah karena beliau memang amat cerdas bahkan bisa disebut brilian, cekatan, proaktif dan edukatif. Dan yang lebih penting, beliau memiliki rasa empaty dan hasrat yang sangat besar agar Taput kedepan dapat mengejar ketertinggalannya. 

Bayangkan, pada Usia 43 thn sudah meraih gelar tertinggi dalam jenjang pendidikan yaitu Doktor dan sudah pernah menjabat Kapolres.

Ya, JTP memang "gila"

PROFIL CALON BUPATI TAPUT

DR. Jonius Taripar P. Hutabarat S.Si. M.Si
Pangkat : Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
Jabatan : Pamen Polda Sumatra Utara
Tempat & Lahir : Tarutung, 26 Februari 1975
Nama istri : Neny Angelina Purba, S.Si, M.Pd

ANAK:
1. Devan Efraim Hutabarat
2. Praisa Joveny Hutabarat
3. Deo Manasye Hutabarat

Orang Tua : Gr. J. Hutabarat (Alm)/ Br. Hutagalung
Mertua : S. Purba (Alm) Br. Sianturi

Pendidikan : 
-SDN Binjai (1988)
-SMP Negeri 1 Sipoholon (1991)
-SMA Negeri 1 Binjai (1994)

Perkuliahan :
-S1 Jurusan Kimia Universitas Sumatera Utara (1999)
-S2 (Magister) Jurusan Kimia Universitas Sumatera Utara (2010)
-S3 (Doktor) Jurusan Kimia Universitas Sumatera Utara (2017)

Pengalaman Kerja :

-Awal karier di Kepolisian sebagai Pamapta di Poltabes Medan (2000).
-Sejak 2001 bertugas di Lab Forensik Hingga 2017 dengan berbagai jabatan mulai dari Perwira Unit Narkoba, Kepala Unit Kebakaran, Kasubdit Fisika Komputer Forensik. 
-Semasa tugas di labfor, banyak menimba ilmu melalui pelatihan mengenai bahaya narkoba, dan/ training di dalam maupun di luar negeri, di antaranya Malaysia, Bangkok, Kanada.

Pengalaman Organisasi :

Semasa mahasiswa di USU dipercaya menjadi Ketua Organisasi Ikatan Mahasiswa Kimia, Ketua BPM F-MIPA USU, Ketua Himpunan Pasca Sarjana Kimia USU, dan turut menjadi Pengurus Ikatan Alumni Kimia USU.

Bidang Olah Raga:

-Manager Kesebelasan PSMS U-21
-Ketua Kushinryu Karatedo Indonesia (KKI) Sumatera Utara
-Wakil Ketua PSSI Kota Medan

Bidang Sosial :

-Ketua Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP Resort Medan Sunggal
-Panitia Peringatan 150 Tahun HKBP Wil. Sumatera Timur
-Panitia Perayaan HUT 50 Tahun PGI Sumatera Utara
-Panitia Pusat Tahun Keluarga HKBP Tahun 2016
-Anggota Badan Usaha HKBP
-Aktif dalam bidang kemanusiaan bergabung dengan Yayasan Surya
Kebenaran Indonesia
- Bendahara Pengurus Si Raja Nabarat- Medan
-Pengurus Punguan Purba Pakpak
-Ketua Generasi Muda PGM Sumatera Utara
-Pengurus Yayasan PGM
-Dewan Pengarah PGM Kota Medan
-Pembina Yayasan Dewi Maya Medan
  BeritaTerkait
  • Marandus Sirait : Hutan Kemasyarakatan Memerlukan Kerjasama

    2 tahun lalu

    Keberhasilan pengelolaan hutan kemasyarakatan memerlukan kerjasama dengan barbagai pihak sehingga tujuan akhirnya berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa dicapai.

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  • Budi Waseso Lantik Gubernur Sumut Sebagai Pembina Satgas P4GN Sumut

    2 tahun lalu

    Deliserdang (Pelita Batak) :Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) menegaskan jangan ragu untuk melakukan tembak mati kepada bandar narkoba. Siapapun terlibat penyalahgunaan narkoba harus ditindak tegas.

  • Segera Diterbitkan Novel 'SENJA DI TAPANULI' karya Azari Tumanggor

    tahun lalu

    SEBUAH Novel yang diperuntukkan bagi semua yang bisa membaca, memahami, memaparkan dan mengimplementasikan bagi mereka yang mempunyai kecintaan terhadap kemanusiaan terlebih kepada orang-orang muda ya

  • Wagub Nurhajizah Marpaung: Remaja Harus Jadi Pelopor Gerakan Memakmurkan Masjid

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Gubernur Sumut Brigjen TNI Purn Dr Nurhajizah Marpaung SH MH mengharapkan para pemuda dan remaja menjadi pelopor menggerakan masyarakat ke Masjid. Hal ini dikatakan Wagub

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb