• Home
  • Opini
  • Cawapres Jokowi Sebaiknya Bukan dari Partai Politik
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 17 Maret 2018 18:54:00

Cawapres Jokowi Sebaiknya Bukan dari Partai Politik

BAGIKAN:
Ist
Djalan Sihombing SH
Oleh: Djalan Sihombing

Menilik perkembangan dukungan parpol untuk mengusulkan atau mengusung Jokowi presiden di pilpres 2019 sudah semakin jelas kelihatan. Beberapa partai sudah dengan jelas memberi dukungan dan mendeklarasikan.

Pertarungan elit parpol, akan semakin sengit, untuk menjagokan siapa pasangan atau cawapres yang mendampingi Jokowi. Tentu parpol pengusung atau pendukung akan mengusulkan nama-nama cawapres. Tetapi sangat rentan dengan kepentingan masing-masing parpol pengusung. 

Parpol akan berusaha semaksimal mungkin agar cawapres dari partainya. Lobby-lobby politik akan intens mendekati pencalonan pasangan capres dan cawapres.

Jokowi pun akan berhitung secara matematik, matang dan hitungan politik, siapa yang menjadi pasangannya. Tidak lepas dari kepentingan untuk memenangkan dan melanjutkan visi dan misi Jokowi ke depan. Berarti harus mencari orang yang sejalan dengan Jokowi membangun bangsa dan negara ini. 

Bila cawapresnya dari parpol A, misalnya, kemungkinan parpol B atau C tidak setuju. Kekuatan tarik-menarik dan lobby politik akan  tinggi dalam pertarungan pengusulan cawapres. PKB, misalnya telah berkeinginan untuk mengusulkan Muhaimin Iskandar menjadi cawapres Jokowi. Partai pendukung lainnya pun masing-masing akan mengusulkan cawapresnya dalam waktu dekat.

Cawapres yang paling aman buat Jokowi saat ini,  bukan dari parpol, biar tidak ada tarik-menarik antara parpol pengusung/pendukung. Banyak calon-calon yang kompeten, negarawan, nasionalis dan telah teruji, dimana jejak rekamnya sangat luar bisa kepada bangsa ini. 

Untuk pilpres tahun 2018 bisa saja dari pensiunan TNI,  kalangan NU atau Muhammadyah. Misalnya, dari kalangan NU ada Prof. Dr. Mahfud MD dan Prof. Dr. KH.  Said Aqil Siroj, M.A. atau Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dari kalangan TNI.(Penulis Sekjen FBBI, Pemimpin Umum Pelita Batak)
  BeritaTerkait
  • MAHFUD MD SOSOK IDEAL MENJADI CAWAPRES JOKOWI

    2 bulan lalu

    Prof. Dr. Mahfud MD, SH, MSU adalah pribadi yang tangguh, kompeten, tegas, nasionalis, religius,  dan selalu konsisten dengan apa yang dikatakan dan diperbuatnya. Punya kemampuan intelektualitas

  • Pembumian Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta Penguatan NKRI dan UUD 1945

    2 tahun lalu

    Indonesia Raya selalu berdiri kuat dan semakin bergerak kokoh dari dahulu, kini, dan seterusnya karena memiliki ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, yang mengakui, melindungi, memfasilit

  • Negara Hukum Demokratis Konstitusional : Lembaga Negara Dan Kepemimpinan Negara

    tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli (Mantan Anggota Komisi Politik Dan Komisi Hukum DPR-RI)Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) : UUD 1945 secara konstitusional telah meletakkan dengan tegas dan

  • Lampu Nyala, Semprong Panas

    satu bulan lalu

    Oleh Bachtiar SitanggangDI pengujung tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an di kala remaja atau anak baru gede (ABG) gandrung sastra dengan pantun dan pepatah, dalam menghadapi kritikan ada ungkapan sin

  • Mungkinkah Menistakan Agama?

    2 tahun lalu

    Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb