• Home
  • Opini
  • Betapa Perlunya Ketertiban dan Keamanan Guna Pembangunan di Bonapasogit
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 19 Mei 2018 07:00:00

Betapa Perlunya Ketertiban dan Keamanan Guna Pembangunan di Bonapasogit

BAGIKAN:
Ist
Ronsen LM Pasaribu
Oleh: Ronsen LM Pasaribu, Ketua Umum FBBI.

Suasana di Surabaya dan Sidoarjo. Pasca Bom oleh teroris di Gereja dan Rusunawa , Sukodono, serta di Polwiltabes Surabaya disusul lagi di Mapolda Riau, memantik perhatian seluruh rakyat Indonesia. Korban berguguran dipihak Polisi dan rakyat, menyisakan kesusahan bagi keluarga. Khawatir dan ketakutan itulah yang menjadi sasaran antara para teroris, namun rakyat akhirnya berfikir bagaimana suasana khawatir dan ketakutan dapat segera diakhiri  di tengah upaya pembangunan yang sedang giat-giatnya disegala bidang. 

Seakan ada dua arah yang berbeda, Pemerintah menggiring semua potensi kearah bagaimana mencapai kesejahtraan agar umur panjang dan berbahagia. Sementara, teroris menggiring faham sebaliknya, bicara kematian dan kematian untuk mencari kebahagiaan di Surga. 

 Arus pemikiran ini, membuat masyarakat kritis dan mengatakan melalui tagar #Kami tidak takut#. Sebuah kalimat pendek yang menyatakan ketidak diamannya, sebab dalam situasi tidak menentu itu rakyat tidak diam. Disamping waspada atas keamanan diri sendiri dan keluarga, juga pemerintah harus mengambil langkah strategis untuk ambil langkah tegas, cepat, antisipatif dan tentu dengaan koridor hukum.  

Masyarakat melalui ormas sosial, politik dan budaya, mempertegas tagar kami tidak takut, berarti berani menghadapi siapa saja yang mau menihilkan harapan hidup mereka. 

 Kembali ke koridor hukum menjadi penting untuk disahkan UU anti Terorisme guna mengantisipasi sel-sel yang sudah terbentuk, baik yang masih tidur, masih anggan angan/citacita dan yang sedang aktif.  Jika gerakan ini melebar di seluruh daerah maka mendesak kiranya disahkan peraturan setingkat Undang-Undang anti teror. 

Jika UU Teroris yang ada lebih pada posisi pemadam kebakaran, Polisi bisa bergerak kalau sudah nyata ada bukti tanpa bisa berbuat walau sudah mengetahuinya sebuah rencana aksi teror. Payung hukum untuk "anti teror" ini perlu, dengan catatan segala langkah kerja tentu harus terukur diatur oleh aturan pelaksanaannya nantinya. Maksudnya supaya di lapangan tidak ada bias, yang dengan mudah ditarik menjadi pelanggaran HAM. 

 Jika UU belum juga dipandang tidak menjawab persoalan kekinian, misalnya lambat atau tidak bisa menuntaskan gerakan teroris ke akar akarnya, maka Presiden bisa mensahkan Perpu UU Anti teroris sebagai maksimalisasi peran POLRI dalam hal preventif dan aksi pengamanan. Kemudian kedua, melaksanakan fungsi TNI sepanjang mengatur Ketertiban dan Keamanan Negara oleh teroris baik dari dalam dan luar negeri. Undang-Undang  No. 34/2004 tentang TNI Pasal 7 ayat 2 b 3 dan 10, Presiden diperbolehkan untuk melibatkan TNI untuk (3) mengatasi aksi terorisme dan (10) membantu Kepolisian RI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur oleh undang-undang. Bilamana ada yang mengkhawatirkan atas pelaksanaan UU itu, ya perlu dibuat Perpres khusus agar semua mengikat, sebagai landasan hukum bagi pemerintah dan diketahui oleh rakyat.

 Dengan langkah itu, maka pembangunan yang sedang giat-giatnya di daerah-daerah seperti di Bonapasogit tetap terjaga kesinambungannya tanpa ada kekhawatiran soal keamanan bangsa dan negara. Jika ada rasa nyaman maka petani tenang bekerja, proses produksi mulai dari membuka lahan, pembibitan, menanaman, perawatan, pemupukan, pemeliharaan akan hama yang mengancam, panen dan konsumsi serta pemasarannya. Semua tahapan ini bisa dilaksanakan dengan tenang. Begitu juga jika ada upaya pengembangan usaha selain pertanian, petani kita bisa mengembangkan usahanya tanpa ragu, tanpa takut dan dengan begitu ekonominya juga akan stabil. Agregatnya, ekonomi Nasional juga akan tenang terkendali. Tidak ada spekulasi dan kekhawatiran bagi rakyat Indonesia disegala bidang.

 Penting disampaikan di sini, bahwa dalam proses produksi, ada faktor internal dan eksternal yang menentukan kinerjanya. Faktor internal adalah faktor produksi yang secara langsung berhubungan dengan ciclus atau daur hidup suatu item produk. Katakan tenaga kerja, lahan, saprodi (sarana produksi), bunga pinjaman, tehnologi dan laba tak dibagi. Sedangkan faktor eksternal, adalah sosial politik dan keamanan negara, serta ekonomi global seperti turun naiknya saham, inflasi dan kurs mata uang luar negeri terutama dollar Amerika.  Semua ini talitemali, dan untuk penguatan  bisnis ini diperlukan kematangan para CEO/pengusaha/petani untuk mengendalikan semua strategi dan taktik usahanya untuk bisa memenangkan gelombang pengaruh di atas. Pilihan strategi, menurun (lari,colaps), bertahan atau meningkat sangat ditentukan kondisi masing-masing pada aras lingkungan yang dihadapi. 

 Dipundak siapa langkah preventif ini? di ranah Pemerintah sebagai mandatoris suara rakyat sudah pasti. Tetapi, peran rakyat juga diperlukan oleh Pemerintah, kaitannya dengan informasi ancaman yang potensial ada disekitar kita. Ingat betapa luasnya wilayah kita, tak seimbangnya petugas dengan rakyat.  Disinilah tagar #kami tidak takut, dan Lapor segala keganjilan disekitar kita ke aparat yang berwenang agar sebelum segalanya terjadi bisa diantisipasi oleh aparat untuk menjadikan semuanya tertib (Ketertiban) dan aman(keamanan) sebagai faktor eksternal dalam usaha petani di Bonapasogit khususnya, di manapun pada umumnya, dapat berusaha dengan tenang dan berkesinambungan, tanpa takut.

 #kami tidak takut.
Jakarta, 18 Mei 2018(*)
  BeritaTerkait
  • Bupati Dosmar Lantik Anggota Unit Pemberantasan Pungli Kabupaten Humbang Hasundutan

    2 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor melantik anggota unit pemberantasan pungutan liar untuk wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan. Pembentukan unit pemberantasan

  • Senandung Rindu Bonapasogit, Sebuah Catatan Kecil

    2 tahun lalu

    Rustika, salah seorang panitia selalu membimbing seluruh panitia untuk berdoa, baik memulai rapat siang itu menyerahkan pada Tuhan agar rencana berjalan lancar, begitu para undangan boleh hadir den

  • Pengibaran Bendera OPM di KJRI Melbourne, Jokowi Sebut Sebagai Kriminal Murni

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa kasus pengibaran bendara Organisasi Papua Merdeka (OPM

  • Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) Merilis Kegiatan Sepanjang Tahun 2016

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Detik-detik pergantian waktu, Tahun 2016 tinggal hitungan hari, sebagai organisasi kemasyarakatan Orang Batak, Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) merilis kegiatan-kegiatan y

  • Semoga Bekerja dengan Baik, 1.500 Roda Dua untuk Babinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan bantuan 1.500 kendaraan roda dua untuk babinkamtibmas, babinsa, kepala desa/lurah plus tokoh masyarakat pada tahun angga

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb