KSP Makmur Mandiri
Jumat, 10 Agustus 2018 08:53:00

Catatan Pagi

Apa Masih Kecewa dengan Mas Uno?

BAGIKAN:
Ist
Timboel Siregar
Oleh: Timboel Siregar

Akhirnya drama pencalonan capres dan cawapres berakhir sudah. Nama capres dan cawapres dari kedua pihak sudah diumumkan.

Dari kubu Petahana, sikap baik dari Mahfud MD menjadi pelajaran bagus bagi politisi lainnya. Pak Mahfud tidak kecewa walaupun sudah diminta CV dan mengukur baju untuk mendaftar di KPU. Sikap mementingkan bangsa dan negara dilontarkan Pak Mahfud utk merespon pilihan Pak Jokowi tsb. Malah Pak Mahfud dgn sikap positifnya bilang tanpa Mahfud pun Pak Jokowi memenangi pilpres ini. Memang baik sikap Pak Mahfud. Semoga, bila Pak Jokowi menang, Pak Mahfud masuk kabinetnya.

Di kubu Prabowo, kekecewaan ada. Sangat beda dengan sikap Pak Mahfud, pihak Demokrat sangat kecewa krn merasa dikhianati. Sebutan Jenderal Kardus terlontar utk mengartikan Prabowo nggak mikir dan hanya mentingin uang.

PKS dan PAN yg awalnya terus ngotot mencalonkan kadernya, ternyata tidak kecewa dgn kehadiran Mas Uno mendampingi Prabowo. Rekomendasi Itjimah Ulama teranulir, pun kedua parpol tsb tidak kecewa juga. Capres dan cawapres yang berasal dari satu partai menjadi hal yang sangat tidak biasa, mengingat koalisi yg dibangun terdiri dari beberapa partai yg juga ikut menentukan presiden treshold. Faktanya Gerindra tidak bisa maju sendiri di pilpres saat ini, butuh PAN dan PKS utk mencapai minimal 20 persen. 

Drama di kubu Prabowo mementahkan analisis politik dari para pengamat politik yg biasa kita tonton di TV-TV. Memang agak membingungkan bila melihat semangat awal PAN dan PKS, yang akhirnya dengan mudah menerima Mas Uno. Karena kecewa, Andi Arief mensinyalir suntikan dana dari Uno utk ketiga parpol tsb menjadi penyebab utama pilihan jatuh ke Mas Uno. Ya, sikap paragmatis ttg dana memang ada benarnya juga. Bukankah uang sangat diperlukan untuk kampanye dan operasional lainnya di pilpres dan pileg nanti.

Bagi kalangan SP/SB yg pernah sangat kecewa dengan Anis - Uno ketika mereka memutuskan kenaikan UMP DKI berdasarkan pasal 44 PP no.78/2015, saat ini juga lagi ditunggu sikapnya. Apakah kecewa dengan pilihan Prabowo tersebur karena pernah merasa dikhianati Mas Uno, atau memang sudah melupakan kekecewaan tersebut karena masih berharap duduk di Garot Subroto?

Ya dalam politik seharusnya tidak ada sikap kecewa. Dalam hitungan satu menit pun, dalam politik, segala sesuatu bisa berubah. Demi tujuan kekuasaan harusnya kekecewaan tidak perlu ada, biarlah sikap hidup fleksibel berdasarkan kepentingan menjadi hal yang utama. Sudah lupakanlah ideologi yg sering anda sebut-sebut itu.(**)
  BeritaTerkait
  • Hak 'Ora' Sebagai Budaya Tidak Menjual Tanah Bagi Orang Batak

    2 tahun lalu

    Tidak menjual tanah bagi orang Batak sudah sering penulis suarakan, dengan melihat tidak adanya istilah jual beli tanah di tengah orang batak itu sendiri.  Setelah diteliti didalam peraturan p

  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Hina Presiden, Team Hukum N4J Laporkan pemilik akun @Ireneviena

    2 minggu lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Diduga menghina dan melecehkan Presiden Jokowidodo, Relawan Nusantara Untuk Jokowi (N4J) melaporkan pemilik akun @ireneviena ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar K

  • Ditetapkan Tersangka, Linda Bantah Jadi Perantara dan Bendahara Redi

    2 tahun lalu

    "Ibu RH dan Ramadhan Pohan memang saling mengenal. Kehadiran Ibu RH di Posko Paslon Redi, karena memandang Ramadhan Pohan sebagai calon Wali Kota Medan. Jadi tidak benar kalau saya disebut yang mengenalkan atau menjadi perantara mereka,"

  • Tahanan Tewas di Sel Polres Tobasa, Benni Kejar Keadilan Ke Medan

    2 tahun lalu

    Benni Pangaribuan abang kandung almarhum Andi Pangaribuan yang tewas akibat dianiaya dua oknum polisi di Sel tahanan Polres Tobasa November 2015 lalu datang ke Medan mencari keadilan, Sabtu (23/7/2016). "Saya datang dari Toba mencari keadilan atas ke

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb