• Home
  • Opini
  • Aktualisasi Harmoni Melalui Tekhnologi
KSP Makmur Mandiri
Senin, 01 Juli 2019 16:03:00

Aktualisasi Harmoni Melalui Tekhnologi

Oleh : Master P. Batubara
BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Master P Batubara
HARMONI sosial dapat dikatakan paduan keselarasan  dari perpaduan antara keyakinan dan tingkah laku menghormati serta menerima apa yang ada, sehingga mampu mensinergikan dan menyelaraskan segala macam perbedaan secara ikhlas dan menerima perbedaan itu serta bersedia untuk  merawat ke anekaragaman untuk menuju masyarakat yang harmonis dan rukun.

Manusia merupakan mahluk sosial dan bumi Indonesia merupakan bumi bagi keanekaragaman mahluk sosial. masyarakat kita di isi dengan komposisi keanekaragaman suku, budaya, bahasa dan agama sehingga kemudian dikenal dengan masyarakat multikultur, sering terjadi suatu konflik horizontal dimana motif timbulnya suatu konflik dikarenakan motif perbedaan suku, agama dan juga bahasa. Hal ini dikarenakan kita tidak mampu merawat keberagaman yang cukup mendalam.

Sesungguhnya menyoal tentang harmoni sosial adalah merupakan pembicaraan yang tidak boleh luput terhadap bagaimana proses terbentuknya negara ini. Sejak terbentuk sebagai negara  melalui jalur kemerdekaan setelah proklamasi, masyarakat telah menjalin keharmonisan untuk menuju Indonesia yang merdeka. Hal ini dilihat dari perjuangan pemuda dan keseriusanya untuk berjuang demi negara tanpa peduli atas suku apa dan agamanya apa tetapi orientasinya adalah bersama untuk merdeka.

Jika masih ada yang alergi terhadap harmoni maka hal yang mungkin saja luput  adalah, bahwa pada 28 oktober 1928 pemuda Indonesia telah bersumpah. Mereka bersumpah akan bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, dan juga menjungjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.  Dengan adanya suatu sumpah ini maka telah seharunya kita bukan membongkar ulang rumusan tersebut dengan jalan masih memiliki sikap "etnosentrisme" di era globalisasi ini.

 Jika di ibaratkan dengan bangunan maka kita sudah punya alat dan bahan dan bahkan pondasi sudah dibentuk, dan bangunan tersebut sudah utuh, tinggal bagaimana cara untuk merawatnya supaya tidak dirusak oleh internal maupun eksternal dari pengisi rumah itu sendiri, dimana rumah kita saat ini adalah Indonesia.

Faktor pembentuk harmoni  setidaknya dapat  digabungkan terhadap beberapa beberapa faktor. diantaranya adalah faktor agama, sosial budaya, ekonomi, politik  maupun sejarah. Jika faktor ini telah dapat dibuat menjadi suatu sinergi maka negara kita akan terhindari dari intoleransi dan kita akan semakin terintegrasi atas nama bangsa.
Saat ini seringkali keanekaragaman menjadi suatu potensi dalam masalah sosial di masyarakat. Sementara faktor pembentuk harmoni jika pelihara dengan baik maka akan sangat indah, karena yang kita miliki saat ini tidaklah dimiliki oleh bangsa asing di belahan bumi di dunia ini.

Mengapa permasalahan sering terjadi saat ini, jawabannya mungkin sangat sederhana yaitu  karena kia tidak ada pekerjaan sehingga ada waktu untuk memberi ruang pada provokasi, sehingga seandainya kita berada dalam suatu kegiatan yang bermanfaat dan mempunyai kesibukan hal tersebut tidak akan terjadi ke masyarakat penyebaran hoax dan merendahkan budaya serta kebiasaanmasayarakat lain tidak akan terjadi.

Tekhnologi saat ini menjadi ruang paling mudah digunakan untuk kebaikan dalam merawat harmoni sosial, dan juga senjata paling ampuh untuk merusak harmoni sosial di masyarakat dikarenakan tekhnologi terutama media sosial menjadi suatu yag sering di juluki sebagai  pedang bermata 2, jika penggunaannya  tidak tepat dalam penggunaannya.

Ada beberapa langkah taktis yang bisa menciptakan masyarakat saat ini menjadi harmonis, pemuda pada umumnya harus kembali mengingat sejarah pendiri bangsa ini, kemudian penggunaan tekhnologi media sosial untuk hal-hal positif dan bukan mencaci maki yang berbeda dari pribadi sendiri, kemudan jadilah manusia produktif, dan milikilah rasa memiliki akan bangsa ini. dengan hal tersebut kita akan bersinergi dan jauh dari intoleransi, dengan demikian tercipatalah restorasi yang di galang oleh anak pemuda masa kini.

Penggunaan tekhnologi tepat guna merupakan jalan menghindari konflik menuju masyarakat yang  harmoni. Tentunya tingkat literasi dari masyarakat juga suatu hal yang perlu untuk menambah wawasan sehingga tidak menganggap yang lain sebagai musuh melainkan sebagai mitra. Untuk itu maka pemuda menjadi garda untuk melakukan perubahan tersebut. (Penulis adalah staff di HAI Center)
  BeritaTerkait
  • DKI Jakarta : Rumah Kita Bersama

    3 tahun lalu

    PILKADA serentak tahun 2017 telah terselenggara secara langsung, demokratis, aman, selamat, dan sukses. Penyelenggaraan tahun 2017 ini melanjutkan kesuksesan dan semakin melengkapi keberhasila

  • Hebat ! Festival Budaya Batak di Kalbar Dihadiri Ribuan Orang

    3 tahun lalu

    Kalbar (Pelita Batak) : Merantau jauh dari kampung halaman, bukan berarti harus terlepas dari akar budaya dan kebersamaan dengan kerabat. Hal itu tampaknya yang ingin dibuktikan ribuan orang

  • Pembumian Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta Penguatan NKRI dan UUD 1945

    3 tahun lalu

    Indonesia Raya selalu berdiri kuat dan semakin bergerak kokoh dari dahulu, kini, dan seterusnya karena memiliki ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, yang mengakui, melindungi, memfasilit

  • Jokowi dan HKBP

    2 tahun lalu

    HARAPAN Jokowi agar HKBP menyuarakan semangat pluralisme di negara ini harus kita respon karena memang sudah menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa untuk mendorong kebhinnekaan sebagai anugerah

  • Membangun Pendidikan Dengan Etos Keguruan Profesional (Refleksi Hari Guru Nasional, 25 Nopember 2017)

    2 tahun lalu

    Oleh : Benyamin Nababan,S.Pd.,MMSepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia peran guru sangatlah nenentukan dan dapat dirasakan peserta didik (siswa) dan masyarakat dalam menanamkan semangat kecinta

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb