• Home
  • News
  • Warga Ramunia: Kami Sudah Lama Diintimidasi
KSP Makmur Mandiri
Senin, 16 April 2018 20:46:00

Warga Ramunia: Kami Sudah Lama Diintimidasi

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Pantai Labu (Pelita Batak):
Warga Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang menyampaikan penderitaan yang mereka rasakan di desa tersebut atas sengketa lahan selama ini. Melalui curahan hati mereka kepada Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut nomor urut dua Sihar Sitorus ini mereka berharap bisa dibantu.

Warga menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir mereka tidak henti-henti mendapat intimidasi dari sejumlah oknum. Mereka mengaku sejak sengketa lahan, intimidasi tersebut terus terjadi hingga membuat mereka semakin tertekan dalam memperjuangkan lahan mereka. 

"Kami sangat tertindas, kami tidak tahu harus berbuat apa-apa. Sebab kami hanya korban dari perampasan. Tanah itu milik kami dan sekarang dipagari dan kami tidak bisa keluar, kami harus memanjat," terang salah seorang ibu berhijab, bernama Samsiah (50), kepada Sihar saat mengunjungi mereka.

Samsiah mengatakan, bahwa mereka ada warga yang menolak perampasan tanah mereka. Sejak tiga tahun terakhir, listrik di rumah mereka sudah diputus akibat melawan. Yang lebih menyakitkan lagi, lahan mereka juga ditembok sehingga mereka merasa benar-benar terpenjara. "Kami bolak balik diintimidasi dan kami tidak tahu mau mengadu pada siapa. Kami berharap bapak memperhatikan nasib kami," jelasnya.

Warga lainnya, Iran (60), warga Dusun Ramunia, Desa Ramunia Kecamatan Pantai Labuhan Batu juga mengatakan hal yang sama. Secara singkat Iran menceritakan bahwa tanah itu adalah milik mereka. Dulu tanah itu dikuasai Belanda. Sejak Indonesia merdeka, mereka menguasai lahan itu. Dengan proses yang cukup panjang, pada tahun 1956 Menteri Agraria pada masa itu memberikan mereka kartu kepemilikan. Namun belakangan, banyak konflik yang terjadi dan ada oknum yang mengambil alih tanah tersebut. "Oknum dari petugas negara mengambil lahan itu, bahkan kami diintimidasi terus menerus. Kami tidak merampas tanah, tetapi kami mempertahankan tanah kami," katanya.

Sementara itu warga lainnya, Open Manurung juga menuturkan hal yang sama. Bahkan dalam salah satu pemberitaan media TV nasional, Open sempat dibentak-bentak karena demo mempertahankan tanah tersebut. Open mengatakan bahwa dia sangat tertekan atas tindakan tersebut. Alasannya pada waktu itu Medan harus bersih, karena presiden ingin berkunjung ke Medan. Waktu itu mereka tidak tahu harus mengadu kemana lagi. "Bahkan gubernur pada masa itu justru mengolok-olok kami dan mengatakan kami merampas tanah," katanya.

Setelah menerima curhatan mereka, Sihar Sitorus mengatakan bahwa banyak persoalan tanah di Sumut yang tidak selesai. Karena itu wakil Djarot Saiful Hidayat tersebut mengatakan bahwa pasangan mereka akan memprioritaskan penuntasan masalah tanah yang ada di Sumut. Karena hal tersebut mengakibatkan banyak korban. Yang pasti menurut calon yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, masyarakat harus sama-sama berjuang dalam menuntaskan persoalan yang ada saat ini. "Ini bukan hanya di Deliserdang, kita akan bergerak cepat menuntaskan persoalan yang terjadi saat ini apabila sudah terpilih nanti," katanya.(bcl comm)
  BeritaTerkait
  • Suara Mahasiswa Kristen Indonesia Untuk Perdamaian: Hati-hati Bahaya Laten Intoleransi

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Rabu 7 Desember 2016, merilis pernyataan menyikapi berbagai dinamika di Tanah Air. Berikut isi pernyataan sikap ya

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    2 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  • Warga Maluku di Sumut Jamu Peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara V

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Warga Sumut yang berasal (perantau) dari Maluku menjamu peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-V asal Maluku di Medan Club, Senin (20/3/2017). Warga Maluku yang ada d

  • Respons Permintaan Ephorus HKBP, Walikota Jambi Janji Segera Terbitkan IMB HKBP Aurduri Jambi

    tahun lalu

    Penulis: Pdt. Alter Pernando Siahaan, Sekretaris Khusus Ephorus HKBPWalikota Jambi bapak Syarif Fasha, ME mengatakan berjanji secepatnya menerbitkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Gereja HKBP Aurduri

  • Keluarga Pasien RSUD Pirngadi Ngadu Sambil Menangis

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Dihari pertama  kerja ditahun 2018, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung  melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb