• Home
  • News
  • Warga Lima Desa Minta Tanah Adat Mereka Dikembalikan PT TPL
Jumat, 16 September 2016 15:42:00

Warga Lima Desa Minta Tanah Adat Mereka Dikembalikan PT TPL

BAGIKAN:
Samosirgreen
Wakil ketua DPRD Humbahas, Marsono Simamora saat melakukan reses di daerah pemilihan satu (dapil satu) Kabupaten Humbahas.
Humbahas (Pelita Batak) :
Lima desa di Dolok Sanggul, Humbahas meminta tanah ulayat yang selama ini menjadi lahan konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL) agar dikembalikan kepada mereka.
 
Sebagaimana disampaikan perwakilan ke lima desa termasuk para kepala desa saat kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Humbahas, Marsono Simamora yang digelar di Desa Lumban Purba, Dolok Sanggul, Senin (5/9/2016). Hadir juga Kadis Pertanian Humbahas, Happy Silitonga dan para tokoh masyarakat.
 
Tak kurang dari seribu hektar lahan konsesi PT TPL ada di lima desa masing-masing Desa Aek Lung, Lumban Purba, Siopat Ama Sait Nihuta, Simarigung dan Batunajagar.
 
Kepala Des Aek Lung, Mangapul Simamora dan Kepala Desa Siopat Ama Sait Nihuta, Hantus Simamora dalam kesempatan itu mengatakan, luasan daerah konsesi untuk wilayah di desa masing-masing yakni sekitar 250-an hektar di Dusun Sitangkubak, Desa Aek Lung, 400-an hektar di Janji Telkom Siharbangan, Desa Siopat Ama Sait Nihuta dan seluas 350-an hektar di Adian Padang, Desa Lumban Purba.
 
Menurut warga di lima desa tadi, lahan konsesi yang diminta kembali ke masyarakat itu adalah tanah ulayat (adat) desa setempat.
 
"Usulan dari masing-masing warga sudah kita dengar. Kita seluruh warga punya harapan yang sama, berharap tanah ulayat yang dikelola TPL secepatnya dikembalikan untuk dikelola masyarakat. Begitu juga dengan dana bantuan bencana alam ke desa-desa, itu juga kita harapkan dapat segera dicairkan,” kata Mangapul Simamora mewakili warganya.
 
Mangapul berharap, melalui reses anggota DPRD, aspirasi yang disampaikan warga kiranya diteruskan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti.
 
Marsono Simamora kesempatan itu mengatakan akan memperjuangkan usul dan aspirasi masyarakat ke pemerintah. 
 
“Aspirasi masyarakat murni peningkatan pembangunan untuk itu kita akan menyampaikan aspirasi ini agar menjadi agenda kerja dan skala prioritas pemerintah dalam menjalankan roda pembangunan,” ujarnya.
 
Politisi NasDem itu menjelaskan bahwa, kegiatan reses rutin dilakukan guna menemui dan mendengar langsung aspirasi suara konstituen di setiap daerah pemilihan.
 
Membahas beberapa topik mengacu pada ekonomi kemasyarakatan mulai pendidikan, pertanian, hingga permasalahan hutan Negara agar tidak digarap pemerintah akibat sempitnya lahan pertanian dimiliki dan telah mendapat persetujuan DPRD Humbahas.
 
“Dalam waktu dekat akan diadakan cara menuju pertanian modern dengan memprioritaskan tanaman pilihan masyarakat seperti ubi jalar, jagung, tapioka, bawang merah dan wortel. Jadi, kita akan bangun mulai dari pinggir (desa) baru ke kota. Begitu juga masalah hutan rakyat, kita dari DPRD sudah setuju,” kata Marsono. (samosirgreen)
 
  BeritaTerkait
  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  • Toga Silitonga Orang Batak Warga Negara Jerman Berbagi Pengalaman di YPDT

    9 bulan lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Membangun Sumberdaya Manusia (SDM) di Kawasan Danau Toba (KDT) mesti dimulai dengan membangun kesadaran. Hal tersebut adalah rekomendasi yang diungkap dan dikemas dalam Disku

  • Hak 'Ora' Sebagai Budaya Tidak Menjual Tanah Bagi Orang Batak

    9 bulan lalu

    Tidak menjual tanah bagi orang Batak sudah sering penulis suarakan, dengan melihat tidak adanya istilah jual beli tanah di tengah orang batak itu sendiri.  Setelah diteliti didalam peraturan p

  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    8 bulan lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Hak Milik Atas Tanah: Hak Terkuat dan Masalahnya

    7 bulan lalu

    Oleh Ronsen LM Pasaribu   Pasal 16 Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960, atau disebut UUPA membedakan jenis Hak Atas Tanah yaitu Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online