• Home
  • News
  • Wapres Jusuf Kalla Akan Buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 se-Indonesia di Parapat, 29-31 Juli 2016
Minggu, 03 Juli 2016 05:30:00

Wapres Jusuf Kalla Akan Buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 se-Indonesia di Parapat, 29-31 Juli 2016

BAGIKAN:
Courtesy www.obatak.com
Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 se-Indonesia di Parapat, Sumatera Utara, pada tanggal 29-31 Juli 2016.

Jakarta (Pelita Batak): Menteri LHK Siti Nurbaya , Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono, Gubernur Sumatera Utara, Teuku Erry Nuradi serta Ketua Umum PSBI, Effendi Simbolon, dan Deputi Setwapres mengadakan kick off meeting Koordinasi Persiapan Kunjungan Wapres Ke Danau Toba Akhir Juli 2016,   di Ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, pekan lalu.

Direncanakan  Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungan kerjanya melakukan penananan pohon di Huta Ginjang, Tapanuli Utara dan sekaligus membuka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 se-Indonesia di Parapat, Sumatera Utara, pada tanggal 29-31 Juli 2016. Acara musyawarah yang diinisiasi oleh paguyuban Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) salah satu kelompok marga batak di Sumatera Utara.

“Ada 3 agenda kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Sumatera Utara, yaitu: (1). Agenda lingkungan dan penanaman pohon, (2). Agenda pembangunan wilayah, (3). Agenda adat dan budaya. Kunjungan kerja ini diharapkan lebih produktif, dalam hal ini hubungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus padu. Kita juga ingin menimba kepercayaan masyarakat, oleh karena itu kunjungan kerja seperti ini harus ada hasil yang bisa ditindaklanjuti dan hasilnya dirasakan langsung masyarakat”, jelas Menteri LHK.

Ketua Umum PSBI, Effendi Simbolon menyatakan bahwa, “Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) bersama dengan Masyarakat Adat Batak se Indonesia bermaksud menyelenggarakan Musyawarah Masyarakat Adat Batak se Indonesia untuk mendiskusikan relevansi Pasal 18 b Ayat 2 UUD Tahun 1945 yang mengamanatkan bahwa negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang. Selama ini nilai-nilai adat belum banyak diangkat dalam isu pembangunan bangsa.”

Sementara itu Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menekankan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, kawasan Danau Toba harus dapat menampilkan arsitektur yang bernuansa etnik. Oleh sebab itu arsitektur etnik Batak haruslah menonjol dalam bangunan-bangunannya.

Kick off meeting ini juga dihadiri oleh bupati dari 7 Kabupaten di sekitar Danau Toba, yaitu: Kab. Samosir, Kab. Toba Samosir, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Simalungun, Kab. Karo dan Kab. Dairi serta Walikota dan Bupati lainnya dari Sumatera Utara. Jajaran Eselon I Kementerian LHK juga turut serta, yaitu: Sekretaris Jenderal KLHK, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Unsur TNI AU dan TNI AL, serta jajaran dari Kementerian terkait lainnya.

Agenda lingkungan dan penanaman pohon akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2016. Lokasi penanaman pohon di Huta Ginjang Kabupaten Tapanuli Utara. Akan ditanam 7.700 pohon dengan luas penanaman mencapai 15 ha. Selain itu juga akan dilakukan penaburan bibit ikan tanggal 30 Juli 2016 sebagai bentuk pemulihan ekosistem Danau Toba yang kondisi lingkunganya terus menurun setiap tahunnya.

Dalam kick off meeting ini juga disinggung sedikit tentang pembentukan Badan Otoritas Danau Toba. Keseluruhan yang hadir menyetujui dibentuknya badan ini karena menyadari perlunya pembangunan kawasan danau toba yang terencana dengan baik, melibatkan semua pihak. Hal ini mengingat Danau Toba merupakan aset nasional yang perlu digarap dengan lebih baik sehingga potensinya dapat tergali dengan maksimal dan akan mensejahterakan bangsa terutama masyarakat di sekitar Danau Toba.(rel)

  BeritaTerkait
  • Wapres Buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016

    tahun lalu

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perbedaan suku, adat istiadat dan agama justeru membuat Indonesia kuat. Perbedaan tersebut juga merupakan kekayaan khazanah bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain.

  • Masyarakat Harus Menahan Diri Dan Tidak Termakan Provokasi

    tahun lalu

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan isu intoleransi (SARA) yang dapat mencederai harmonisasi dan kerukunan umat beragama di Sumut.

  • Ini Dia Kegiatan Pengurus Daerah FBBI Selama 2016

    12 bulan lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) merilis kegiatan pengurus daerah yang telah dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini.   a. DPD FBBI Provinsi Riau.

  • Festival Kemerdekaan Pesona Toba 2016 pada 26-27 Agustus 2016 Ditargetkan dihadiri 60 ribu Wisatawan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Dua kementerian (Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Maritim dan SDA akan menyelenggarakan Festival Kemerdekaan Pesona Toba 2016  pada 26-27 Agustus 20

  • Transit, Gubernur Sumut Sambut Wapres di Bandara KNIA

    tahun lalu

    JK mendarat di KNIA sekitar Pukul 15.00 WIB menggunakan pesawat Kepresidenan dengan nomor lambung A001, setelah melakukan kunjungan kerja kenegaraan ke Ulan Bator, Mongolia,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online