• Home
  • News
  • Wali Kota Medan 'Semprit' Kadis PU Khairul Syahnan
Jumat, 20 Oktober 2017 18:21:00

Wali Kota Medan 'Semprit' Kadis PU Khairul Syahnan

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Wali Kota Dzulmi Eldin terlihat bersama Kadis PU khairul Syahnan saat menyaksikan tumpukan tanah galian di Jl Sei Blutu Medan.
Medan (Pelita Batak) :
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung memarahi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Khairul Syahnan ketika mendapati tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (20/10) sekitar pukul 08.00 WIB.

Pasalnya warga sekitar selama ini mengeluh, sebab tanah bekas galian drainase tidak kunjung diangkat dan dibiarkan menumpuk di atas trotoar hingga badan jalan mulai  persimpangan Jalan Sei Ular/Jalan Sei Belutu hingga persimpangan Jalan Sei Belutu/Jalan Setia Budi.

Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tumpukan tanah itu dikhawatirkan akan masuk kembali dalam drainase yang telah selesai dikorek. Di samping itu setiap kali hujan deras turun, tanah bekas galian akan berubah menjadi lumpur sehingga mengotori Jalan Sei Belutu.

Begitu tiba di lokasi, wajah Wali Kota langsung berubah memerah setelah melihat tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat pelaksana proyek perbaikan drainase. Wali Kota kemudian menaiki tumpukan tanah yang menggunung sekaligus mengecek drainase yang telah selesai digali.

Bersamaan itu Kadis PU Kota Medan tiba di lokasi, Wali Kota pun tak dapat menahan amarahnya lagi. "Mengapa tanah bekas galian drainase ini tidak langsung diangkat dan dibiarkan menumpuk seperti ini. Wajar jika warga di sini mengeluh, lihat saja tumpukan tanah ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Saya minta sekarang juga diangkat!" kata Wali kota dengan nada tinggi.

Kadis PU hanya bisa tertunduk, kemudian Syahnan pun menghubungi anggotanya untuk segera datang mengangkat tumpukan tanah tersebut. Tak lama beserlang, satu unit alat berat beserta lima unit truk turbo intercoller tiba di lokasi. 

Di bawah pengawasan langsung Wali kota, pengangkatan tanah bekas galian drainase pun dilakukan.  Backhoe mini selanjutnya mengangkati tumpukan tanah dari badan  jalan maupun atas trotoar. "Saya minta seluruh tumpukan tanah ini dibersihkan!" tegasnya.

Di saat pengangkatan tanah bekas galian ini berlangsung, Wali kota selanjutnya meninjau sungai yang tak jauh dari lokasi tumpukan tanah. Kemudian mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan minta kepada Syahnan untuk mengorek pinggiran sungai yang telah mengalami pendangkalan, guna memperlancar aliran air dari drainase yang telah selesai digali.

Setelah itu Wali Kota kembali mememerintahkan Kadis PU untuk memerintahkan pelaksana proyek pembenahan drainase segera mengangkat seluruh tanah bekas galian drainase maupun parit. Sebab, tidak sedikit warga yang mengeluh karena merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kehadiran tumpukan tanah tersebut.

"Perintahkan kepada pelaksana proyek untuk segera mengangkat seluruh tanah bekas galian parit maupun draianse. Saya tidak mau lagi mendengar ada masyarakat yang mengeluh soal tanah bekas galian tidak diangkat!" pungkasnya.

Proses pengangkatan tumpukan tanah bekas galian ini membuat arus lalu lintas terganggu. Beberapa petugas Dinas Perhubungan Kota Medan dibantu beberapa pekerja Dinas PU membantu mengatur arus lalu lintas.

"Atas nama pribadi dan jajaran Pemko Medan, saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Selain masalah tanah bekas galian parit dan drainase, kita akan memperbaiki seluruh jalan kota yang rusak di Kota Medan. Bagaimananpun itu akan kita lakukan sehingga masyarakat tenang dan nyaman," ungkapnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota kembali me-warning Kadis PU untuk segera mempercepat perbaikan jalan rusak dan melakukan pengawasan secara ketat sehingga hasil perbaikan jalan yang dilakukan benar-benar memuaskan masyarakat dan tahan lama. Kemudian segera menginvetarisir jalan rusak yang belum terdata dan segera dilakukan perbaikan secepatnya.

Kehadiran Wali kota mendapat apresiasi dari warga sekitar, salah satunya Masniah Siregar, warga Jalan Sei Belutu No.48. Ibu rumah tangga itu menyampaikan ucapan terima kasih, sebab Wali Kota cepat tanggap atas keluhan yang disampaikan warga.

"Kami di sini mengeluh, sebab tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat-angkat. Selain menganggu kelancaran arus lalu lintas, kami khawatir tumpukan tanah ini akan masuk dan menyumbat drainase yang telah digali. Apalagi saat ini musim penghujan, tumpukan tanah ini tentunya bisa berubah menjadi lumpur," papar Masniah.

Di samping mengucapkan terima atas pengangkatan tumpukan tanah yang dilakukan, Masniah juga sangat bersyukur dilakukannya penggalian drainase  lantaran nyamuk jauh berkurang karena air mengalir lancar kembali. (H|TAp)
  BeritaTerkait
  • Pejabat Eselon II Pemko Medan Ikut Asesmen Psikologi

    tahun lalu

    Pelita Batak : Sebanyak  35 pejabat eselon II di lingkungan Pemko Medan mengikuti asesmen psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (18/8/2016). Ase

  • Eldin Ingin Jadikan Eks TPA Namo Bintang Jadi Lokasi Agrowisata

    tahun lalu

    Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi meninjau bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Namo Bintang Jalan Jamin Ginting Km 14, Minggu (28/8). Direncanakan, lahan seluas lebih kurang 16 hektar ini akan dijadikan lokasi agrowisata. Selain menamba

  • Eldin Libas 'Biang Kerok' di Amplas

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Dinas Bina Marga Kota Medan kembali melanjutkan pengorekan parit, Selasa (30/8). Kali ini giliran parit Sulang-Saling di Jalan Garu III, Kelurahan Harjo Sari I, Kecamatan Medan Amplas yang dikorek. Pengorekan ini dilakukan untuk me

  • Eks TPA Namo Bintang Jadi Taman Agrowisata Pertama

    tahun lalu

    Keinginan Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin untuk menyulap eks TPA Namo Bintang menjadi Taman Agrowisata tidak main-main.  Sebagai bukti  keseriusan, Wali Kota  bersama Wakil Wali Kota, Ir Akhyar Nasution MSi bersama unsur Forum Koordin

  • Warga Mengeluh, Eldin Baru Korek Parit

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak ) :<br></br>                 Begitu menerima laporan masyarakat terkait genangan air yang selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur di sep

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online