• Home
  • News
  • Ujaran Kebencian Ramai di Medsos Jelang Pilgub Sumut, Polisi Cyber Crime: Segera Lapor, Kami Siap Tampung
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 12 Juni 2018 09:58:00

Ujaran Kebencian Ramai di Medsos Jelang Pilgub Sumut, Polisi Cyber Crime: Segera Lapor, Kami Siap Tampung

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Pantauan di beberapa media sosial seperti Instagram dan Facebook.
Medan (Pelita Batak):
Tiga pekan menjelang pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2018, ramai bermunculan akun di media sosial tentang ujaran kebencian. 'Serangan' tersebut diduga untuk mempengaruhi masyarakat pemilih dengan melontarkan isu SARA yang menyudutkan calon gubernur yang sedang berjuang. Masyarakat diminta bijak menyikapi hal ini dan tidak terpancing dengan sebaran isu negatif tersebut.  

Pantauan di beberapa media sosial seperti Instagram dan Facebook, akun-akun ini bersifat samar dan diduga terkoodinir. Baik dilakukan secara individu dan kelompok. Ujaran yang dibubuhi rasa benci pun tak tanggung-tanggung dilakukan, dengan menyoroti kesukuan dan agama yang dianut paslon gubernur. 

Seperti akun @putput_124 milik, yang diduga dikelola secara individu di media sosial Instagram, telah menyebarkan ujaran kebencian kepada pasangan calon Gubernur Djarot - Sihar (Djoss) membandingkan identitas agama dengan pasangan calon Gubernur Edy Rahmayadi - Ijeck (Musa Rajeck Shah). 

Menurut pemilik akun Putri Lestari ini menuliskan, "Setiap pilihan kita dipertanggungjawabkan di akhirat kelak" dan ditambahi foto pasangan calon yang dibubuhi kata-kata bernada tendensius, "Haram, sesuai larangan Allah" pada foto Djarot - Sihar dan "Halal, sesuai petintah Allah" pada foto Edy - Ijeck. Pada foto Sihar terlihat jelas diberikan tanda khusus.

Akun lainnya @nagitayurika milik Nagita Yurika tak kalah tendensiusnya. Akun ini menambahkan ayat-ayat suci Alquran dengan tudingan kafir pada foto yang dipajangnya dengan kalimat "Haram Memilih Pemimpin Non Muslim". Foto Sihar diberi tanda khusus sebagai pemimpin kafir yang tak layak dipilih.

Dua akun tersebut adalah beberapa contoh akun penebar kebencian. Masih banyak lagi akun-akun yang dikelola untuk 'perang' mempengaruhi pemilih dengan cara tidak baik. Seperti, @malikibrahim2442, @sipoltak46, @tutur_prazz, @katakita.news, dan @perangopini2019.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian karena mereka anggap akun-akun tersebut bukan akun resmi pasangan calon. "Begini, karena itu bukan akun resminya paslon maka itu jadi ranahnya kepolisian," kata Komisioner Bawaslu Sumut, Aulia Andri, melalui pesan singkatnya, pekan lalu.

Atas fenomena ini, pihak kepolisian sudah mengetahui ramainya akun-akun media sosial dengan konten ujaran kebencian yang bertebaran di jagad dunia maya. Aparat secara gencar telah melakukan kampanye anti ujaran kebencian (Hates Speech) dan informasi bohong (Hoaks). Bahkan sejumlah pelaku ditangkap.

Menurut Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, AKBP Herzoni Saragih, jika ada laporan masuk, pihaknya akan menindaklanjuti secara profesional dan akan dijadikan pembelajaran yuridis bagi masyarakat.

"Silahkan, bilamana mau melapor terkait apa yang menjadi keberatan para pihak, kami siap tampung dan diskusi hukumnya," kata Herzoni

Herzoni juga menjelaskan, masyarakat atau pemilih sudah dewasa dan bijak dalam menentukan pilihan, sekalipun pengaruh negatif masa kampanye dalam tahapan pemilu bertebaran, tidak mempengaruhi pilihan mereka.

"Juga para penebar isu negatif pasangan calon, mereka masih prematur dalam pemahaman politiknya," ujar Herzoni.(bcl comm)
  BeritaTerkait
  • Polda Sumut dan Mabes Polri Buru Penghina Suku Batak

    5 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Tim Cyber Crime Kepolisian Daerah Sumatera Utara terus buru pemilik akun Facebook, Faisal Abdi, yang telah memposting ujaran kebencian menyinggung dan melecehkan Suku Batak.Kasubb

  • Provokator Kerusuhan Tanjungbalai di Media Sosial Ditangkap Polisi

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):"Memang lidah tak bertulang. Tapi, jari bertulang." Jadi, jangan gampang menulis status di facebook, twitter atau media sosial lainnya. Jika sembarangan, akan berna

  • Jelang Pilgub, Dunia Usaha Apresiasi Kinerja Pemprov Sumut

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Kalangan dunia usaha di daerah ini mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dibawah kepemimpinan Gubernur Tengku Erry Nuradi."Kami dari Kamar Dagang dan In

  • Himma Dicopot dari Kepala Arsip USU, Rektor: Status Dosennya Menunggu Putusan Pengadilan

    7 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Gara-gara memasang status di Facebook bahwa teror bom di Surabaya merupakan skenario, Himma Dewiyana Lubis alias Himma (46) warga Jalan Melinjo II Komplek Johor Permai, Medan Joho

  • Kronologi Tersendiri Penganiayaan Sebastian Hutabarat di TKP, Tempat Diskusi dan Minum Kopi

    tahun lalu

    08:15-08:20 Sepeninggal JM, SH ditarik kembali ke tempat diskusi dan minum kopi mereka sebelumnya. JS dan anggotanya mulai memaki-maki dan memukuli SH. Berkali kali Jautir menyebut siapa dirinya, dan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb