• Home
  • News
  • Tunjangan Ekstra Puding 112 Tenaga Honorer di Dinas Satpol PP dan Damkar Taput Diduga Terjadi Pemotongan
Minggu, 14 Januari 2018 12:53:00

Tunjangan Ekstra Puding 112 Tenaga Honorer di Dinas Satpol PP dan Damkar Taput Diduga Terjadi Pemotongan

BAGIKAN:
Ist
Ilustrasi

Taput(Pelita Batak): Tunjangan ekstra puding untuk 112 orang tenaga honorer (PHL) Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran  di Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran  Kabupaten Tapanuli Utara diduga disunat (dipotong).

Menurut pengakuan salah seorang tenaga honorer Satpol PP yang minta namanya dirahasiakan kepada sejumlah awak media, Jumat 12 Januari 2018, tunjangan ektra puding untuk tenaga honorer Polisi Pamong Praja sebesar Rp 4,3 juta, dan Pemadam Kebakaran sebesar Rp 6 juta.

"Tunjangan itu ditransfer lewat rekening. Namun setelah ditransfer, praktik pemotongannya dilakukan dengan cara dipungut oleh salah seorang Kabid berinisial MS yang melakukan pemungutan Rp 2 juta per orang untuk tenaga honorer Polisi Pamong Praja dan Rp 1 juta untuk tenaga Pemadam Kebakaran, " ungkapnya.

Menurutnya, semua ini merupakan tindakan kesemena - mena terhadap tenaga honorer. Karena sungguh tidak wajar bila tunjangan ekstra puding harus dipotongi.

" Kami tidak berani melawan karena kami mendapat tekanan kalau tidak memberikan uang tersebut. Daya kami apalah tenaga honorer ini, " tuturnya.

Kepala Seksi Bidang Bina Kapasitas Satpol PP dan Pemadam Taput  Maradu Sitompul yang dikonfirmasi via telepon selulernya menyampaikan, hari Senin 15 Januari 2018, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi terhadap seluruh staf. Terkait masalah adanya dugaan pemotongan itu, ia tidak mau menjawab.

" Uang ekstra puding itu sudah ditransfer lewat rekening setiap honorer. Dan baru tahun ini, uang ekstra puding itu diberikan," ujarnya.

Menindaklanjuti dugaan pemotongan honor tersebut, Ketua LSM Pijar Keadilan Sumatera Utara Osborn Siahaan BA menyebutkan kasus tersebut perlu ditelusuri secara mendalam.

"Apakah dasar hukum melakukan pemotongan honor para honorer Satpol PP dan petugas Pemadam Kebakaran, jangan-jangan pada instansi lain ada yang melakukan demikian?" kata Osborn.

Dalam hal ini Osborn sangat mengharapkan Tipikor dan Kejaksaan menelusuri hal demikian. Sebab para honorer telah angkat bicara dalam hal pemotongan tersebut,dan bila perlu honorer tersebut diperiksa serta di berikan perlindungan. "Dalam hal ini akan terjadi pengancaman terhadap honorer yang lain,dengan tujuan agar tidak angkat bicara," harap Osborn.(FH)

  BeritaTerkait
  • Di Taput, Dokter Ini Hanya Terima Uang Tunjangan Makan

    tahun lalu

    Taput (Pelita Batak) :Penerimaan CPNS Tahun 2014 di Kabupaten Tapanuli Utara dari jalur umum, diduga ada banyak rekayasa. Dimana ada pelamar tanpa melengkapi persyarakan, akan tetapi di nyatakan lulus. Temuan ini terungkap setelah ditelusuri diantaranya b

  • Benarkah Guru Urus Naik Pangkat di Taput Kena Pungli Rp 1 Juta?

    10 bulan lalu

    Taput(Pelita Batak): Pemerintah telah membentuk Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli dengan tujuan agar tercipta pemerintahan yang bersih tanpa ada pungutan liar. Bahkan di setiap Kabupaten/Kota telah te

  • Terkait Kasus OTT Kadis Pendidikan Taput, Jangan Ada Perobahan Pasal Pencucian Uang Jadi Pemerasan

    12 bulan lalu

    Taput(Pelita Batak): Penangkapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara Drs Jamel Panjaitan  bersama dua kepala sekolah yakni Kepala Sekolah SMA Negeri1 Pangaribuan dan Kepala Sekola

  • Kembangkan Inovasi 'Unit Reaksi Cepat Anti Kekerasan Anak dan Perempuan'

    tahun lalu

    Batu Bara (Pelita Batak) : Untuk ke tiga kalinya Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain SH MM meraih penghargaan Kepala Daerah Innovatif dari Koran Sindo tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat. Sebelum nya Bupati Batu Bara meraih penghargaan Kepala Daerah Inov

  • Pohon Tua di Kawasan Lapangan Merdeka Medan Timpa Warga dan Mobil

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Pohon tua berukuran besar di kawasan Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara tumbang dan menimpa dua mobil dan satu motor rusak. Pohon jenis trembesi ini diduga tumbang akibat sudah berusia tua dan terjadi lapuk.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet