• Home
  • News
  • Togar Sianipar : Jokowi Perlu Tiru Duterte Habisi Bandar Narkoba di Idonesia
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 12 Agustus 2016 20:27:00

Togar Sianipar : Jokowi Perlu Tiru Duterte Habisi Bandar Narkoba di Idonesia

Temuan PPATK Petunjuk Awal
BAGIKAN:
Ist
Mantan Kalakhar Badan Narkotika Nasional Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar
Jakarta (Pelita Batak): Mantan Kalakhar Badan Narkotika Nasional Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar sangat mendukung jika Pemerintah Indonesia meniru cara Presiden Filippina Rodrigo Duterte membasmi sindikat bandar narkoba.
 
"Dalam situasi darurat narkoba seperti sekarang ini, langkah keras terhadap bandar narkoba seperti yang dilakukan Duterte perlu dilakukan di Indonesia," ujar mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol (Purn) Togar Sianpiar di Jakarta, Jumat 11 Agustus 2016.
 
Togar mengatakan, Presuden Djokowidodo yang telah resmi menyatakan negara darurat narkoba tidak perlu khawatir tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab langkah keras berupa tembak ditempat seperti yang dilakukan Presiden Filippina Rodrigo Duterte adalah juga dalam rangka melindungi HAM warganya.
 
Bahkan Togar juga dapat memahami jika Pemerintahan Djokowi menghidupkan kembali penembak misterius seperti jaman orde baru khusus bagi bandar narkoba.  "Selain terus menjalankan eksekusi hukuman mati, dalam situasi darurat narloba seperti saat ini, penembak misterius khusus bandar narkoba layak untuk dipertimbangkan. Langkah Duterte perlu di Indonesia untuk menghabisi para bandar narkoba,"jelas Togar.
 
Temuan PPATK Petunjuk Awal
 
Terkait temuan PPATK tentang dugaan aliran dana dari bandar narkoba yang mencapai Rp.3.6 triliun, Togar menilai ini dapat dijadikan bukti permulaan atau setidaknya petunjuk awal menindaklanjuti testimoni Fredi Budiman yang diungkapkan oleh aktivis Kontras Haris Azhar.
 
Tim independen yang sudah dibentuk mengusut pengakuan Fredi Budiman dapat menelusuri benar tidaknya kasus ini dari temuan PPATK. "Satu-satunya cara untuk membuktikan pengakuan ini adalah melalui pembentukan tim independen. Tim ini harus bekerja fair dan terbuka agar tidak ada kecurigaan  dari masyarakat,"ujar Togar. 
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Polri telah membentuk tim independen untuk menindaklanjuti penelusuran terstimoni terpidana mati Freddy Budiman. Tim diketuai Irwasum Komjen Pol. Dwi Prayitno dengan anggota Effendi Gazali, ketua setara Effendi Gazali dan anggota Kompolnas Pungky K.(R2)
  BeritaTerkait
  • Kapolri Tegaskan Tidak Akan Tiru Cara Filipina dalam Berantas Narkoba

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri serius memerangi kejahatan narkoba dengan target optimal melalui evaluasi akurat di lapangan melibatkan seluruh jajara

  • Wagub Nurhajizah Marpaung: Remaja Harus Jadi Pelopor Gerakan Memakmurkan Masjid

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Gubernur Sumut Brigjen TNI Purn Dr Nurhajizah Marpaung SH MH mengharapkan para pemuda dan remaja menjadi pelopor menggerakan masyarakat ke Masjid. Hal ini dikatakan Wagub

  • INW Desak Jokowi Tindak Lanjuti Pengakuan Freddy Budiman

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Kartel narkoba Freddy Budiman telah kembali ke pangkuan Illahi, Jumat 29 Juli 2016 pagi setelah regu tembak dari satuan Brimob menarik pelatuk senjata laras panjang. Sebelum

  • Darurat Narkoba, BNN dan KPID Sumut ajak Lembaga Penyiaran Turut Kampanyekan Pencegahan Bahaya Narkoba

    12 bulan lalu

    Medan (Pelits Batak):Lembaga penyiaran di Sumut diharapkan turut mengkampanyekan upaya edukasi pencegahan bahaya penggunaan narkoba. Saat ini, dari 14 juta penduduk Sumut menurut data sekitar 350 ribu

  • Robinson Butarbutar Effect, KRP, dan Masa Depan HKBP

    tahun lalu

    KETIKA Ketua Rapat Pendeta HKBP 2017-2021 mampu membawa kualitas pelayanan pendeta naik kelas dengan sejumlah prestasi yang bermulplipief effect (efek besar) bagi jemaat HKBP, saya menyebutnya dengan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb