• Home
  • News
  • Terpidana KPK, Politisi Hanura Sumut Meninggal Dunia
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 28 Februari 2018 17:15:00

Zulkifli Effendi Siregar

Terpidana KPK, Politisi Hanura Sumut Meninggal Dunia

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Zulkifli Effendi Siregar semasa hidup
Jakarta (Pelita Batak) :
Kabar duka menerpa dunia politik Sumatera Utara. Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Zulkifli Effendi Siregar meninggal dunia di Kota Bandung, Jawa Barat pada Selasa (27/2/2018) malam.

Zulkifli merupakan terpidana kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anggota DPRD Sumut Darwin Lubis mengatakan, politikus yang juga mantan Ketua DPD Partai Hanura Sumut itu, meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, sekitar pukul 24.00 WIB.

Akibat kondisi kesehatan yang terus memburuk, Zulkifli yang tengah menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin harus dilarikan ke rumah sakit.

"Sebelum meninggal pun, almarhum sering dibawa ke RS karena kondisinya memang tidak sehat," kata Darwin ketika dihubungi, Rabu (28/2) dikutip Antara.

Anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Sumut itu mengaku telah menghubungi keluarga Zulkifli. Dari komunikasi tersebut, keluarga Zulkifli telah mengurus proses kepulangan jenazah Zulkifli ke Jakarta untuk dimakamkan.

"Hari ini diberangkatkan ke Jakarta. Rencananya akan dimakamkan di Jakarta, keluarganya di sana," ujar Darwin.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sumut, Zulkifli Efendi Siregar merupakan narapidana dalam kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Zulkifli sempat ditahan di Lapas Salemba Jakarta Pusat selama menjalani persidangan. Dia kemudian divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada 1 Maret 2017 silam.

Zulkifli bersama tiga anggota DPRD Sumut lainnya dinilai hakim terbukti menerima suap dari Gatot terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk tahun anggaran 2012, persetujuan perubahan APBD 2013, dan pengesahan APBD 2014. Zulkifli dinilai terbukti menerima suap Rp1,555 miliar dari Gatot.

KPK kemudian mengeksekusi Zulkifli ke Lapas Sukamiskin Bandung untuk menjalani masa hukuman. (Antara)
  BeritaTerkait
  • Politisi Senior PDIP Mangara Siahaan Meninggal Dunia

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):   DPP PDI Perjuangan (PDIP) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya politisi senior Mangara Siahaan. Mangara dikenal sebagai pejuang partai yang sanga

  • DPRD Pematangsiantar Diminta Segera Paripurna Pengusulan Wali Kota Defenitif

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi melantik Hefriansyah sebagai Wakil Wali Kota Pematang Siantar di aula Martabe antor Gubsu di Medan, Rabu (22/02/2017).

  • 7 Anggota DPRD Sumut Kembali Divonis Bersalah, KPK Harus Bawa ke Pengadilan Semua yang Terima Suap

    2 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Hakim menyatakan tujuh anggota DPRD Sumatra Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019  bersalah karena terbukti menerima suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nu

  • Panitia Hari Ulos Sowan ke Rumdis Wali Kota Medan

    2 tahun lalu

    Komunitas Pecinta dan Pelestari Ulos yang menjadi panitia Pelaksana Peringatan Hari Ulos ke II Tahun 2016 suwon ke Rumah Dinas Wali Kota Jl Sudirman Medan, Rabu (13/7/2016). Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin menyambut baik rencana dan panitia dalam upaya m

  • Pahitnya Kehidupan Antarkan DL Sitorus 'Rebut' Kesempatan Hidup

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Ternyata kisah hidup yang pahit semasa kecil yang menempah DL Sitorus atau pemilik nama lengkap Darianus Lungguk memaksanya untuk merebut kehidupan yang sukses itu baginya. Bukan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb