• Home
  • News
  • Terkait Kasus Gatot Pujo, Para Politikus ini Resmi Kenakan Rompi Orange
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 04 Juli 2018 23:03:00

Terkait Kasus Gatot Pujo, Para Politikus ini Resmi Kenakan Rompi Orange

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Anggota DPRD Sumut, Rinawati Sianturi, mengenakan rompi tahanan KPK, saat keluar dari ruang Lobi KPK.
Jakarta (Pelita Batak):
Kasus korupsi yang  menyeret Gatot Pujo Nugroho mantan Gubernur Sumut masih berlarut hingga kini. Kini tiga politikus yang merupakan Anggota DPRD Sumatera Utara masa bhakti 2009-2014, masing-masing Rijal Sirait, Rooslynda Marpaung dan Rinawati Sianturi, Rabu (4/7/2018), resmi ditahan KPK.

Tersangka Rijal Sirait, sekarang ini sebagai Senator Indonesia (Anggota DPD RI), merupakan tersangka dalam kasus suap terkait mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

"Rijal Sirait ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK selama 20 hari pertama," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (4/7/2018) malam.

Dari pantauan di lokasi gedung KPK, sekitar pukul 17.31 WIB, Rijal Sirait yang mengenakan peci warna putih dan memegang tasbih, meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Utara.

Anggota DPD RI Rijal Sirait mengaku, kalau dirinya sudah mengembalikan uang sebesar Rp 300 juta ke KPK. "Sudah saya kembalikan Rp 300 juta," tutur mantan Anggota Fraksi PPP DPRD Sumut periode 2009-2014 ini.

Rizal Sirait menyatakan, dirinya sedang mengurus pengunduran dirinya sebagai Anggota DPD RI. "Sedang proses," ucapnya.

Sedangkan dua orang Srikandi mantan Anggota DPRD Sumatera Utara, Rooslynda Marpaung (sekarang Anggota DPR RI Fraksi Demokrat) dan Rinawati Sianturi (sekarang Anggota DPRD Sumut Fraksi Hanura), juga merupakan tersangka kasus dugaan suap dari eks Gubernur Sumut.

Dari pantauan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018) sore, Rooslynda Marpaung keluar lebih dulu dari lobi Gedung KPK sekitar pukul 18.33 WIB, dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, dan langsung masuk ke mobil tahanan serta tidak memberi komentar apapun terkait kasusnya.

Selanjutnya, Rinawati Sianturi menyusul keluar dari lobi KPK sekitar pukul 18.45 WIB. Rinawati yang mengenakan rompi oranye juga tidak banyak bicara terkait penahanannya. "Tanya pengacara saya saja nanti," ujarnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan 38 Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 sebagai tersangka. Mereka diduga menerima uang suap dari Gatot Pujo senilai Rp 300-350 juta per orang.

Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015. Dari para tersangka tersebut, KPK menerima pengembalian uang sejumlah Rp 5,47 miliar, yang kini telah disita sebagai barang bukti. (TAp|int)
  BeritaTerkait
  • Mantan Anggota DPRD Sumut, Arifin Nainggolan Ditahan KPK

    4 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga tersangka kasus suap DPRD Sumut pada hari ini, Senin (16/7/2018).Ketiga tersangka itu adalah RDP, BPU dan ANN. Menurut Juru Bic

  • Sempat Riuh, Ternyata Ramadhan Pohan Diperiksa di Polda Sumut

    2 tahun lalu

    "Yang bersangkutan masih diperiksa di Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut,"

  • KPK Kembali Tahan 7 Anggota DPRD Sumut Terkait Dugaan Suap Gatot Pujo Nugroho

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): KPK kembali menetapkan 7 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka baru kasus dugaan suap dari Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho terkait pembahasan APBD Sumut serta pem

  • Terpidana KPK, Politisi Hanura Sumut Meninggal Dunia

    9 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Kabar duka menerpa dunia politik Sumatera Utara. Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Zulkifli Effendi Siregar meninggal dunia di Kota Bandung, Jawa Barat pada Selas

  • DPR RI Berharap Pengusutan Kematian Wartawan Yusuf, Wilson: Ini Tragedi Pers Indonesia

    5 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Upaya pengungkapan dan penyelesaian kasus tewasnya wartawan Kalsel secara transparan dan beradab telah mengundang perhatian banyak kalangan, termasuk dari pihak DPR RI. Wakil Ke

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb