• Home
  • News
  • Terkait Embung di Hatoropan Doloksanggul, DPRD Provinsi Sumatera Utara Akan Panggil Dinas PUPR Sumatera Utara
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 02 Agustus 2017 17:25:00

Terkait Embung di Hatoropan Doloksanggul, DPRD Provinsi Sumatera Utara Akan Panggil Dinas PUPR Sumatera Utara

BAGIKAN:
Abed Ritonga
Pembangunan embung yang tambal sulam
Doloksanggul(Pelita Batak): Pekerjaan Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara II Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA SUMATERA II dalam kegiatan Pemeliharaan Embung Hatoropan yang menelan biaya fantastis Rp 1.983.047.000 (Unit Price) sebelumnya menuai kritik berbagai kalangan, kini anggota Komisi D DPRD Sumut pun memberikan komentarnya. 

Diketahui, pekerjaan yang berlokasi di Desa Hutagurgur Kecamatan Doloksanggul yang dikerjakan oleh CV DORMAULI seperti yang tertera dalam papan proyek ini sebelumnya disoal oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) di  Humbanghasundutan Anggota Komisi B DPRD Humbanghsundutan Parulian Simamora juga sorotan dari kalangan anak rantau Desa Hutagurgur Kecamatan Doloksanggul sekaligus Ketua Pomparan Sondibaragas Simanullang, Ramson Simanullang dan Pemerhati pembangunan Erikson Simbolon.

Kepada pelitabatak.com Rabu 02 Agustus 2017, Anggota Komisi D DPRD Sumut Donald Lumbanbatu mengaku setelah mendapat informasi tersebut Ia menyebut kalau pekerjaan yang masih saat ini berlangsung sudah sangat tidak tepat dan kuat dugaan bahwa pekerjaan itu dikerjakan tidak sesuai dengan Bestek yang di tentukan.

"Sebagai putra daerah Humbanghsundutan dan sekaligus pekerjaan ini daerah  Dapil saya, saya sangat terkejut mendengar pekerjaan ini terkesan asal jadi dikerjakan seperti tambal sulam. Dan saya memang sudah pastikan kalau masalah ini akan saya bawa ke Komisi nantinya, guna dipanggil penanggungjawab dan yang terlibat dalam pekerjaan embung di hatoropan Supaya ada efek jera. Kasihan masyarakat sebagai pengguna bangunan ini kalau nantinya tidak bertahan lama dan saya akan pastikan juga kalau nantiny terbukti tidak sesuai dengan ketentuan,  rekanan itu juga harus di beri sangsi yang tegas,"ucapnya. 

Sementara itu, Sorrot Matondang yang merupakan salah satu ketua Lembaga Sosial Masayarakt (LSM) di Humbanghasundutan  ketika di Konfrimasi terkait hal ini menjelaskan kalau Ia bersama dengan Timnya saat ini sudah menyusun laporan Untuk segera diadukan Proyek dimaksud kepada pihak penegak hukum guna diperiksa secepatnya.

"Proyek bangunan di Hatoropan sudah kita susun laporanya, dan terimakasih atas pernyataan Anggota DPRD Provinsi dan Pak Parulian Simamora dari DPRD Humbanghasundutan termasuk dukungan anak rantau desa hutagurgur sekali lagi Kami memohon dukunganya agar ini di tuntaskan demi kepentingan masyarakat Humbanghasundutan khususnya kami warga Desa Hutagurgur," ujarnya.

Sebelumnya Sorrot Matondang kepada pelitabatak.com, menilai banyak kejanggalan dalam pengerjaanya termasuk tambal sulam (menindih bangunan lama) di beberapa tidik strategis yang seharusnya dibongkar karena diduga tidak layak lagi digunakan sebab  bangunan ini sudah puluhan tahun digunakan  warga sekitar.

"Karena saya juga masyarakat di sini, saya tahu betul bangunan lama ini seperti apa, dan saya menduga kuat kalau embung ini di rehab hanya  bentuk polesan saja dan hanya tambahan bangunan sedikit  dan tidak sesuai dengan harapan.  Bisa dikatakan kalau bangunan yang lama  hampir 40 persen lebihlah digunakan ini namun ditambal , dan selebihnya baru masuk rehap di beberapa titik Padahal anggaran sebesar ini harusnya minimal rehabnya bisalah sampai 60 persen atau 70 persen ini  malah kebalik akibat ini yang dirugikam tetap nantinya kami masyarakat sekitar," ucapnya

Senada disampaikan oleh pemerhati pembangunan Humbanghasundutan Erikson Simbolon menduga pekerjaan itu pasti tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dilaksanakan, dan diharapkan kepada BPK Provinsi agar segera melakukan audit nantinya jika sudah selesai dikerjakan.

"Kita sebagai masyarakat masyarakat Humbanghasundutan memohon agar pekerjaannya di tinjau ulang sesuai dengan spek pekerjaan dan kami sekali lagi mengharapkan agar proyek ini jangan hanya asal jadi dikerjakan atau hanya pelengkap dalam pos anggaran namun biar masyarakat bisa menggunakanya dengan baik dan bertahan lama nantinya. Kami curiga, jangan-jangan ada permainan dalam pengerjaan ini, kami akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwenan guna diusut sampai tuntas," ucapnya.

Sementara itu, Komisi B DPRD Humbanghasundutan Parulian Simamora kepada pelitabatak.com Selasa 25 Juli 2017 silam mengaku kalau informasi ini sudah ia ketahui sebelumnya dan jangka dekat bersama Komisi B akan terjun langsung ke lokasi guna memeriksa yang sebenarnya di lapangan.

"Ya, kalau benar ada tambal sulamnya itu harus dibongkar itu. kami sudah sepakat akan turun ke lokasi memastikan hal ini dan kalau benar itu juga nantinya kami akan minta Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sumatera Utara (BPK SUMUT) memeriksanya," kata Parulian Simamora.

Tanggapan yang sama datang dari anak rantau Desa Hutagurgur sekaligus Ketua Pomparan Sondibaragas Simanullang, Ramson Simanullang mengaku sangat kecewa setelah mengetahui hal ini. Perantau yang tinggal di Jakarta ini menjelaskan agar pihak pelaksana proyek mengerjakan bangunan ini sesuai dengan bestek karena bangunan itu sangat bermanfaat khsusnya masyarakat desa Hutagurgur dan sekitarnya.  Mengingat selama ini sudah 15 tahun bangunan itu selalu bocor dan jangan dikerjakan asal asalan, dimana selama ini embung (Tambok Hatoropan sebagai resevoar untuk mengairi persawahan dan juga untuk kepentingan sehari hari masyarakat Hutagurgur.

"Saya sudah sampaikan kepada pihak PPTK-nya di Medan setelah mengetahui ini agar kembali di tinjau ulang pengerjaannya dan mereka katanya jangka dekat ini akan turun juga ke lokasi dan kepa Desa Hutagurgur juga sudah saya telepon akan informasi tersebut dan membenarkan hal itu saya bilang agar jangan menerima hasil pekerjaan tersebut kalau hanya asal jadi dikerjakan," tandasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Posma Samosir yang bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara II mengetahui kalau Ramson Simanullang sudah langsung menghubungi PPTK dan Satker pekerjaan dimaksud dan jangka dekat akan turun ke lokas. (Abed Ritonga )
  BeritaTerkait
  • DPRD Sumut akan Panggil Bupati JR Saragih

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan memanggil Bupati Jopinus Ramli (JR) Saragih maupun Kepala Dinas Pendidikan Resman Saragih untuk m

  • Anak Rantau Kecewa, Komisi B DPRD Humbahas Akan Turun Tinjau Proyek Embung di Desa Hutagurgur

    12 bulan lalu

    Doloksanggul, Humbanghasundutan(Pelita Batak): Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara II Satuan Kerja Operasi da

  • PPK 'Amankan' Wartawan Terkait Proyek Miliaran Rupiah yang Bermasalah di Humbahas

    8 bulan lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Terkait Proyek Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman Provinsi Sumatera Utara  Satuan Kerja Bidang Kawasan Pemukiman yang bersumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara&nb

  • Dihadapan Jemaat HKBP Pearaja Tarutung, Ini Cerita Gubernur Tentang Kondisi Sumut

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bercerita tentang kondisi Sumatera Utara kepada Ephorus HKBP  Pdt Dr Darwin Lumban Tobing dan para jemaat HKBP di kantor P

  • Bupati Humbahas:Jambore Kader PKK Harus Dapat Membawa Perubahan Bagi Masyarakat

    9 bulan lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE diwakili Plt Asisten Administrasi dan Kesra Drs AP Marbun membuka kegiatan jambore kader PKK tahun 2017 yang diselenggarakan di Aula H

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet