• Home
  • News
  • Tahanan Tewas di Sel Polres Tobasa, Benni Kejar Keadilan Ke Medan
Senin, 25 Juli 2016 18:10:00

Tahanan Tewas di Sel Polres Tobasa, Benni Kejar Keadilan Ke Medan

BAGIKAN:
Benni Pangaribuan abang kandung almarhum Andi Pangaribuan yang tewas akibat dianiaya dua oknum polisi di Sel tahanan Polres Tobasa November 2015 lalu datang ke Medan mencari keadilan, dengan membawa poster, di sekitar Poldasu, Sabtu (23/7).

Medan (Pelita Batak)
Benni Pangaribuan abang kandung almarhum Andi Pangaribuan yang tewas akibat dianiaya dua oknum polisi di Sel tahanan Polres Tobasa November 2015 lalu datang ke Medan mencari keadilan, Sabtu (23/7/2016). "Saya datang dari Toba mencari keadilan atas kematian adik saya Alm Andi Pangaribuan yang dianiaya dua petugas kepolisian Tobasa November 2015 lalu", ujar Benni Pangaribuan.

"Abang Kandung dari Alm Andi Pangaribuan mencari keadilan atas kematian adik saya di Sel Tahanan Polres Tobasa" isi poster yang diusung Benni.

Benni mengaku kecewa terhadap penegak hukum atas kematian adik kandungnya. Bukan tak beralasan, penanganan atas pengaduannya kepada Poldasu beberapa bulan lalu belum membawa angin segar.

Ia juga mengisahkan kronologis singkat mulai dari penangkapan sampai kepada kematian adiknya yang dinilainya janggal. Menurutnya, alm Andi Pangaribuan diculik dan ada rekayasa oleh Kepolisian menyelipkan lintingan ganja ke Kantong Andi sebelum di bawa ke Polsek Silaen, dan kemudian tewas setelah di Sel Tahanan Polres Tobasa sendiri.

Awalnya ia mengetahui adiknya meninggal dari Margolang salah seorang Personel Kepolisian kenalannya yang bertugas di Polres Tobasa. Padahal, sebelumnya ia sempat memohon untuk membesuk adiknya, tapi belum diperbolehkan di jenguk oleh piket jaga pada Sabtu, 6 November pagi 2015 lalu. Namun, di tanggal yang sama ternyata sore  harinya, ia diminta untuk datang ke Kantor Polisi, untuk menjemput adiknya di Sel tahanan yang sempat di klaim bunuh diri oleh Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian.

Tentu hal itu membuatnya terkejut, diapun bergegas menuju Polres Tobasa bersma keluarganya. Dimintanya, agar Adiknya diautopsi, tapi pihak Polres mengatakan tidak ada dokter forensik lantaran hari Sabtu. Dia pun membawa adiknya ke RSU Porsea ada bekas luka dan lebam, namun hasilnya belum dapat menjawab pertanyaannya. Kemudian keesokan harinya Minggu (7/11) 215 allu diadakan acara adat, dan setelahnya direncanakannya di Bawa aotopsi ke RS Tentara. Namun, saat itu juga Kasad Narkoba menemuinya, kalau memang diatopsi dipersilahkan di bawa ke Rumah Sakit mana saja. Dan tidak sesuai rencana, sebelumnya keluarga berencana membawa autopsi ke RS Tentara Pematang Siantar, tapi surat pengantar dari Polres Tobasa agar jenazah Andi diautopsi di RS Djasamen Saragih.

Hasil dari autopsi sendiri, sampai sekarang tidak ada padanya. Atas dasar itu, ia mengadukan kasus tersebut ke  Propam Poldasu tanggal (30/11) lalu, dan terakhir ditangani oleh SPKT beberapa bulan terakhir yang kini kabarnya kasus tersebut berkasnya telah dilimpahkan ke Kejatisu. Namun, hingga kini tidak ada tanda-tanda kepastian hukum yang diperolehnya atas penetapan tersangka terhadap kedua Polisi itu sesuai dengan isi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertanggal 9 Juni 2016 lalu, yang diterima abang kandung korban, Benny Pangaribuan.

Anggota DPRDSU Sutrisno Pangaribuan ST, menyesalkan hal tersebut. Ia menegaskan, kedua oknum polisi yang ditetapkan sebagai tersangka harus ditahan dan diperiksa secara detail apa-apa saja yang terjadi dalam proses penangkapan. "Jangan - jangan nanti yang dua itu hanya korban sebuah sistem. Aktor intelektualnya belum disentuh. Karena tidak ada alasan Kapolres Tobasa bahwa dia tak bertanggung jawab. Karena pertanggung jawaban penuh ada sama Kapolres," paparnya.

Menurutnya, sekecil atau sebesar apapun permasalahan di Mapolres Tobasa itu menjadi tanggung jawab Kapolres bukan anggotanya. "Jadi kalau seperti ini Kapolres, saya minta kepada Kapoldasu supaya dibebas tugaskan. Saya juga minta pada Kapoldasu supaya memeriksa Kasat Narkoba," ungkapnya.

Ketua DPD Pospera Sumut Liston Hutajulu ST, mengatakan, dalam waktu dekat akan kembali menyambangi Poldasu bersama Benni Pangaribuan, untuk memperoleh kepastian hukum. Ia juga menyesalkan, kenapa kepada 2 tersangka diperlakukan istimewa di Republik ini, dan tidak dilakukan tindakan penahanan, dan kini malah masih dibiarkan aktif bertugas di Tobasa. Padahal sudah jelas, sesuai hasil penyidikan keduanya telah terbukti bersalah.

Liston berharap, DPRDSU dari dapil Tobasa hendaknya angkat bicara soal kematian Andi Pangaribuan. Termasuk anggota DPR-RI Trimedya Panjaitan dari dapil Sumut II komisi III agar mendorong Kapolri dan Kapolda untuk mengusut tuntas kasus kematian Andy Pangaribuan. (TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Tersangka Kasus Pembangunan Jaringan Listrik TA 2013 Ir Leonardo Pasaribu Sampai Saat Belum Dilimpahkan ke Kejaksaan

    2 bulan lalu

    TOBASA(Pelita Batak): Penanganan  kasus korupsi pembangunan jaringan listrik Tahun Anggaran 2013 menjadi perhatian publik. Sebab dua tersangka sebelumnya telah divonis oleh pihak Pengadilan

  • Usai Diautopsi di RS Bhayangkara Medan, Jenazah Tahanan Polsek Batangtoru Dimakamkan

    satu bulan lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Usai menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, jenazah Rifzal Riandi Siregar tahanan Polsek batangtoru yang tewas disebut bunuh diri, akhirnya dimakamkan di Desa Napa

  • Antonius Manullang Laporkan Penganiayaan yang Dialaminya Ke Polda Sumut

    4 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Didamping kuasa hukumnya, Hendri Antonius Manulang (38) penduduk Dusun IV Barat - A Jalan Gereja Jetun Nomor. 24 Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang

  • KontraS Sumut Minta Polda Turun Tangan Dalam Kasus Meninggalnya Tahanan Polsek Batangtoru

    4 minggu lalu

    Laporan David Manullang, Wartawan Pelita Batak Medan (Pelita Batak): Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam mendesak Polda Sumatera Utara untuk menyelidiki kasus meninggalnya Rifzal Riandy Siregar

  • Pengungsi Sinabung Ricuh, Satu Orang Tewas

    tahun lalu

    Diduga ditenggarai program relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo memunculkan kericuhan yang berujung tewasnya seorang warga, Jumat (29/7/2016).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online