• Home
  • News
  • Sosialisasi Empat Pilar, Anggota MPR RI Jhoni Allen: Masyarakat Batak Adalah Pancasilais
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 13 Februari 2019 13:16:00

Sosialisasi Empat Pilar, Anggota MPR RI Jhoni Allen: Masyarakat Batak Adalah Pancasilais

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Samosir (Pelita Batak):
Menyambut Pariwisata Danau Toba Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun yang akrab disapa dengan Anak Guru dari Desa melakukan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pelataran Horas Kita Desa Panampangan Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Minggu (03/02/2019) yang dihadiri oleh ratusan warga masyarakat dari berbagai desa di Kabupaten Samosir.

Dihadapan warga, Jhoni Allen Marbun menjelaskan bahwa sejak dahulu Budaya orang Batak selaras dengan apa yang terdapat dalam empat pilar MPR RI. Masyarakat Batak adalah masyarakat yang pancasilais. Hal ini dapat kita lihat dimana Suku Batak sejak dahulu telah Percaya kepada Tuhan atau "Mula Jadi Nabolon", menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang dituangkan dalam konsep "dalihan natolu (somba marhula-hula, elek marboru, manat mardongan tubu)", gemar membentuk persatuan atau "punguan-punguan", mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan yang dapat dilihat dalam acara "martonggo raja" dan memperjuangkan kesejahteran bersama melalui pola "marsiadapari", ungkapnya.

Politisi Senior Partai Demokrat ini juga mengungkapkan bahwa ada beberapa perubahan nilai yang terjadi saat ini dalam masyarakat Batak baik di Bona Pasogit maupun Perantauan, apakah karena perkembangan jaman atau yang lainnya. Kita berharap para tetua adat dapat berperan untuk mengembalikan keluhuran Budaya kita ke arah yang semestinya sebagaimana yang telah digariskan oleh Nenek moyang Orang Batak. Pada prinsipnya Budaya Batak relevan dengan Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara, pungkasnya. 

Alumni IPB Bogor ini juga menambahkan bahwa sejak dahulu masyarakat Batak juga sangat menghargai perbedaan dan terbuka. Hal ini dapat kita lihat dalam setiap  acara adat baik yang skala kecil dan skala besar, dengan kesadaran orang Batak senantiasa mempersiapkan makanan untuk "parsubang". Masyarakat Batak juga sangat terbuka terhadap perbedaan etnis, hal ini bisa kita lihat dari ritus mengangkat anak yang disebut "mangain". 

Keterbukaan orang Batak dalam mengangkat anak kemudian berkembang setelah ada pernikahan antar etnis. Di mana sebelum terjadi pernikahan, si calon non Batak ditabalkan kepada keluarga terdekat melalui adat. Hal ini menggambarkan bagaimana kita orang batak sesungguhnya adalah suku yang sangat terbuka, katanya.

Mencermati kekayaan budaya kita orang Batak dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Kebhinnekaan yang salah satunya kesiapan kita untuk menyambut Pariwisata Danau Toba. Kita sebagai masyarakat bisa menjadikan 4 Pilar MPR RI sebagai pedoman kita. Modal dasar untuk membangun parawisata Danau Toba disamping alamnya yang sangat indah tentu adalah bagaimana warga masyarakatnya bisa menerima kehadiran para wisatawan di Kawasan Danau Toba. 

Masyarakat yang tinggal di Kawasan Danau Toba harus bisa menjadi "partamue" yang  baik untuk semua wisatawan yang datang. Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional kita harus bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mematuhi segala aturan yang ada, menerima kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

Salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam acara ini memberikan tanggapan, 
bahwa masyarakat Kabupaten Samosir mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Republik Indonesia yang dipimpin Bapak Joko Widodo atas segala perhatian beliau kepada Kawasan Danau Toba.(*|TAp)
  BeritaTerkait
  • Jhoni Allen Marbun Dengar Suara Warga Kabupaten Humbang Hasundutan

    7 bulan lalu

    Humbahas (Pelita Batak):Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun atau yang akrab dipanggil Anak Guru Dari Desa menggelar kegiatan Rapat Dengar Pendapat dengan Masyarakat. Acara yang b

  • Dewan Mangaraja Adat Batak dan Lembaga Adat Budaya Batak Berdiri, Catat Sejarah Baru

    8 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Terbentuknya Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB), menjadi catatan sejarah baru bagi masyarakat Batak di Indonesia, bahkan Mancanegara. Be

  • Pemko Medan Marakkan Program Magrib Mengaji

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) Fenomena yang kini marak dalam masyarakat adalah makin ditinggalkannya kebiasaan mengaji Al’Quran selepas shalat Magrib di kalangan keluarga Muslim. Kini waktu malam le

  • Pospera Kota Padangsidimpuan Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

    2 tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : DPC Pelopor Perjuangan Rakyat (Pospera) Kota Padangsidimpuan menggelar sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan bagi seluruh Pelajar tingkat SLTA sedarajat dan SMP baik Neger

  • Hebat ! Festival Budaya Batak di Kalbar Dihadiri Ribuan Orang

    3 tahun lalu

    Kalbar (Pelita Batak) : Merantau jauh dari kampung halaman, bukan berarti harus terlepas dari akar budaya dan kebersamaan dengan kerabat. Hal itu tampaknya yang ingin dibuktikan ribuan orang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb