• Home
  • News
  • Sikapi Isu SARA dan Berita Hoax, Sihar Ajak Masyarakat Berpikir Rasional
Senin, 16 April 2018 13:30:00

Sikapi Isu SARA dan Berita Hoax, Sihar Ajak Masyarakat Berpikir Rasional

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus, mengajak masyarakat waspadai isu Suku Agama Ras dan Antar-golongan (SARA) dan berita hoax yang muncul. Namun, iya meyakini bahwa masyarakat saat ini sangat bijaksana dan rasional menyikapi kedua hal tersebut.

Hal tersebut dikatakan Sihar saat menyampaikan sambutan dalam deklarasi Relawan Horas Indonesia di Wisma Mahinna Center, Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (15/4/2018) sore. 

"Saya dengar berita hoax yang muncul dan disebarkan soal putra daerah dan Pak Djarot yang dijadikan menteri. Ini semua tidak mendasar, tidak rasional," ungkap Sihar.
Pria berkacamata itu pun mengajak para relawan untuk berpikir logika. Ketika mereka dicalonkan memimpin Sumut dan tiba-tiba Djarot ditunjuk oleh Presiden RI Jokowi Widodo menjadi menteri dan menyerahkan kepemimpinan Sumut kepada dirinya, ini di luar logika. 

"Mari kita bongkar logikanya. Bayangkan, untuk menjadi pemimpin daerah, harus memberikan kemampuannya 1.000 persen untuk daerahnya. Kenapa berita hoax-nya bukan saya yang jadi menteri? Atau saya dan Pak Djarot menjadi menteri? Yang pasti, kami berdua mengabdi untuk Sumut. Ini gosip, hoax yang jangan didengar," jelasnya.

Maka dari itu, Sihar mengajak masyarakat berpikir rasional. Sumut yang berada posisi keempat terbesar nasional, sepatutnya dipimpin oleh pemimpin yang memiliki wawasan dan pengalaman yang luas. "Saya ingin memberikan edukasi, bahwa Sumut adalah provinsi terbesar keempat nasional. Artinya, Sumut ini membutuhkan pemimpin yang berwawasan nasional dan berwawasan rasional. Karena Sumut berpeluang menjadi lirikan investor internasional, serta wisatawan internasional," tegas Sihar.

Sebelumnya, Ketua Umum Djarot-Sihar Institute, M Salim Simangunsong mengatakan para Relawan Djarot-Sihar (DJOSS) sepakat untuk menyikapi isu SARA dan berita hoax dengan arif dan bijaksana. Para relawan pun siap mengawal dan mengantarkan DJOSS memimpin Sumatera Utara periode 2013-2023 mendatang.

Diyakininya, masyarakat Sumatera Utara pun sudah bijak menyikapi isu SARA yang muncul dan mengarah kepada paslon yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut. "Isu SARA belakangan ini muncul, saya kira kita harus arif dan bijaksana menyikapi itu. Kita jangan terbawa arus isu yang muncul yang akhirnya merugikan paslon yang kita usung ini. Begitu juga masyarakat, saya kira pintar dan tak bisa dipecah belah," ungkapnya.

Ia menambahkan, sepatutnya masyarakat Sumut berterima kasih kepada paslon yang mengusung tagline 'Semua Urusan Mudah dan Transparan' itu. Sebab, Djarot yang sarat pengalaman dalam memimpin, yakni menjadi Wali Kota Blitar dan Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta, bersedia untuk memimpin Sumut. "Begitu juga dengan Pak Sihar yang mengambil risiko keluar dari zona nyamannya. Pengalamannya sebagai pengusaha dan juga menggeluti dunia sepakbola nasional patutnya menjadi bagian terdepan perubahan Sumut," yakin Salim.

Dirinya pun mengajak seluruh relawan DJOSS untuk merapatkan barisan dan satukan visi misi mengantarkan Djarot-Sihar memimpin dan melakukan perubahan Sumut ke depannya. "Tinggal hitungan minggu kita menentukan siapa pemimpin Sumut ke depannya. Mari kita bekerja sama, kita pejuang perubahan, masa depan Sumut," pungkasnya.

Deklarasi tersebut, para relawan yang tergabung dalam Horas Indonesia se-Sumatera Utara sepakat memenangkan DJOSS menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 mendatang. Sihar juga diberikan ulos sebagai tanda dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi pemimpin provinsi ini. (bcl comm)
  BeritaTerkait
  • Sikapi Isu SARA dan Berita Hoax, Ketua Repdem Asahan: Masyarakat Sumut tak akan Terprovokasi

    3 hari lalu

    Medan (Pelita Batak):Isu yang menyentuh Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) dan berita hoax terkait Pilkada Provinsi Sumatera Utara 2018, diyakini tak akan mempengaruhi masyarakat. Heterogen dan

  • Gubernur DKI Jakarta Sebaiknya Setingkat Menteri

    12 bulan lalu

    Bercermin pada Pilkada DKI Jakarta saat ini, banyak permasalahan yang timbul dalam masyarakat luas yang bukan hanya di DKI Jakarta, tapi berpengaruh ke seluruh Indonesia. Dampaknya sangat memengaru

  • Mengenal Hoax dan Social Engineering

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Banyaknya pengguna sosial media di Indonesia yaitu 106 juta pengguna aktif atau sekitar 40% dari penduduk Indonesia (sumber: laporan we are social Januari 2017) dimanfaatkan

  • Pemuda Masa Kini Dituntut Memiliki Kemampuan Jurnalistik

    12 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Keberadaan pemuda yang sentral saat ini dituntut untuk menjadi agen perubahan dalam merespon perkembangan media dan jurnalistik yang begitu pesat. Untuk itu melalui Pendi

  • Wali Kota Apresiasi Polrestabes Medan Tangkap Tersangka Penista Agama

    12 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :  Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mengapresiasi pihak Polrestabes Medan yang telah menangkap tersangka penistaan agama melalui media sosial. Diharapkan, k

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet