• Home
  • News
  • Seorang Petani Gugat Praperadilan Kapolres Tapsel
Rabu, 09 November 2016 05:40:00

Seorang Petani Gugat Praperadilan Kapolres Tapsel

BAGIKAN:
Ist
Kuasa Hukum mengadakan temu pers di Padangsidimpuan, Selasa 8 November 2016
Tapsel(Pelita Batak): Seorang petani bernama Sahat Bahagia Adebertus Panggabean ditangkap dan ditahan Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).  Tak terima dengan penangkapan dan penahanan tersebut, Sahat melalui penasihat hukumnya dari Firma Hukum Sentra Keadilan, yakni Gindo Nadapdap, SH, MH, Ganda Putra Marbun, SH, MH, Arisvandi, SH dan Leo Nababan, SH telah mengajukan gugatan Praperadilan terhadap Kapolres Tapsel di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan pada tanggal 9 November 2016 dengan register nomor 5/Pra/2016/PN Psp. 
 
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa 8 November 2016, Gindo Nadadap menyebutkan kasus berawal perbuatan Sahat membeli sebidang lahan seluas 4 hektare di Aek Garingging Desa Tanjung Beringin Kecamatan Huristak Kab. Padang Lawas. Tanah dibeli di hadapan Kepala Desa Tanjung Beringin. 
 
Selain Sahat, ada warga lain sebanyak 200 orang membeli lahan tersebut di hadapan Kepala Desa. Uang pembayaran seluruhnya diserahkan kepada Kepala Desa. Pembelian ini terjadi pada 28 Oktober 2014. Pada saat itu, keadaan di sekitar areal tanah sudah sangat banyak perorangan ataupun korporasi yang menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit baik dalam ukuran skala kecil maupun dalam skala yang sangat luas (ratusan dan puluhan ribu hektard). 
 
Selama ini tidak pernah terdengar warga, pihak kepolisian melakukan penangkapan dan penahanan terhadap warga yang melakukan usaha kebun di sekitar areal tersebut. Agar tanah tersebut dapat diusahai oleh semua warga termasuk Sahat menerima Surat Perintah Kerja dari Kepala Desa pada 25 Maret 2016. Berdasarkan surat perintah kerja tersebut, Sahat dan warga mengerjakan lahan tersebut untuk ditanami kelapa saat. 
 
Namun pada saat 1 unit excavator membuat batas lahan - lahan tersebut pada tanggal 20 Juni 2016, penyidik dari Polres Tapanuli Selatan mendatangi lokasi dan menghentikan pekerjaan excavator serta melakukan penahanan atau penyitaan terhadap excavator tersebut. Sampai dengan sekarang excapator tersebut masih ditahan di Polsek Binanga dan pihak polisi tidak ada memperlihatkan adanya surat penyitaan yang sudah dijinkan dan disetujui oleh Ketua Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, sesuai dengan ketentuan Pasal 38 ayat (2) KUHAP).
 
Tindakan Polres Padangsidimpuan berlanjut dengan membuat panggilan Surat Panggilan Nomor : S.Pgl/1369/VI/2016/RESKRIM, tertanggal 21 Juni 2016 dari Termohon kepada Pemohon untuk hadir di Polres Tapanuli Selatan sebagai saksi atas nama Ucok Panggabean, pada hal nama pemohon yang sebenarnya adalah Sahat Bahagia Adebertus Panggabean. 
 
Kemudian dlanjutkan dengan Surat Panggilan Nomor : S.Pgl/1426/IX/2016/RESKRIM, tertanggal 07 September 2016 dari Termohon kepada Pemohon atas nama Sahat Panggabean Als Ucok untuk dimintai keterangan sebagai tersangka  dalam perkara dugaan melakukan kegiatan perkebunan tanpa izin menteri di dalam kawasan hutan dan/atau membawa alat-alat berat dan atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk kegiatan perkebunan dan/atau mengangkut hasil kebun di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 92 Ayat (1) huruf (a) dan (b) Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.
 
Selanjutnya Polres membuat Surat Panggilan Ke-II Nomor : S.Pgl/1426.a/IX/2016/RESKRIM, tertanggal 07 September 2016. Karena Sahat tidak menghadiri Surat Panggilan Ke-II tidak dihadiri, maka Polres melakukan penangkapan dengan Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP.Kap/278/X/2016/RESKRIM, tertanggal 25 Oktober 2016. Sahat ditangkap di rumahnya di Dusun KUD Desa Langkimat.
 
Penangkapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penahanan pada tanggal 02 November 2016, Polres Tapsel menerbitkan Surat Perintah Penahanan terhadap PEMOHON dengan Nomor : SP.Han/197/XI/2016/RESKRIM, tertanggal 02 Nopember 2016, atas dugaan melakukan kegiatan perkebunan tanpa izin menteri di dalam kawasan hutan dan/atau membawa alat-alat berat dan atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk kegiatan perkebunan dan/atau mengangkut hasil kebun di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 92 Ayat (1) huruf (a) dan (b) Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
 
Kuasa hukum menilai enangkapan yang dilakukan oleh Polres Tapsel adalah unprosedural atau tidak sesuai dengan prosedur penangkapan sebagaimana diatut pada Pasal 19 ayat (2) KUHAP yang mengatur bahwa penangkapan terhadap pelanggaran UU hanya dapat dilakukan apabila surat panggilan sebagai tersangka sudah dilakukan dua kali berturut-turut. 
 
Maka dalam perkara ini Polres membuat surat panggilan ke-I sebagai Tersangka, sedangkan surat panggilan ke-II sebagai Saksi atas nama Sahat Panggabean. Dengan demikian Polres belum melakukan surat panggilan sebagai tersangka sebanyak dua kali berturut-turut karena sp-1 adalah sebagai tersangka sedangkan sp-2 adalah sebagai saksi. Karena itu Polres telah melakukan penangkapan tanpa melalui proses pemanggilan sebagaimana diatur pada Pasal 19 ayat (2) KUHAP.
 
Hal tersebut sebenarnya telah disampaikan oleh pihak keluarga Sahat kepada penyidik Polres, tetapi mereka mengabaikan keberatan keluarga, dan langsung melakukan penangkapan.
 
Kasus Praperadilan ini akan segera disidangkan, untuk mendengar tanggapan Polres Tapsel sebagai termohon.(R2)
  BeritaTerkait
  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    8 bulan lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Buron Penganiaya Polisi di Medan, Ditembak Di Tapsel

    6 bulan lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Satuan Reskrim Polres Tapanuli Selatan bersama tim dari Polda Sumatra Utara, Rabu 7 Mei 2017 pagi berhasil meringkus salah seorang tersangka yang disebut buronan atas nama Sona

  • Keluarga Ipda (Anumerta) M Sigalingging Minta Pelaku Dihukum Berat

    6 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Tragedi penyerangan Mapoldasu oleh terduga teroris SP cs telah mengakibatkan seorang bhayangkari harus kehilangan suami dan ayah bagi 9 (Sembilan) anak Ipda (Anumerta)

  • Pemkab Tapsel Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda

    2 bulan lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di pertapakan kantor Bupati Tapsel, Desa Dano Situmba, Si

  • Nikson Silalahi, Membangun Kabupaten Dairi Lewat Pendidikan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sebagai anak dari seorang petani, Nikson Silalahi yang lahir dan besar di Parongil/Dairi merupakan anak kampung tulen. Dia penggemar olahraga bola kaki dan bulu tangkis yang k

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online