• Home
  • News
  • Seminar Kilometer Nol Perabadan Islam Nusantara di Barus
KSP Makmur Mandiri
Senin, 10 April 2017 10:45:00

Seminar Kilometer Nol Perabadan Islam Nusantara di Barus

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Seminar Nasional Peradaban Islam di Nusantara dan Kilometer Nol di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara dinilai sangat bermanfaat dalam upaya menggali pertama kali masuknya Islam di Nusantara.

Hal itu dikatakan Gubernur Sumut Erry ketika membuka Seminar Nasional Peradaban Islam di Nusantara dan Kilometer Nol di BarusTapanuli Tengah (Tapteng) di Gedung Rektorat Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu (08/04/2017).

Hadir Kakanwil Kemeg Sumut Tohar Bayoangin, Pembantu Rektor Unimed, narasumber Prof Usman Pelly, Dr phil Ichwan Azhari (Unimed), Prof Rusmin Tumanggor (UIN Jakarta), Dr Husaini Ibrahim MA (Unsyiah), Shohibul AS (UMSU), dan Erry Soedewo (Balai Arkeologi Medan).

Dalam kesempatan itu,ia menyebutkan seminar ini juga memiliki makna strategis khususnya dalam menggali tentang peradaban Islam di Nusantara khususnya mengenai masuknya Islam di daerah Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

"Untuk itu saya minta kepada narasumber agar benar-benar memanfaatkan pertemuan ini semaksimal mungkin sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam menyikapi kekayaan peradaban islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Peradaban patut memainkan peran pentingnya terhadap perkembangan global yang diperani oleh negara-negara maju," ujarnya.

Disisi lain, lanjut Erry, pelaksanaan seminar kali ini guna menunjukkan adanya perhatian yang serius dari Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) dan Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) yang menghadirkan para narasumber dari berbagai perguruan tinggi dan berbagai bidang ilmu yang kaitannya sangat erat dengan peradaban dan kesejarahan.

"Saya sangat berharap, mudah-mudahan seminar ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan peradaban Islam nusantara ditengah-tengah kemajuan global yang begitu cepat berubah dan ada kalanya tidak sesuai dengan nilai-nilai keimanan masyarakat Islam di tanah air," tandasnya.(TAp)

  BeritaTerkait
  • Bertemu Jam'iyah Batak Muslim, Gubernur Nyatakan Butuh Dukungan Semua Pihak

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi menegaskan semua pihak termasuk JBMI harus ikut mendukung agar program pemerintah pusat khususnya program strategis Pro

  • Jokowi Kunjungi Makam Mahligai

    2 tahun lalu

    Tapanuli Tengah (Pelita Batak) : Dalam kunjungan kerja ke Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi makam Mahligai di Desa Daka, Kec. Barus, Kab. Tapan

  • Presiden Jokowi: Banyak Budaya Batak Sejalan dengan Nilai Islam 'Rahmatan Lil Alamin'

    2 tahun lalu

    Tapteng (Pelita Batak) : Usai meresmikan pembangunan asrama haji di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana beserta rombongan meng

  • Pusat Habatakon (Batak Center) Didirikan untuk Menyelamatkan Kebudayaan Batak di Masa Depan

    10 bulan lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Kebudayaan Batak perlahan-lahan ditinggalkan oleh penganutnya yaitu orang-orang Batak itu sendiri, semakin tergerus oleh kemajuan teknologi informasi, pergaulan bebas, hedonisme

  • Presiden Jokowi Kunjungi SMAN 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Mengawali kunjungannya ke sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Jumat (24/3/2017) pa

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb