• Home
  • News
  • Sejumlah Lingkungan di Kelurahan Rianiate Tapsel Terisolir, Belum Menikmati Listrik Hingga Sekarang
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 15 September 2018 11:31:00

Sejumlah Lingkungan di Kelurahan Rianiate Tapsel Terisolir, Belum Menikmati Listrik Hingga Sekarang

BAGIKAN:
Saut Togi Siregar
Perkampungan yang belum menikmati listrik

Tapsel (Pelita Batak) : Walau sudah berada di daerah yang  berstatus kelurahan, namun sejumlah lingkungan di  kelurahan Rianiate Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan hingga kini  belum menikmati aliran listrik dari PLN.

Seperti lingkungan VII Gunung  Omas Kelurahan Rianiate, selain belum menikmati listrik juga di perparah keadaan Infrastruktur ber kerikil tajam dan tanah merah menghiasi medan jalan dengan tanjakan turunan walau tidak begitu ekstrim dan merupakan satu-satunya akses menuju Gunung Omas dari Jalan Utama Batangtoru-Siais.

Konstruksi bangunan rumah yang hanya terbuat dari papan model rumah panggung inilah masyarakat setempat melepas lelah setelah seharian bekerja di ladang, karena mayoritas pekerjaan mereka adalah tani.

Tak banyak yang bisa mereka perbuat saat malam hari telah tiba, seluruh penjuru kampung terlihat gelap gulita, hanya ada satu dua buah bola lampu pijar yang menyinari masjid dan tempat anak-anak mengaji, pijaran bohlam itu digerakkan dari mesin genset.

Sedangkan di rumah masing-masing warga mereka menggunakan lampu teplok yang terbuat dari botol bekas dengan sumbu dan diberi minyak tanah sebagai asupan nyala api di sumbu, warga sekitar menyebutnya "lampu tellong".

Panyahatan Siregar (70) Guru Mengaji Gunung Omas bercerita, sejak kampung ini berdiri masyarakat sama sekali belum pernah menikmati penerangan listrik. "Tak pernah ada jaringan listrik di kampung kami," ujarnya.

Di kampung ini, kata Panyahatan, hanya 1 unit mesin gensetlah sumber penerangan di waktu kami melaksanakan shalat malam hari di masjid dan pengajian anak-anak. "Sedihnya bila ada warga yang meninggal di malam hari, mesin genset itu rusak maka mereka harus berlapang dada disinari lampu teplok dengan pencahayaan seadanya," katanya.

Padahal, kampung ini cuma berjarak 2,5 kilometer dari Lingkungan VI Bahung Kelurahan Rianiate, tempat tiang listrik terdekat berada (Jalan Utama Batangtoru-Siais). "Api entah kenapa belum ada upaya pemasangan jaringan listrik ke kampung kami," ujar Panyahatan yang juga pelopor pengentas buta huruf di Gunung Omas.

Hal senada juga dituturkan Yusrida Hanum (35). ibu 2 anak ini mengatakan di zaman teknologi sekarang, mereka tidak pernah memakai mesin penanak nasi yang dengan sekali tekan, hiburan televisi, listrik saja mereka tidak punya. "Prihatin lagi, anak-anak belajar di malam hari disinari penerangan yang minim," katanya.

Kepala Lingkungan Gunung Omas Ismail Siregar menyatakan, sekitar 2 tahun lalu pernah ada wacana pemasangan jaringan listrik ke kampung mereka. Tapi anehnya ujung-ujungnya mereka diminta uang atas pemasangan tersebut.

"Saya katakan kami bersedia memberikannya setelah pemasangan jaringan terealisasi. Kami menduga, itu hanyalah permainan bulus mereka yang mengaku pihak PLN Medan untuk memperdayai kesulitan warga atas ketiadaan listrik, dan buktinya sampai saat ini mereka tidak pernah muncul," ujarnya.

Ismail melanjutkan, dalam waktu dekat memang ada program yang disampaikan pihak kecamatan, bahwa akan datang bantuan pengadaan listrik tenaga surya. "Tapi itu kan sifatnya cuma darurat karena hanya mampu menghasilkan voltase yang sangat sedikit. Cuma bisa menyuplai arus bola lampu saja, bahkan hanya tersedia untuk 20 KK saja," paparnya.

Terkait pemasangan jaringan listrik, rasanya tidak ada kendala berarti, jalan menuju kampung kami sepanjang 2,5 kilometer lebar 6 meter, jadi untuk titik tonggak listrik masih bebas berdiri dibahu jalan, dan sejak 2011 jalan itu telah resmi milik umum.

Ia sangat memohon, kiranya Bapak Bupati Tapanuli Selatan berkenan mendengar keluh kesah mereka, bahwasanya 73 tahun Indonesia merdeka,  di Gunung Omas ini belum merasakan hakikat kemerdekaan sejati khususnya dalam hal penerangan.

Menduga masalah utama tidak adanya aliran listrik karena pasokan yang minim, mereka kini berharap pada PLTA Batangtoru yang sedang dibangun. Proyek yang akan menghasilkan 510 MW itu diharapkan segera selesai agar kampung mereka tak lagi gelap.

Disamping solusi mengatasi krisis listrik, diharapkan keberadaan PLTA yang berjarak sekitar 40 km dari kampung mereka itu, nantinya dapat menyediakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

"Kalau memenuhi kualifikasi, sudah sepatutnya warga lokal diprioritaskan sebagai tenaga kerja di PLTA tersebut. Apalagi mengingat titik kampung kami berada di sekitar zona pembangunan PLTA, sehingga sangat wajar kehadiran perusahaan sebesar itu memberikan dampak positif bagi perubahan," ujar Ismail.

Selain Lingkungan VII Gunung Omas Kelurahan Rianiate, masih ada lokasi lainnya yang belum mendapatkan fasilitas listrik di wilayah Kecamatan Angkola Sangkunur, yakni Lingkungan II Aek Sabatang Godang, Lingkungan V Aek Sabatang Menek, dan Lingkungan IV dan Lingkungan VI.(Saut Togi Ritonga)

  BeritaTerkait
  • Tapsel Bersinar, 12 Ribu Jiwa Nikmati Listrik Non PLN di Era Presiden Joko Widodo

    9 bulan lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Berkat program nasional energi baru dan terbarukan  di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sebanyak 19 pembangkit listrik skala kecil, baik Pembangkit Listrik Tenaga Mikr

  • Nurhajizah Marpaung Jajaki Bangun PLTS untuk Kawasan Terpencil di Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Hj Hurhajizah Marpaung menjajaki pembangunan pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) dengan solar panel di kawasan pelosok dan

  • Bergerak ke Pasar Internasional, Tabo Kopi Sipirok yang Nikmat

    tahun lalu

    Sipirok (Pelita Batak) :Potensi kopi Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai banyak dilirik importir kopi dalam dan luar negeri salah satu diantaranya produk Tabo Kopi Sipirok.Demikian dituturkan Di

  • PLTMH Silangkitang - Tambiski Terangi Sejumlah Dusun di Kecamatan SD Hole

    9 bulan lalu

    Tapsel ( Pelita Batak) : Sejumlah dusun di Kecamatan Kecamatan Saipar Dolok hole Kabupaten Tapanuli Selatan akhirnya dapat menikmati aliran listrik pasca selesai nya pembangunan  Pembangkit

  • PLN Padangsidimpuan Bangun Listrik Desa di Tapsel

    3 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Dua program khusus tengah dijalankan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (SDM) guna mempercepat penyediaan listrik di seluruh wilayah Indones

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb