• Home
  • News
  • Saut Situmorang Ajak Mahasiswa Tanamkan Kejujuran dan Integritas
Kamis, 10 Agustus 2017 13:08:00

Saut Situmorang Ajak Mahasiswa Tanamkan Kejujuran dan Integritas

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak) :
Wakil Ketua Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri Seminar Nasional Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) Medan di Kampus UPH-Lippo Plaza Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (09/08/2017).

"Hadirnya Wakil Ketua KPK RI Bapak Saut Situmorang sebagai keynote speaker dalam seminar hari ini menjadi sangat penting khususnya bagi generasi muda kita yang merupakan calon-calon pemimpin dimasa-masa mendatang. Generasi muda harus menjadi agen perubahan agar negera kita, provinsi kita lebih baik lagi dimasa mendatang," ucap Gubsu Erry.

Erry menjelaskan, peran Perguruan Tinggi dinilai sangatlah strategis dalam pemberantasan korupsi di tanah air. Sebagai lembaga pendidikan yang diisi generasi muda, para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di negeri ini.

Untuk itu Erry mengajak para generasi muda dapat menanamkan rasa kejujuran dan integritas. Karena dengan kejujuran dan intergritas akan memberikan dampak positif bagi seseorang untuk menghilangkan sifat-sifat korupsi yang dinilai sebahagian orang telah menjadi kebiasaan.

Erry juga menyampaikan mengapresiasi atas perhatian yang tinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). Hal ini ditandai dengan sejumlah rencana aksi yang telah disepakati bersama Tim Kopsurgah KPK guna mendorong pemberantasan korupsi di Sumut.

"Seperti kita ketahui Indeks Persepsi Korupsi Indonesia sekitar 37 jauh dibawah negara-negara tetangga kita, khususnya Singapura yang sudah mencapai 80. Rendahnya indeks persepsi korupsi ini terjadi karena memang pemerintahan dan pelayanan publik kita belum maksimal dan perlu dirubah sistemnya. Makanya kita mendorong segala bentuk pelayanan publik dengan berbasis online agar lebih efektif dan transparan untuk mencegah terjadinya tatap muka yang berpotensi terjadinya KKN," terang Erry lagi.

Lanjut Erry, lewat pendampingan KPK RI telah dilahirkan sembilan rencana aksi pemberantasan korupsi. Salah satu aksi yang dilakukan melalui bidang pendidikan yakni penerimaan perserta didik baru (PPDB) tingkat SMA sederajat yang kini menjadi kewenangan Provinsi. Meskipun masih memiliki sejumlah kekurangan namun Erry mengaku PPDB online telah memangkas praktek KKN yang selama ini terjadi saat PPDB setiap tahunnya.

"Memang kita akui banyak tekanan dari sejumlah pihak terkait penerapan sistem ini. Tapi tidak sedikit pula orangtua murid yang mengaku senang karena anaknya diterima di sekolah favorit meskipun mereka tidak memiliki uang, backing atau orang kuat yang mengurusnya. Para kepala sekolah juga banyak yang mengaku senang karena selama ini mereka mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu untuk pengurus PPDB ini," ujar Erry sembari mengatakan bahwa segala pelayanan publik di Pemprov Sumut telah mengarah ke sistem online.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kembali menekankan perlunya intergritas di dalam diri seseorang. Persoalan yang dihadapi bangsa sebelum reformasi tahun 1998 dan juga kini adalah persoalan integritas yang bermuara kepada peningkatan daya saing dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Sejak sebelum reformasi dulu sudah ada UU maupun lembaga yang berwenang untuk korupsi ini. Bukan karena dulu tidak ada UUnya atau Presiden serta DPRnya tidak memiliki visi pemberantasan korupsi tapi karena persoalan integritas. Integritas tidak hanya kita tidak korupsi tetapi juga bagaimana kita meningkatkan daya saing. Integritas itu sesuatu yang tidak pernah berubah dari waktu kewaktu karena didalamnya ada "Tuhan". Tentu kita akan takur melakukan hal yang dilarang jika menyadari kalau tuhan itu tahu," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Saut juga mengharapkan para generasi muda dan para mahasiswa untuk menanamkan integritas. Karena kelak ditangan para generasi mudalah nasib bangsa ini berada.

"Saya tidak setuju korupsi itu menjadi budaya. Karena budaya itu tentulah hal yang positif dan harus kita jaga. Lakukanlah hal-hal kecil untuk mencegah terjadinya korupsi. Karena dari yang kecil ini biasanya menjadi kebiasaan untuk melakukan hal yang besar. Mari bergabung dengan KPK," ujarnya Saut.

Sebelumnya Presiden Yayasan Universitas Pelita Harapan (UPH) DR Jonthan L Parapak mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Gubernur Sumut Erry Nuradi dalam seminar nasional yang dilaksanakan pihaknya.

"Mudah-mudah masukan yang diberikan Wakil Ketua KPK dan Gubsu akan menjadi motivasi dan komitmen bagi kita untuk hidup dengan integritas. Hidup tanpa korupsi," ujarnya.(TAp)
  BeritaTerkait
  • GMKI Bertemu Pimpinan KPK, Akan Direkrut Penyuluh Antikorupsi Bersertifikat

    10 bulan lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) bertemu tiga pimpinan KPK, yakni Saut Situmorang, Irjenpol Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata bersama jajara

  • Olimpiade Akuntansi Regional 2017 FE Nommensen Sukses

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen (FE UHN) disponsori oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi Akuntansi Regional Medan 2017. Kegiatan yang

  • Bupati Dosmar Lantik Anggota Unit Pemberantasan Pungli Kabupaten Humbang Hasundutan

    10 bulan lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor melantik anggota unit pemberantasan pungutan liar untuk wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan. Pembentukan unit pemberantasan

  • LP3M Diharapkan Tanamkan Nilai-nilai Nasionalisme Dan Patriotisme Pada Wisudawan

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi mengharapkan Politeknik Unggul LP3M menjadi salah satu perguruan tinggi berkelas di Sumatera Utara yang senantiasa menc

  • Saut Situmorang Ajak Warga Sumut Awasi Pejabat Agar Tidak Korupsi

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengawasi secara ketat Provinsi Sumatera Utara dari tindak pidana korupsi. Selain itu, ada Provinsi Riau, Banten dan Papua yang tin

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online