• Home
  • News
  • SNI Melindungi Industri Pelumas Dalam Negeri
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 10 Februari 2017 11:53:00

SNI Melindungi Industri Pelumas Dalam Negeri

BAGIKAN:
Ist
SNI
Jakarta (Pelita Batak): Pasar pelumas dalam negeri masih digempur produk impor. Lihat saja, merujuk data BPS dan Kementerian Perindustrian, industri pelumas dalam negeri mampu memproduksi pelumas jadi sebesar 1,8 Juta Kiloliter per tahun. Namun kemampuan pasar dalam negeri untuk menyerap produksi pelumas dalam negeri hanya 47 % dari total produksi pelumas jadi yang dihasilkan di dalam negeri. 
 
Kondisi ini membuat 950 ribu kiloliter atau setara dengan 53% produk pelumas jadi tidak terserap  oleh pasar pelumas jadi dalam negeri. Diperburuk dengan masuknya impor produk pelumas sehingga memperberat  produsen produk pelumas jadi dalam negeri.
 
Tak heran, selama 5 tahun terakhir neraca perdagangan produk pelumas jadi terus mengalami defisit neraca perdagangan.Untuk jenis pelumas non sintetik mengalami defisit USD 256,3 juta/tahun dan untuk jenis pelumas sintetik terjadi defisit USD 86,13 juta/tahun. 
 
Salah satu yang membuat oli impor kian mudah masuk lantaran belum ada kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk pelumas. 
 
Humas Asosiasi Produsen Pelumas Dalam Negeri (Aspelindo)  Arya Dwi Paramita menuturkan, industri berharap agar pemerintah bisa segera menerapkan dan memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pelumas. 
 
Arya yang juga Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Lubricant, menilai, dengan pemberlakuan SNI akan mampu memberi perlindungan terharap terhadap produsen dalam negeri sekaligus konsumen. Sekaligus juga untuk melindungi dari gempuran oli impor yang tidak jelas mutu dan kualitasnya.
 
"Perlu adanya suatu standar untuk melindungi konsumen dan produsen pelumas dalam negeri. SNI wajib akan menjamin mutu pelumas yang beredar sehingga konsumen akan diuntungkan. Efeknya, memajukan industri pelumas dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam menghadapi MEA," tegas Arya, kepada media, Selasa 7 Februari 2017. 
 
Soal SNI kapan diterapkan, menurut Arya, sepenuhnya kewenangan pemerintah. Yang pasti, SNI menjadi bukti adanya perlindungan industri dan konsumen.  "Kalau soal kapan diterapkan itu porsi pemerintah yang menjawab,"kata Arya.  
 
Pertamina Lubricant sendiri merupakan anggota Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo). Seperti diketahui, saat ini, terutama di berbagai daerah, banyak beredar pelumas dengan merk tidak jelas dan kualitas alakadar. Nah, jika SNI diberlakukan, diyakini akan bisa mengontrol dan menjaga kualitas pelumas yang beredar.
 
"Menentukan buruk atau baiknya kualitas kan harus ada standarnya, itu pentingnya SNI. Kami sebagai produsen lebih mengutamakan kepercayaan dan perlindungan konsumen dan tentunya fair competition," tegasnya. 
 
Menurut Arya, produk impor sah saja masuk asal harus comply dengan standar yang ditetapkan Indonesia. Barang yang diproduksi di dalam negeri, kata Arya, tentunya juga harus comply dengan standar yang diterapkan tersebut. "Jadi equal," tandasnya.
 
Untuk diketahui, Kementerian Perindustrian berencana memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk pelumas. Namun, rencana yang digaungkan sejak 2007 silam itu, kini masih belum tahu kapan diberlakukan. Regulasi SNI oli juga masih bersifat sukarela. Padahal, SNI dibutuhkan agar industri dalam negeri bisa menikmati pasar domestik.(R2)
  BeritaTerkait
  • SNI Bisa Ciptakan Kompetisi Fair di Bisnis Pelumas

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Kementerian Perindustrian berencana memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk pelumas. Namun, rencana yang digaungkan sejak 2007 silam itu, kini masih belum

  • Khotbah Natal Pemprovsu, 19 Desember 2018 di Hotel Danau Toba, Medan, pkl 17.00: "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" (1 Korintus 1:30)

    4 bulan lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBPHP/WA: 0812-62472015Sub Tema: "Dengan Perayaan Natal Pemprovsu Berhikmat Melayani Masyarakat Menuju Sumut Lebih Bermartabat."PengantarSaudara

  • Kerjasama Daerah Penghasil Tembakau Semakin Menguat

    2 tahun lalu

    Lampung(Pelita Batak): Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) terus memperkuat organisasi. Kali ini APTI mengadakan Musyawarah Kepengurusan Daerah di Provinsi Lampung. Musyawarah itu dilaksanaka

  • Kuliah Umum Panglima TNI di UMSU

    satu bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH turut mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP dan Kapolri Jendral Tito Karnavian menghadiri Kuliah Umum dan Silatura

  • Ini Ulasan Firman Jaya Daeli Pada Seminar Sekolah Lemdik-Sespimti Polri

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam hal ini Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari aspek sistem ketatanegaraan (Sistem Konstitusi UUD 1945 dan Sistem Legislasi/Tap MPR RI) pada hakekatnya mengandung dan men

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb