• Home
  • News
  • SIHAR SITORUS: Politik Uang dan Politisasi SARA Persulit Diri Sendiri
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 14 Februari 2018 23:09:00

SIHAR SITORUS: Politik Uang dan Politisasi SARA Persulit Diri Sendiri

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Sihar Sitorus
Medan (Pelita Batak):
Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA dalam perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018 digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut di Lapangan Istana Maimun, Medan, Rabu (14/02/2018).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir para calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Sihar Sitorus. Keduanya hadir dengan mengenakan kaos berwarna hitam bertuliskan Pilkada Keren Tanpa Politik Uang dan Politisasi Sara. 

Selain calon wagub, turut hadir Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Bawaslu Sumut dan jajarannya serta para simpatisan kedua calon. 

Terkait dengan deklarasi yang dilakukan, Sihar Sitorus mengatakan, dirinya dan Djarot sangat sepakat dengan menolak adanya politik uang dan politisasi SARA pada Pilgub Sumut. "Politik uang dan politisasi SARA ini mempersulit diri sendiri," kata Sihar,Rabu (14/2). 

Hal itu pun, telah mereka tunjukkan dalam visi dan misinya. Dimana mereka berupaya merubah setigma Sumut selama ini. Dimana Sumut yang biasanya diartikan semua urusan mesti uang tunai akan diubah menjadi semua urusan mudah dan transparan  

"Maka tujuan kami adalah mempermudah semua urusan dan menjadikannya transparan," ungkap Sihar.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan mengatakan, dalam kegiatan itu mereka menggunakan simbol burung merpati. itu menandakan kebebasan dan kesetiaan. 

Kebebasan yang dimaksud adalah, tanpa adanya tekanan dan pengaruh dari pihak manapun."Pemilihan gubernur tidak ada tekanan dari pihak manapun. Pelepasan alon warna warni menggambarkan bermacam suku,agama yang ada di Sumut," ujarnya. 

Sedangkan simbol cap tangan itu lanjutnya, menunjukkan bahwa, pihaknya menolak segala bentuk politik uang dan menolak isu SARA. "Potensi politik uang dapat memunculkan jiwa koruptor ketika menjalankan roda pemerintahan," tandasnya.(TAp|*)
  BeritaTerkait
  • Calon Wakil Gubernur, Musa Rajekshah Tolak Politik Uang dan SARA

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Usai deklarasi menolak politik uang dan politisasi SARA yang dilaksanakan Bawaslu Sumut, Rabu (14/2/2018) di Istana Maimun, Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah men

  • Gubsu Hadiri Deklarasi Lawan Politik Uang Dan Politisasi SARA Pada Pilgub Sumut

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang serta Politisasi SARA pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut 2018.Acara

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    2 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  • Ketika DJAROT "Menjual" Pengalaman dan Track Record

    6 bulan lalu

    Oleh: Antoni Antra PardosiStrategi memojokkan Djarot Saiful Hidayat sebagai "kandidat import"  pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 belum kendor. Cap kurang menguasai teritorial

  • Ini Alasan Masyarakat Dukung Djarot-Sihar

    7 bulan lalu

    Siantar (Pelita Batak) :Dukungan dari berbagai kelompok dan lapisan masyarakat untuk memenangkan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitoru

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb