• Home
  • News
  • SIHAR SITORUS: Jangkar Perekonomian Danau Toba Bergantung Dari Geo, Bio dan Cultural Diversity
KSP Makmur Mandiri
Senin, 05 Maret 2018 17:41:00

SIHAR SITORUS: Jangkar Perekonomian Danau Toba Bergantung Dari Geo, Bio dan Cultural Diversity

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Jakarta (Pelita Batak):
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus mengajak masyarakat di Sumut untuk menjaga keragaman hayati dan budaya yang ada di kawasan Danau Toba. Menurut calon nomor urut dua ini, keragaman tersebut merupakan penyempurna dari bentangan kaldera yang menjadi warisan dunia.

Calon yang maju mendampingi Djarot Saiful Hidayat  tersebut melihat adanya suatu paradoks  antara objek wisata kelas dunia dan jumlah wisatawan yg minim.  Saat ini Danau Toba adalah kawasan eksotis yang mampu menarik beragam wisatawan. Namun menurut pebisnis multi-usaha tersebut, daya tarik sesungguhnya dari Danau Toba ada pada alam yang menghasilkan keragaman hayati dan mempengaruhi budaya yang menjadi keseharian masyarakat sekitar Danau Toba. Satu satunya danau yang memiliki keragaman budaya dalam satu kawasan menurut Sihar hanya Danau Toba. Termasuk keragaman hayati.

Uniknya banyak tanaman yang populasinya ada di sekitar Danau Toba yang menjadi keunikan Danau Toba. Contohnya kemenyan yang hanya dihasilkan beberapa kawasan di dunia, dan yang terbaik ada dari Danau Toba yakni dari dataran tinggi Humbang Hasundutan (Humbahas) dan sekitar kawasan dataran tinggi Tapanuli Utara (Taput) dan Toba Samosir (Tobasa).

"Ini harus kita lihat sebagai keunikan yang dijaga. Karena tanaman tersebut adalah tanaman purba yang ada di tanah leluhur. Istimewanya lagi, banyak masyarakat di sekitarnya yang menjadikan ini sebagai sektor ekonomi," ujarnya, Senin (5/2/2018) di Jakarta.

Contoh lain yang dipaparkan Sihar adalah tanaman unik andaliman. Jenis jeruk dengan ukuran kecil menyerupai merica tersebut merupakan tanaman dengan habitat terbatas. Karena hanya tumbuh di kawasan Danau Toba. Keunikan ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar Danau Toba sebagai sumber perekonomian. Karena mempengaruhi pada daya konsumsi masyarakat yang juga masuk dalam bumbu makanan tradisional. 

"Bahkan makanan tradisional masyarakat di kawasan Danau Toba tidak bisa lepas dari andaliman ini. Karena itu harus dilihat sebagai bagian dari keunikan Danau Toba. Jadi ketika berbicara Danau Toba bukan berbicara eksploitasi, melainkan eksplorasi," jelasnya.

Sihar menambahkan, keunikan hayati adalah nilai jual tinggi, demikian juga dengan budaya. Contohnya dalam satu hamparan danau muncul beragam budaya. Ada Simalungun, Karo, Pakpak dan Toba. Keseluruhannya memiliki ikatan satu dengan yang lain dan dengan keberagaman yang indah. Contohnya banyak bahasa daerah dan pelaksanaan adat istiadat yang memperkaya kawasan Danau Toba ini. 

"Jadi Danau Toba itu sesungguhnya sudah mempersatukan kita. Karena keberagaman yang ada di dalam dapat hidup secara berdampingan dan saling mempengaruhi. Contohnya masyarakat di dataran tinggi kawasan Danau Toba seperti kawasan Tanah Karo, Dairi dan Toba menjadi penghasil agro untuk tanaman holtikultura. Sementara di pinggir Danau Toba menjadi penghasil tanaman padi dan bawang. Jadi bisa diselaraskan," katanya.

Jika dikaitkan dengan dunia pariwisata, menurut Sihar yang harus dilakukan adalah kolaborasi antara keragaman hayati dan budaya dalam satu panggung yang kita sebut Danau Toba. Dengan demikian maka kita bisa menjual atraksi pariwisata yang sangat mahal dan bernilai tinggi. 

Karena itu, menurut Sihar investasi terbesar di kawasan Danau Toba adalah alam dan masyarakatnya. Sehingga harus dilakukan penjagaan dan pengembangan yang selaras agar mampu menjadi sektor perekonomian yang berkontribusi untuk masyarakat, daerah dan negara. 

"Kalau semua bisa dikembangkan secara bersama-sama, tanpa harus merusak. Jaga, lestarikan dan kembangkan. Karena semakin dilestarikan maka akan semakin berharga," paparnya.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Sihar: Geopark Kaldera Toba Bisa Menjadi Jangkar Ekonomi

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Danau Toba yang diproyeksikan masuk sebagai taman bumi lewat program Geopark Kaldera Toba (GKT) yang diusulkan juga masuk Unesco Global Geopark (UGG) diharapkan dapat menjadi jang

  • Sihar Mencintai Alam dan Peradaban Kehidupan

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Wisata alam bebas yang dilakukan Sihar di sejumlah objek wisata di Samosir mendapat apresiasi yang cukup besar. Kecintaan Sihar terhadap alam dinilai sebagai gambaran kecintaan Si

  • Sihar Sitorus : Pengembangan Geopark Sejahterakan Masyarakat Sumut

    3 bulan lalu

    Dolok Sanggul (Pelita Batak):Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus mengharapkan semua pihak menjaga dan melestarikan Geopark Kaldera Toba (GKT). Pasangan Djarot Saiful Hi

  • Pengusaha Lokal Harapkan DJOSS Kembangkan UMKM

    4 bulan lalu

    Dolok Sanggul (Pelita Batak):Pengusaha lokal di Humbang Hasundutan (Humbahas) harapkan pasangan Djarot-Sihar kembangkan UMKM. Pasangan yang akrab disapa DJOSS tersebut dinilai mampu dan mapan dalam pe

  • Gubernur Berharap Pemerintah Pusat Perhatikan Proyek Strategis Nasional di Sumut

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengharapkan perhatian Pemerintah Pusat terhadap proyek-proyek strategis nasional yang ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). D

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet