• Home
  • News
  • Rony Situmorang Dukung Zero Tolerance Polusi Danau Toba
KSP Makmur Mandiri
Senin, 25 Juli 2016 08:01:00

Rony Situmorang Dukung Zero Tolerance Polusi Danau Toba

BAGIKAN:
Ronny Renaldo Situmorang

Medan (Pelita Batak)
Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat, Rony Reynaldo Situmorang, mendukung pernyataan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan yang menyatakan zero tolerance untuk polusi di danau Toba. Niatan Luhut ini disampaikannya pada acara penutupan festival paduan suara bertaraf internasional yang bertajuk 1st North Sumatera International Choir Competition 2016 di Open Stage Parapat, Sabtu (23/7).

Menurut Rony, langkah awal zero tolerance polusi di danau Toba juga sudah dilakukan oleh Bupati Simalungun JR. Saragih, dengan mensosialisasikan, menghimbau dan memberikan batasan waktu hingga akhir tahun ini pada para pengusaha kerambah ikan untuk segera menutup aktivitasnya.

“Selain pengusaha keramba jaring apung ikan, saya juga merasa harus ada pengawasan lebih khusus untuk usaha-usaha lain yang juga berefek negatif bagi kualitas air Danau Toba, yang juga harus ditutup dan dicabut izin usahanya, seperti usaha peternakan yang tidak mampu mengolah limbah kotoran ternaknya, bahkan sengaja membuang limbah kotoran ternaknya ke Danau Toba,” tutur politisi Partai Demokrat ini pada Minggu (24/7/2016).

Rony menambahkan bahwa dirinya bukan anti pada investasi. “Tapi kita harus anti kepada dunia usaha yang tidak mendukung kelestarian lingkungan dan kualitas air Danau Toba,” tegasnya.

Menutup dan mencabut izin usaha ini hanya berlaku untuk pengusaha yang tidak mau menjaga kelestarian lingkungan, katanya. Bagi dunia usaha yang mau mendukung dan menjaga kebersihan air danau toba, kelestarian lingkungan dan keaneka-ragaman hayati, harus kita dukung dan disediakan tempat/lokasi lain (relokasi) untuk meneruskan usahanya.

“Kita merindukan air Danau Toba yang berwarna biru dan rasanya segar bebas dari endapan residu pakan ikan yang berpuluh tahun ditebar dengan sangat banyak dan massive, akhirnya mengendap di dasar danau dan menimbulkan bau. Kita merindukan anak-anak kecil yang berenang lalu berlomba menyelam, tanpa khawatir badannya kemudian gatal-gatal mengejar uang logam yang dilemparkan penumpang sewaktu kapal ferry mau berlayar menuju ke Samosir,” ungkapnya.

Selain sejumlah perusahaan yang beraktifitas di air danau Toba, Luhut Panjaitan juga mengeluarkan statemen "harus dibersihkan" untuk keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL), yang berusaha di atas lahan di sekeliling danau Toba.

Rony sangat mengapresiasi statement Luhut. “Penggunaan kata harus dibersihkan yang beliau gunakan dalam pidatonya, saya tangkap maknanya tegas, jelas dan tak bisa ditawar lagi. Bagi saya, tidak ada tawar menawar lain, izin konsesi HPH PT. TPL harus dicabut,” ujarnya.

Sekretaris Komisi A/Hukum DPRD Sumut ini mengajak semua stake-holder bergerak bersama dan bersuara bermohon ke Menhut untuk meninjau ulang dan mencabut HPH PT. TPL. “Untuk apa keberadaan TPL di Sumut dipertahankan jika masyarakat tertindas, kearifan lokal tergadai, keasrian dan kelestarian hutan kita tergadaikan. Penebangan kayu alam dan tanaman endemik di wilayah masyarakat adat mengakibatkan konflik sosial dan keresahan bagi anak bangsa yang sudah terlebih dahulu tinggal di sana jauh sebelum TPL datang,” terangnya.

Kata Rony, IUPHHK dalam indikator kriteria sosialnya jelas mengamanatkan menyertakan masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat secara adil dan setara dalam pengelolaan kawasan hutan. “Bagaimana mungkin terwujud syarat kata "menyertakan" di atas, jika persawahan tradisional masyarakat yang menjadi satu-satunya sumber pangan untuk mengisi perut bagi masyarakat pun harus mengalah dengan datangnya TPL?,” tanyanya.

Walaupun mereka melakukan replanting, sambungnya, bagaimanapun juga penebangan pohon yang sudah berumur ratusan tahun pasti berdampak negatif pada keasrian dan keindahan jajaran perbukitan bukit seribu yang 10 tahun lalu masih tampak "hijau". Belum lagi pohon kemenyan yang bernilai jual tinggi, land-mark dan ciri khas Sumut, serta selama ini menjadi salah satu sarana income pendapatan bagi masyarakat kecil pedesaan kini hampir hilang dan punah. Hutan kemenyan -yang merupakan tanaman endemik- banyak di daerah Humbahas, berdiri dari hulu dan menjadi vegetasi alami menjaga terjaganya DAS yang mengalir ke Danau Toba.

“Saya yakini hutan yang ditebangi juga berdampak negatif terhadap air dan tanah yang mengakibatkan peningkatan erosi, debit dan kualitas air sungai yang cenderung menurun tidak menentu, mungkin saja sudah ada sungai yang dulu aliran airnya deras, saat ini tinggal tersisa tanah kering, bahkan mungkin saja banjir dan longsor yang pernah terjadi di Samosir dan Tarabintang merupakan dampak dari hutan yang sudah ditebangi,” tuturnya lagi. (TAp)

  BeritaTerkait
  • Dukung Kawasan Wisata Danau Toba, FBBI akan adakan Pendidikan dan Pelatihan Perhotelan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak)- Pada perayaan HUT Ke-2, DPP Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) terus mengembangkan sayap organisasinya dengan melantik DPD FBBI Sumatera Selatan, Lembaga Komisi Etik dan Le

  • Kabar Baik atau Buruk? Pemprov Sumut Batasi Produksi Ikan Danau Toba Hanya 10 Ribu Ton Per Tahun

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Kementerian Kelautan dan Perikanan mengusulkan agar Pemprov Sumatra Utara melakukan uji publik terkait pembatasan kapasitas produksi budidaya perikanan hanya 10.000 ton per t

  • Marga Marga dan STM Dukung dan Berangkatkan Edwin P. Situmorang

    3 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Puluhan kumpulan marga dan STM Parsahutaon wilayah Medan dan sekitarnya turut mendoakan dan memberangkatkan Calon Anggota DPR RI Edwin P. Situmorang,SH,MH, Rabu (3/4/2019) di Conv

  • Arif Menyikapi Keramba Jaring Apung Danau Toba

    3 tahun lalu

    Danau Toba menjadi pembicaraan hangat beberapa hari terakhir. Kali ini bukan soal rencana pembentukan badan otorita, tetapi tentang keramba jaring apung (KJA). Dipicu matinya ikan sebanyak 850 ton

  • Fun Walk For Wonderful Toba di Monas, Cara Orang Batak Dukung Pemerintah

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):   Puluhan ribu warga masyarakat menghadiri acara Fun Walk For Wonderful Toba yang dilaksanakan di Silang Monas, Jakarta, Minggu (15/5/2016), yang dibuka langsung

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb