• Home
  • News
  • Revisi RTRW Menuju Medan Kota Bertaraf Internasional
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 15 Agustus 2019 15:51:00

Revisi RTRW Menuju Medan Kota Bertaraf Internasional

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Perkembangan Kota Medan yang cenderung memusat pada inti kota berimplikasi terhadap keterbatasan lahan. Ditambah lagi pembangunan yang dilakukan secara vertikal serta adanya trend permintaan pasar terhadap kebutuhan lahan dalam skala besar. Kondisi ini membuat Pemko Medan menilai perlu dilakukannya revisi Perda Kota Medan No. 13/2011 tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan. Dengan revisi yang dilakukan diharapkan akan terwujud tata ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kepala Bapedda Kota Medan Irwan Ritonga mengungkapkan hal itu ketika memimpin Rapat Konsultasi Publik Revisi RTRW Kota Medan Tahun 2011 - 2031 di Ruang Rapat Rapat III Kantor Walikota Medan, Kamis (15/8). "Disamping itu dengan revisi yang dilakukan, kita harapkan dapat menjadikan Kota Medan memiliki daya saing dan daya tarik sebagai daerah tujuan investasi," kata Irwan.

Dikatakan Irwan Ritonga, pembangunan Kota Medan semakin berkembang pesat  sehingga dinilai perlu adanya revisi RTRW guna memberikan kemudahan dan mempercepat perkembangan terhadap Kota Medan.

"Sebagai contoh hutan lindung di bagian utara Medan, ditempat ini masih harus diberi zonasi agar kita tau mana yang daerah pemukiman dan menjadi ruang  terbuka hijau (RTH). Dengan demikian pembangunan yang dilakukan kedepannya tidak lagi menimbulkan permasalahan," ungkapnya.

Mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah itu selanjutnya mengungkapkan, rapat yang dilakukan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi guna memanfaatkan ruang daratan, lautan dan udara untuk aktifitas pembangunan kota berbasis ekonomi di sektor perdagangan dan jasa. Di samping itu juga berbasis  pariwisata serta industri yang berwawasan lingkungan di Kota Medan.


"Saya harap dengan revisi ini nantinya menghasilkan perencanaan yang baik dan sempurna, sehingga  dapat membawa Kota Medan menuju kota berkelas internasional di masa mendatang," harap Irwan.

Sementara itu Kabid Fisik dan Tata Ruang Bappeda Kota Medan Fery Ichsan didampingi Sekretaris Bappeda Kota Medan Syafruddin mengatakan, Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Medan tahun 2006-2026 secara ekonomis, dalam 20 tahun kedepan akan ditandai dengan produktivitas ekonomi yang tinggi, sehingga mendorong peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat dalam jangka panjang. Dengan begitu  dapat membentuk perekonomian kota yang tangguh, dinamis, progresif dan merata.

"Dalam 20 tahun kedepan apakah rencana terkait Kota Medan tersebut dapat tercapai dengan rencana alokasi ruang sebesar perumahan dan permukiman seluas 14.970,79 ha atau 54,47%, perdagangan dan jasa seluas 836,82 ha atau 3,16%, kawasan industri seluas 1.373.83 ha atau 5,18%, fasilitas umum seluas 453,96 ha atau 1,71%, kawasan khusus seluas 636 ha atau 2,4% dan kawasan pertanian seluas 200 ha atau 0,75%," kata Fery.

Kemudian Fery menungkapkan, kawasan utara yang meliputi Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Marelan tidak mengalami perkembangan signifikan dan cenderung tertinggal dari pusat kota. Oleh karenanyakawasan utara diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan jasa dan perdagangan regional, pusat pelayanan transportasi, sosial budaya, dan pusat kegiatan industri serta pusat pertahanan keamanan.

"Sebagian arahan pengalokasian kawasan lindung yakni mangrove seluas 1.029 ha berada di kawasan utara. Sementara kriteria penentuan distribusi ruang terbuka hijau kawasan perkotaan belum dijadikan sebagai acuan dalam menentukan rencana pola ruang kawasan lindung tersebut. Salah satu contoh kebutuhan RTH dalam rangka meminimalisir gas buangan CO2 dan kriteria lain," ungkap Fery.

Lanjut Fery, pemerataan pembangunan di kawasan utara, diharapkan mampu mengembangkan kawasan tersebut agar lebih berkembang dan tingkat perekonomian semakin meningkat. "Kita berupaya memeratakan pembangunan di daerah Utara guna meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian didaerah tersebut," pungkasnya.

Rapat konsultasi publik diakhiri dengan penandatanganan berita acara konsultasi publik kedua revisi RTRW Kota Medan Tahun 2011 - 2031 oleh Medan Marelan, Medan Deli, Medan Labuhan dan Medan Marelan disaksikan Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga. (EMS|TAp)
  BeritaTerkait
  • Pra Musrenbang Pantai Timut, Pemda Diminta Bersinergi Mencapai Target Pembangunan Sumut 2018

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi menegaskan, antar pemerintah daerah (pemda) kabupaten/kota, provinsi dan pusat harus bahu membahu dalam melaksanakan pr

  • Tiara Convention Center Reborn

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Setelah sempat tak beroperasi karena direnovasi, kini Tiara Convention Center Medan kembali menyemarakan bisnis perhotelan di Kota Medan.Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Err

  • Gowes Bareng Sihar, Komunitas Sepeda Ini Tertantang

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Gowes pagi yang dilakukan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus membuat kewalahan anggota Komunitas Sepeda Gunung Sumut (KSGS) yang turut bersama berkeliling

  • RE Nainggolan: Harus Satukan Sikap dan Tekad Agar UNESCO Akui Ulos

    3 tahun lalu

    Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan sikap dan tekad untuk mengajukan ulos sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Rencana dan pekerjaan yang mulia, jika masih ada orang maupun kelompok yang mau memperjuangkan

  • Bersama YSKI, Pemko Medan Beri Makanan Tambahan dan Pantau Gizi Balita

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pemerintah kota Medan melalui Dinas Kesehatan Kota Medan dan kerjasama dengan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) memberikan makanan tambahan kepada 1000 balita usia&nbs

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb