• Home
  • News
  • Public Discussion Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 22 September 2016 10:44:00

Public Discussion Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana

BAGIKAN:

Medan (Pelita Batak) :
Walik Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Dra Hannalore Simanjuntak MIP membuka diskusi publik Penyusunan Rencana Penanggulangan bencana daerah Kota Medan di kantor Walikota Medan, Selasa (20/9/2016). Hadir dalam kesempatan tersebut pihak kecamatan sekota Medan serta SKPD terkait.

Hannalore mengatakan, dikota Medan saat ini potensi ancaman bencana adalah Banjir Rob dan cuaca ekstrim. Hingga saat ini BPBD Kota Medan telah melakukan penanggulangan bencana secara manual, salah satunya apabila terjadi bencana BPBD Kota Medan telah memberikan peringatan bencana secara manual.

Ia berharap dalam diskusi ini para peserta dapat memberikan masukan tentang permasalahan penanggulangan bencana yang ada di wilayah masing-masing, sehingga kedepannya penanggulangan bencana di Kota Medan dapat menjadi lebih baik lagi.

"Saya berharap melalui diskusi ini pihak kecamatan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang dibutuhkan pada wilayah masing-masing, sehingga apabila terjadi bencana, masyarakat di Kota Medan dapat menghadapinya dengan tangguh dan tepat," ungkapnya.

Sementara itu Zulfadli selaku Konsultan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat menyampaikan, tujuan umum diskusi publik ini adalah untuk memperoleh tanggapan akhir dari verifikasi terkait rencana kebijakan penanggulangan daerah.

"Melalui diskusi ini saya berharap adanya masukan yang membangun untuk perbaikan draft dokumen rencana penanggulangan bencana di Kota Medan," ujarnya.

Dikatakannya, pada tahun 2015 ada 7 jenis bencana prioritas di Indonesia yang memiliki tingkat risiko tinggi dan sedang. Diantaranya, banjir, gempa bumi, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi, epidemic dan wabah penyakit, kegagalan teknologi.

"Untuk 7 bencana prioritas tersebut hanya gelombang ekstrim dan abrasi serta epidemic dan wabah penyakit yang memiliki tingkat risiko sedang. Sedangkan 5 bencan prioritas lainnya memiliki tingkat risiko yang tinggi pada tahun 2015 lalu," ungkapnya.

Kemudian ia juga mengutarakan bahwasanya kebijakan daerah dalam menghadapi bencana sama dengan arah kebijakan nasional, yaitu mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketangguhan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kita memiliki sasaran dalam menghadapi bencana. Yaitu, menurunkan indeks riksiko bencana daerah sebesar 30%," ujarnya.

Selain itu dalam kesempatan tersebut, M Hendra selaku perwakilan dari LSM pengamat bencana berharap, agar sistem penanggulangan bencana menggunakan sistem yang berbasis masyarakat. Karena menurutnya apabila sistem tersebut tidak berbasis masyarakat, maka seluruh sistem yang diupayakan sampai saat ini akan gagal. (TAp)

  BeritaTerkait
  • Peserta Ditlatpim Jateng Pelajari Budaya Kerja di Pemko Medan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : <br></br> Peserta Diklat Kepemimpinan  dari Jawa Tengah mempelajari keberhasilan Pemko Medan  dalam  menbangun budaya organisasi, perbaikan kinerja, dan peningkatan kemampuan SDM. Sedangkan lokasi yang d

  • RKPD Proyeksikan APBD Provinsi Sumut Tahun 2017 Naik Rp 300 Miliar

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2017, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera

  • Pengungsi Sinabung Harus Tinggalkan Posko

    3 tahun lalu

    Semua pengungsi erupsi gunung sinabung, Kabupaten Karo, Sumut harus ditempatkan di lokasi relokasi yang sudah ditentukan. Hal itu sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo yang meberikan tenggang waktu hingga akhir tahun 2016.

  • Urgensi Partisipasi elemen Organisasi Sosial dan Politik dalam Demokrasi

    tahun lalu

    A. PendahuluanManusia hidup dengan membangun peradaban dunia agar ia mampu mempertahankan kehidupannya di muka Bumi ini. Cara mempertahankan manusia tersebut berbeda-beda tergantung tingkat pemahaman

  • Ini Tiga Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Bermarga Batak

    2 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) masa bakti 2019-2022 resmi dikukuhkan. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memimpin pengukuhan anggo

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb