• Home
  • News
  • Polair Polda Sumut Tangkap Nelayan Gunakan Bahan Peledak
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 11 Oktober 2018 15:03:00

Polair Polda Sumut Tangkap Nelayan Gunakan Bahan Peledak

BAGIKAN:
arman|pelitabatak
Kapal Nelayan yang diamankan Polair Polda Sumut beserta Alat Peledak Bom di Kab Tapteng.
Medan (Pelita Batak):
Satu unit kapal penangkap ikan KM Cahaya Abadi-08 GT 5 No 374 / S 69 mengunakan bendera Indonesia yang sedang menangkap ikan (Illegal Fishing) dengan menggunakan bahan peledak (Destructive Fishing),  ditangkap personil Unit Markas Tapteng Dit Polair Polda Sumut

KM Cahaya Abadi yang dinahkodai initial W dengan 8 orang ABK/Crew inisial He, Aw, Sa, TH, HM, RH, dan DS seluruhnya warga Kab Tapteng, ditangkap saat menangkap ikan diwilayah perairan Tapteng persis di posisi 01 33' 200" N dan 98 41' 450" E atau 2 mil arah selatan dari pulau Tungkus Nasi Kab Tapteng.

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit kapal ikan km Cahaya Abadi Gt 5 No. 374/S 69 bermesin mitsubishi 6 silinder, 1 unit sampan tanpa mesin, 1 unit GPS merk Garmin, 1 Sonar merk Garmin, 1 Eksamplar Dokumen kapal, 1 unit Kompresor, 3 gulung selang angin, 4 buah Movis selam, 4 buah Masker selam, 100 buah Botol kaca, 1 Goni potasium +25 Kg, 100 butir Kep sumbu peledak, 3 Kaleng cat warna perak+1 Kg, 2 Ball korek api kayu, 2 bungkus Sio, 1 buah Teropong, 1 Set tangguk ikan dan 5 buah Fiber ikan ukuran +800 Kg.

Untuk penyidikan lebih lanjut, para tersangka beserta Barang Bukti diamankan di Dermaga PPN Sibolga.

Direktur Polair Polda Sumut Kombes Pol Yosi Muhamartha kepada awak media mengatakan kapal penangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak itu ditangkap petugas yang sedang Berpatroli menggunakan Kapal Patroli KP 2010, KP 2024 dan perahu karet.

"Nakhoda berikut ABK tersebut ditangkap, Kamis (11/10), sekira pukul 00.30 Wib, posisi 01 33′ 200″ N dan 98 41′ 450″E atau 2 mil arah selatan dari pulau Tungkus Nasi Kab Tapteng," kata Kombes Pol Yosi Muhamartha.

Pengeboman ikan ini, merupakan atensi pimpinan yang harus ditindak lanjuti secara serius, karena sangat berdampak buruk kepada ekosistem dan biota laut yang terdapat merusak terumbu karang dan kelangsungan hidup ikan-ikan di laut.


Alat Peledak Bom diamankan Polair Polda Sumut di Kab Tapteng

Kombes Pol Yosi Muhamartha menegaskan praktek pengeboman ikan seperti ini harus dihentikan untuk kelanjutan (Sustainability) kelangsungan kehidupan di laut.

"Praktek pengeboman ikan di laut, bukan saja merusak lingkungan hidup, tetapi sekitarnya juga sudah banyak menelan korban, bahkan  para nelayan yang kehilangan sebagian anggota tubuh seperti tangan dan kaki puntung karena ledakan, bahkan ada yang sampai meninggal dunia," jelasnya.

"Kita patut apresiasi kinerja anggota yang berhasil menangkap nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bom ikan. Dan kami juga, berharap agar peran serta masyarakat terutama nelayan untuk menjaga ekosistim laut," kata Kombes Pol Yosi Muhamartha menambahkan terjaganya ekosistim laut akan dinikmati generasi yang akan datang.(Arman)
  BeritaTerkait
  • Terlibat OTT, 4 Pegawai Dinas Kebersihan Kota Medan Ditangkap

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sebanyak 4 orang pegawai Dinas Kebersihan Kota Medan diamankan Polda Sumut saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

  • Ini Dia Irjen Pol. Arman Depari yang Berpengalaman di Reserse

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Sejumlah nama perwira tinggi kepolisian dikabarkan masuk dalam bursa calon Kabareskrim. Satu di antara yang disebut-sebut adalah Irjen Polisi Arman Depari. Setidak

  • Rony Situmorang Dukung Zero Tolerance Polusi Danau Toba

    2 tahun lalu

    Walaupun mereka melakukan replanting, sambungnya, bagaimanapun juga penebangan pohon yang sudah berumur ratusan tahun pasti berdampak negatif pada keasrian dan keindahan jajaran perbukitan bukit seribu yang 10 tahun lalu masih tampak "hijau".

  • Penanganan Harus Gunakan Pendekatan Konfrehensif

    2 tahun lalu

    Organisasi masyarakat Muhammadiyah meminta agar penanganan kerusuhan bernuansa SARA di Tanjung Balai, agar menggunakan pendekatan yang lebih komprehensif dibanding pendekatan "criminal justice system".

  • Empat Perampok dan Pembunuh Dibekuk

    2 tahun lalu

    Tim Subdit III Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan. Polisi meringkus 4 pelaku, yang seorang di antaranya perempuan dari sejumlah lokasi Rabu (24/8/2016). Keempat pelaku yait

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb