• Home
  • News
  • Persoalan Sengketa Tanah di Sumut, Djoss Dorong Perda Masyarakat Adat
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 20 Juni 2018 22:42:00

Persoalan Sengketa Tanah di Sumut, Djoss Dorong Perda Masyarakat Adat

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut 2018 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa malam (19/6/2018).

Medan (Pelita Batak):

Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus menilai persoalan konflik lahan yang kerap menjadikan masyarakat adat sebagai korban,diperlukan perlindungan dan kepastian hukum.

Untuk itu, paslon yang akrab disapa Djoss itu menilai, perlunya Peraturan Derah (Perda) Percepatan Masyarakat Adat. Itu dikatakan Paslon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu pada salah satu sesi dalam debat publik ketiga di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Selasa (19/6/2018) malam. "Perda Percepatan Masyarakat Adat akan kita perjuangkan. Karena mereka (masyarakat adat) yang tahu, siapa sebenarnya yang berhak di atas lahan tersebut," ungkap Sihar Sitorus saat sesi tanya jawab para paslon.

Sihar menilai, persoalan sengketa lahan tak lepas dari kepentingan berbagai pihak. Sayangnya, sengketa itu pula yang menjadikan masyarakat adat sebagai korban tanpa melihat sejarah panjang keberadaan masyarakat adat tersebut yang sudah mendiami lahan puluhan tahun lamanya. Kondisi ini pula membuat masyarakat adat tergusur dampak dari ketidakadilan dan penindasan terhadap atas nama hukum. Padahal, keberadaan masyarakat adat ini pula yang sangat berperan dalam menjaga kelestarian hutan.

Padahal, lanjutnya, dalam persoalan dalam sengketa lahan ada dasar yang digunakan, yakni IP4T. Yaitu, Inventarisisasi Penguasaan Penggunaan Pemanfaatan dan Penguasaan Tanah dalam kawasan hutan. Ini diberikan kewenangan kepada gubernur. "Tentunya gubernur membuat satuan tugas untuk menyelesaikan, menginventarisasi siapa-siapa yang berada di atas, di dalam kawasan hutan tersebut. Tentunya kita tahu bahwa undang-undang kawasan hutan pun harus juga adil dan berdaulat kepada masyarakat dan juga kepada pihak lainnya," tegasnya.

Menambahkan pernyataan Sihar, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, perampasan hak atas tanah tak hanya tanah negara saja. Kerap terjadi, perampasan tanah adalah milik masyarakat. Kondisi seperti ini, ditegaskan Djarot, pada kepemimpinan Djoss mendatang, tak lagi masyarakat kecil saja yang merasakan ketidakadilan hukum. "Inilah yang menimbulkan konflik agraria. Terutama perampasan lahan eks HGU PTPN 2. Ini juga harus dituntaskan. Yang kita inginkan, supaya hukum itu tegak dan membela kepada warga miskin," pungkas Djarot. (BCL Comm)

  BeritaTerkait
  • Semua Pihak Tidak Bisa Lengah dan Lelah Jaga Kondusifitas

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Siapapun pihak terkait diminta untuk tidak lengah dan lelah dalam menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan nasional dan daerah. Hal itu dikatakan Gubernur sumut H T Erry Nuradi saat membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakorda)

  • Akhirnya Bupati Humbahas Sampaikan Nota Pengantar RPJMD Tahun 2016-2021

    8 bulan lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE sampaikan nota pengantar atas Ranperda Kabupaten Humbang Hasundutan tentang perubahan atas Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2016 tentan

  • Rencana Pembangunan Kawasan Danau Toba dan Peluang Masyarakat Adat Diseminarkan di Parapat

    2 tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak): KSPPM, BAKUMSU, CAPPA dan Sajogyo Institute bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan seminar

  • Satpol PP Kedepankan Langkah Preventif dan Peka Terhadap Perkembangan Sosial Masyarakat

    tahun lalu

    Binjai (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meminta dan menekankan kepada seluruh jajaran personil di Sumut untuk mengedepankan langkah preventif dan peka terhadap perkem

  • Soal HGU di Sumut, Ini Kata Iskandar Sitorus untuk Presiden Joko Widodo

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Berbagai persoalan hak guna usaha (HGU) perkebunan di Sumatera Utara, semakin terasa membebani pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pemicunya antara lain karena sejak aw

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet