• Home
  • News
  • Peristiwa Kematian Tahanan Polsek Batangtoru Masih Tanda Tanya Keluarga
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 08 September 2017 21:01:00

Peristiwa Kematian Tahanan Polsek Batangtoru Masih Tanda Tanya Keluarga

BAGIKAN:
Saut Ritonga
Mayat korban saat masih di rumah sakit

Tapsel (Pelita Batak) : Beberapa kejanggalan dalam kasus kematian Rifzal Riandi Siregar (25), Tahanan Polsek Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan dalam kasus penganiayaan Oknum Anggota Polisi itu diklaim tewas tergantung, Minggu 3 September 2017 malam lalu dalam ruang sel Mapolsek.

Pada mulanya, kasus Rifzal berawal Minggu 27 Agustus 2017 malam sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu, pria yang baru saja dikarunia seorang putri itu pulang kerja dalam kondisi mabuk. Rifzal melempar rumahnya di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, dan menghalang jalan lintas Batangtoru-Sibolga yang tepat berada di depan halamannya.

Pada kondisi itu, seorang oknum anggota polisi berinisial F melintas. Keduanya berkelahi hingga tak lama warga melerai. Usai perkelahian dan pemukulan oknum polisi tersebut, Rifzal masih duduk di salahsatu warung kopi yang tidak jauh dari rumahnya.

Tak berapa lama kemudian, empat anggota Polisi yang juga bertugas di Polsek Batangtoru datang ke tempat itu dan mengamankan Rifzal dari dalam warung kopi.

"Lima orang polisi itu mengatakan, kalau mereka akan mengamankan Rifzal," ulas ibu kandung Rifzal, Yenni Hanum Rangkuti (49), Kamis 7 September 2017 kepada wartawan dari kediamannya.

Kemudian pada Selasa 29 Agustus 2017 atau dua hari selang penangkapan anaknya itu, Yenni masih menjenguk Rifzal. Saat itu, ia mencari solusi untuk berdamai dengan oknum polisi berinisial F tersebut. Bahkan saat menemuinya, F yang berpangkat brigadir itu telah memaafkan peristiwa itu.

"Saya menanyakan apa yang sakit. Dia pun menjawab tidak ada. Saya juga meminta maaf kepada F. Dia pun memaafkannya. Tapi solusi tak dapat dengan alasan harga diri yang dikatakan F," ucapnya kembali.

Saat menjenguk anak keduanya itu, Yenni mengaku mendapat cerita dari almarhum dari dalam sel, mengeluhkan yang dialaminya, dipukul, ditunjang, dibanting, hingga diinjak oleh empat orang oknum anggota polisi..

Yenni juga merinci nama-nama yang didapatinya dari anaknya yang kini telah dimakamkan itu, di antaranya; ada K, F, LS dan AL, yang seluruhnya bertugas di Polsek tersebut.

*Dia memperlihatkan bibirnya yang pecah. Minta tolong sama saya supaya segera cepat mengeluarkannya dari dalam sel tahanan," ulas Yenni.

Selanjutnya, pada Minggu 3 September 2017 siang, istri Rifzal, Santyani Mendrofa (23) beserta anaknya dan ibu mertua, Masriati  masih sempat mendatangi korban dalam sel tahanan.

Saat itu, Rifzal hanya mengeluh tidak nafsu makan, dengan wajah yang pucat. Pada istrinya, Rifzal juga merasa takut bila dipindahkan nanti ke Rutan Sipirok, mengaku takut akan lebih mendapat penyiksaan di sana.

"Tunggu saya sampe keluar, jaga anak kita itu. Tengok tengok Abang ke sini, katanya. Diciumnya lagi anak kami," ulas Santi, seperti saat berada di RSUD Kota Padangsidimpuan.

Dari runutan yang disampaikan Yenni Hannum, kejanggalan lainnya, pada tanggal 4 September sekira pukul 4.00 WIB, saat ia menerima dua oknum polisi beserta kepala desa, Hendri Siregar dan kepala lorong, Zulkarnain Siregar di rumahnya.

Pada saat itu sesungguhnya ia berharap tamunya itu membawa anaknya pulang, namun firasatnya semakin memburuk karena tidak melihat Rifzal turut serta.

"Sudah kelen bunuh anakku ya? Udah senang kelen ya. Pembunuh kalian, pembunuh anakku kalian. Itu ucapanku secara spontan, saat itu," katanya.

Setelahnya, polisi pun berterus terang mengatakan padanya, dengan memastikan bahwa anaknya benar telah meninggal, namun karena gantung diri.

Yang kemudian jadi persoalan baginya, termasuk keluarga lainnya. Mereka baru mendapat kabar setelah enam setengah jam yang diklaim waktu kematian anaknya, pada Minggu 3 September 2017 pukul 21.20 WIB.

Menguatkan itu, menurut keluarga lainnya, Etek/Bibi dan sepupu Rifzal, Rasma dan Aswar yang mendatangi Polsek Batangtoru, tidak lagi melihat jenazahnya.

Mereka pun mendatangi RSUD Kota Psp, namun pada pukul 06.30 WIB jasad Rifzal sudah selesai dilakukan proses Visum Et Repertum oleh dokter.

Masih pada hari Senin di RSUD Kota Psp, Abang korban, Rifki Syawali Siregar yang menjadi perwakilan keluarga dalam pertanggungjawaban jasad Rifzal.

Katanya, saat itu, Kanit Reskrim Polsek Batangtoru, Ipda S Naibaho menyuruhnya untuk menanda tangani surat berupa kesediaan untuk membawa pulang jenazah. Tapi, Rifki sebenarnya menolak, namun ia bingung dan beritikad baik agar dilakukan saja otopsi, untuk membuka kejanggalan yang ada.

Rifzal telah dimakamkan, namun kejanggalan kematiannya masih terus menjadi pertanyaan bagi keluarga. (Saut Togi Ritonga)

  BeritaTerkait
  • Tahanan Polsek Batangtoru Tewas Disebut Gantung Diri

    tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Rifzal Riandi Siregar (25) warga Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, ditemukan tewas gantung diri di ruang tahanan Mapolsek Batangtoru, Minggu 3 Septem

  • Tahanan Tewas di Sel Polres Tobasa, Benni Kejar Keadilan Ke Medan

    2 tahun lalu

    Benni Pangaribuan abang kandung almarhum Andi Pangaribuan yang tewas akibat dianiaya dua oknum polisi di Sel tahanan Polres Tobasa November 2015 lalu datang ke Medan mencari keadilan, Sabtu (23/7/2016). "Saya datang dari Toba mencari keadilan atas ke

  • Anggota DPRD Sumut Sikapi Tahanan Tewas di Sel Polsek Batangtoru

    tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Peristiwa tewasnya tahanan yang disebut bunuh diri di Mapolsek Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi polemik dan pergunjingan di masyarakat yang disertai kecurigaa

  • Keluarga Belum Yakin Rizal Bunuh Diri di Tahanan Polsek Batangtoru

    tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Begitu dinyatakan meninggal, jenazah Rifzal Ariandi Siregar ternyata tidak langsung dibawa keluarga pulang. Jenazah almarhum sempat tertahan beberapa jam di RSUD Kota Padangsid

  • Usai Diautopsi di RS Bhayangkara Medan, Jenazah Tahanan Polsek Batangtoru Dimakamkan

    tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Usai menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, jenazah Rifzal Riandi Siregar tahanan Polsek batangtoru yang tewas disebut bunuh diri, akhirnya dimakamkan di Desa Napa

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb