• Home
  • News
  • Pengurus Gereja Pentakosta Indonesia Sektor Selayang-Tuntungan Gelar Seminar Tentang 'Darah'
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 19 April 2019 21:52:00

Pengurus Gereja Pentakosta Indonesia Sektor Selayang-Tuntungan Gelar Seminar Tentang 'Darah'

BAGIKAN:
TAp|pelitabatak
Moderator Pdt Dinson Hutabalian STh saat memberi pengantar seminar GPI Sektor Selayang-Tuntungan Medan.
Medan (Pelita Batak):
Dalam rangkaian ibadah bersama peringatan wafatnya Yesus Kristus, Jumat (19/4/2019) pengurus Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) sektor Medan Selayang-Tuntungan menggelar seminar "Tinjauan Theologis dan Medis : Tidak Memakan Darah dan Relevansinya bagi Gereja".

Seminar digelar usai ibadah bersama yang diikuti sekitar 700 jemaat dari sembilan sidang yang tergabung ke sektor tersebut. Dengan menghadirkan narasumber Pdt Dr Jonias Pasaribu,S.Th.,M.Pd.K (teologis) dan St dr B. Manullang (medis).

St dr B Manullang menjelaskan apa itu darah dari sudut pandang medis dan pengetahuan ilmiah. Yang dalam darah ada kandungan-kandungan zat atau unsur yang berasal dari dalam tubuh makhluk hidup. Secara medis, struktur darah manusia dan hewan mamalia relatif sama. Namun jika berbicara tentang mengonsumsi darah, maka dari sisi medis sangat tidak dianjurkan untuk dimakan.

Dijelaskan St dr B Manullang, bahwa dalam darah terkandung berbagai kandungan. Dia tanya plasma darah yang mengandung cikal bakal asam urat, mengandung bakteri, mengandung zat besi yang sesungguhnya tidak dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak melalui konsumsi atau asupan makanan.

Dari penjelasan tersebut, disampaikan St dr B Manullang, darah (hewan) tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. "Darah yang dimasak maupun mentah tidak dianjurkan untuk dimakan," katanya dalam seminar yang dimoderatori Pdt Dinson Hutabalian STh tersebut.

Kemudian dari sisi teologis, Pdt Dr Jonias Pasaribu,STh., M.PdK menjelaskan bahwa Alkitab menyatakan bahwa darah adalah nyawa yang dalam bahasa Ibrani nefesy.
Kejadian 9:4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. 

Nats tersebut merupakan perjanjian Allah dengan Nuh yang menyatakan kesetiaan Allah kepada manusia yang ditandai dengan tanda busur dimaksudkan untuk memperlihatkan kesetiaan Allah kepada manusia. "Manusia juga harus menunjukkan kesetiaan kepada Allah dengan tidak makan darah. Karena dalam darah ada nyawa atau kehidupan. Ulangan 12:23 (TB) Tetapi jagalah baik-baik, supaya jangan engkau memakan darahnya, sebab darah ialah nyawa, maka janganlah engkau memakan nyawa bersama-sama dengan daging," jelasnya dalam acara yang dihadiri sembilan sidang yaitu Sidang Padang Bulan dipimpin Pdt Dr J Pasaribu, Sidang Jalan Nilam dipimpin Pdt T Parhusip,SE, Sidang Simalingkar Coklat dipimpin Pdt J Hutabalian STh, sidang Tanjung Sari dipimpib Pdt A Parhusip SE MM, sidang Namorambe dipimpin Pdt Dinson Hutabalian,S.Th, sidang Sunggal Pasar IV dipimpin Pdt K Pasaribu, Sidang Tuntungan dipimpin Pdt M Situmorang , sidang Tj Anom dipimpin Pdt S Sitanggang STh, sidang paasar 1 Cinta Damai dipimpin Pdt CH Samosir STh.

Dari sudut pandang Alkitab, darah berfungsi sebagai memberi kehidupan dan tanda penebusan, maka setiap manusia harus menghargai darah. "Larangan memakan darah bermaksud supaya manusia dengan penyembelihan itu selalu insaf, bahwa pembunuhan itu bukan haknya mutlak melainkan suatu izin luar biasa dari Allah," kata Pdt Dr Jonias Pasaribu mengutip pernyataan Walter Lempp.

Sementara itu, ketua Panitia Pdt S Sitanggang,STh menyampaikan bahwa pelaksanaan seminar ini sebagai rangkaian kegiatan ibadah bersama dalam rangka peringatan wafatnya Yesus Kristus. "Kegiatan ini dalam upaya memberikan pemahaman kepada jemaat tentang larangan makan darah bagi warga GPI, ditinjau dari sudut pandang teologis dan medis," katanya.(TAp)
  BeritaTerkait
  • GPI Sektor Selayang Wilayah Medan Gelar Natal Bersama 3 Desember 2017

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Dalam rangka memperingati Hari Raya Natal tahun 2017, Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sektor Selayang wilayah Medan akan melaksanakan natal bersama di Jambur Namaken Jl Jamin Gi

  • Jumat Agung, Jemaat Gereja Pentakosta Indonesia Sektor Selayang Medan Gelar Ibadah Bersama

    satu bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Ratusan warga jemaat Gereja Pentakosta Indonesia sektor Medan Selayang mengikuti ibadah bersama peringatan wafatnya Yesus Kristus, Jumat (19/4/2019), yang dipusatkan di Jambur Tam

  • Jumat Agung, Kemeriahan Sekolah Minggu GPI Sektor Selayang-Tuntungan Bersama PT Adira

    satu bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Peringatan wafatnya Yesus Kristus tahun 2019 di Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) sektor Medan Selayang-Tuntungan bukan saja dilakukan dengan ibadah raya bersama. Berkat kerjasama

  • PTMBB Kota Medan Gelar Seminar Kewirausahaan untuk GEMMA

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Badan Pengurus Harian Punguan Toga Manalu Boru dohot Bere (PTMBB) Kota Medan dan sekitarnya menggelar seminar sehari untuk Generasi Muda Manalu (GEMMA) tentang kewirausahaan deng

  • GMKI : Menjawab Ketimpangan Pembangunan dengan Pancasila

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan "Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban". Seminar in

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb