• Home
  • News
  • Penetapan Tersangka Kasus Patung Yesus di Tapanuli Utara Dinilai Terlalu Dini
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 29 November 2016 05:18:00

Penetapan Tersangka Kasus Patung Yesus di Tapanuli Utara Dinilai Terlalu Dini

BAGIKAN:
Freddy Hutasoit
Pembangunan patung Yesus di Siatas Barita, Tapanuli Utara
Taput(Pelita Batak):Penetapan tersangka oleh Polres Tapanuli Utara terhadap MS (rekanan) pembangunan Patung Yesus dan SP (PPK Dinas Cipta Karya) dinilai terlalu dini. Pasalnya Polres Taput belum menguraikan berapa kerugian negara pada pembangunan patung tersebut. Bahkan kelebihan pembayaran sebelumnya telah dikembalikan sesuai temuan BPK setelah patung tersebut dihentikan karena telah jatuh tempo pelaksanaan pengerjaannya.
 
"Kita bingung atas penetapan tersangka terhadap SP dan MS, dimana yang dibayarkan sesuai nilai progres yang dikerjakan. Selanjutnya jaminan perusahaan telah disita dan dimasukkan ke kas daerah dan perusahaan yang digunakan yakni PT Kreasi Multy Poranc telah di-blaklist,"kata Harapan Silalahi, Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Taput kepada Pelita Batak, Senin 28 November 2016.
 
Dalam hitungan progres sebelumnya yang dibayarkan Pemkab Tapanuli Utara sebesar 52 persen dari pagu Rp 6,1 miliar, dan sisanya dikembalikan ke kas daerah bersama jaminan perusahaan sebanyak kurang lebih dari Rp 450 jt. Sesuai temuan BPK kelebihan pembayaran telah disetorkan. Menjadi pertanyaan, apalagi temuan Tipikor Polres Taput pada pembangunan patung Yesus? Sementara Polres Taput sendiri tetap mengharapkan hitungan kerugian dari  BPK?
 
Kasubbag Humas Polres Taput AIPTU W Barimbing,saat dikonfirmasi sebelumnya besar kerugian atas pembangunan Patung Yesus menyebutkan sebesar yang dibayarkan kepada pihak rekanan, yakni 52 persen.
 
Ketua Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi Kolusi Nepotisme (MPPK2N) Hermanto Hutasoit menduga ada unsur politik dalam kasus tersebut. Ada informasi yang beredar, bahwa kedua tersangka sempat diminta seseorang agar mengaitkan kasus tersebut dengan mantan pejabat. Namun permintaan tersebut ditolak.
 
"Harap pihak berwajib juga mengusut kasus lain, seperti pengalihan status lahan perumahan PNS di Desa Partali Julu Kecamatan Tarutung menjadi perumahan PT Sarulla Operational Limitid (SOL) tanpa ada izin prinsip dari DPRD Taput,"ujarnya.(FH)
  BeritaTerkait
  • Ondim Khawatir Demo Lanjutan 25 Nopember Diboncengi Pihak Asing

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sejumlah tokoh elemen bangsa di Sumatera Utara (Sumut) mendukung sepenuhnya proses hukum yang dilakukan Mabes Polri dengan menetapkan status tersangka terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki

  • Korupsi Patung Yesus Rp6,2 Miliar, Terdakwa Divonis 1,3 Tahun

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Dua terdakwa yakni Murni Alan Sinaga, dan Sondang M Pane, divonis masing-masing 1,3 tahun, di Pengadilan Tipikor Medan, kasus korupsi pembuatan patung Yesus senilai Rp 6,2 miliar

  • Menurut Sihar Patung Yesus di Taput Baiknya Diselesaikan

    11 bulan lalu

    Tarutung (Pelita Batak):Keberadaan pembangunan patung Yesus di Pea Tolong, Tapanuli Utara (Taput) yang mengalami banyak kendala dinilai harus diselesaikan. Niatan untuk memiliki satu situs dan destina

  • Proyek Patung YESUS, Apa Kabar? Zona Salib Kasih Akan Diperluas

    3 bulan lalu

    Tarutung (Pelita Batak): Proyek pembangunan patung Yesus di puncak perbukitan Siatas Barita,Tapanuli Utara yang mangkrak beberapa tahun, bahkan telah menyeret sejumlah oknum yang terlibat ke ranah huk

  • Cari Bukti Korupsi, Kejati Geledah Kantor Pusat Bank Sumut Jl Imam Bonjol Medan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menggeledah Kantor Pusat Bank Sumut di Jl Imam Bonjol Medan, Rabu 15 Juni 2016. Penggeledahan itu terkait penetap

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb