• Home
  • News
  • Pemprov Sumut dan Angkasa Pura Tidak Serius dengan Pembangunan Bandara Silangit
Minggu, 13 Agustus 2017 07:55:00

Pemprov Sumut dan Angkasa Pura Tidak Serius dengan Pembangunan Bandara Silangit

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Sahat Martin Philip Sinurat (Ketua Umum GMKI) dan Swangro Lumbanbatu (koordinator Wilayah I GMKI)
Siborongborong (Pelita Batak) :
"Kebijakan Presiden Jokowi untuk menjadikan Kawasan Danau Toba sebagai pilot project 10 Objek Wisata Prioritas perlu kita apresiasi dan dukung. Presiden meminta dilakukannya pembangunan infrastruktur, salah satunya Bandara Silangit yang menjadi pintu gerbang masuknya wisatawan lokal dan mancanegara. Namun, sampai saat ini pembangunan Bandara Silangit masih lambat dan belum terlihat sebagai pintu gerbang objek wisata internasional," ujar Swangro Lumbanbatu, Koordinator Wilayah I dan Sahat Martin Philip Sinurat Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Sahat Martin Philip Sinurat saat kami berada di Siborongborong, Tapanuli Utara (11/8/2017).

Swangro Lumbanbatu (Koordinator Wilayah I PP GMKI) menyatakan target Presiden dimana akan ada satu juta wisatawan ke Danau Toba akan sulit tercapai jika pembenahan infrastruktur masih dikerjakan setengah hati. Belum lagi persiapan sumber daya manusia di Kawasan Danau Toba masih belum maksimal dimana masyarakat seharusnya dilatih untuk dapat mengelola pariwisata dengan baik serta mengutamakan nilai-nilai kebudayaan, keramahan, dan pelayanan.

Seharusnya Bapak Tengku Erry Nuradi gubernur sumatera utara  juga berperan penting dalam pambagunan bandara silangit, jangan menutup mata dengan hal ini. Gubernur tidak harus perlu sibuk sekali dengan kampanye slogan,  fokuslah dalam pembangunan sumatera utara. Gubernur jiga berhak bsrtanya kepada pemerintah tapanuli utara, kenapa pembangunan itu tidak jalan sesuai dengan kita harapkan. Janhan hanya mempercayakan penuh dengan Angkasapura dan pemerintah tapanuli utara.

Kalau memang pemerintah tapanuli utara dan angkasa pura tidak sanggup dengan pembangunan ini,  langsung saja disampaikan. Jangan sampai kita ketinggalan dengan daerah yang lain, hanya karena pemimpin kita tidak mampu merangkul rakyat.

Sahat MP sinurat (Ketua Umum PP GMKI)  juga menyampaikan bahwa Bandara Silangit diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005 lalu dan pada pemerintahan saat ini, Presiden Jokowi juga sudah pernah mendarat disana. Walaupun sudah dua Presiden yang pernah datang, sangat disayangkan selama bertahun-tahun pembangunan bandara masih sangat lambat. Keseriusan dan kesiapan pemerintah pusat, BUMN terkait, dan pemerintah daerah perlu dipertanyakan.

"Beberapa minggu lalu saya baru berkunjung ke Tual, Langgur, Maluku Tenggara. Bandara Karel Satsuit Tubun yang berada disana sudah memiliki bangunan dan lahan parkir yang rapi dan berstandar internasional, padahal Presiden belum pernah datang kesana, sangat berbeda dengan Bandara Silangit. Padahal beberapa bulan lagi kita mendengar Bandara Silangit akan menerima penerbangan langsung dari Singapura," ujar Sahat.

Angkasapura juga harus siap dengan hal pembagunan ini,  kita jangan selalu menunggu bola. Atau jangan angkasa pura juga membiarkan pembangunan bandara silangit begitu saja.

Kalau persoalan nama bandara kami tidak anti dengam hal itu, jangan hanya persolan nama pembangunan bandara silangit jadi terhambat. Karena pemerintah sumatera utara sudah mampu mengatasi itu semua. Apalagi pengunjung wisataan nantinya akan bertambah menyambut natal dan tahun baru, kita tidak mau wisata ke kawasan danau toba semakin berkurang, "Sahat Martin Philip Sinurat dan Swangro Lumbanbatu".(TAp)
  BeritaTerkait
  • Soal HGU di Sumut, Ini Kata Iskandar Sitorus untuk Presiden Joko Widodo

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Berbagai persoalan hak guna usaha (HGU) perkebunan di Sumatera Utara, semakin terasa membebani pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pemicunya antara lain karena sejak aw

  • Gubernur Sumut Apresiasi Masyarakat Taput Sambut Program Pengembangan Danau Toba

    tahun lalu

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengapresiasi masyarakat Tapanuli Utara (Taput) yang dinilai merespon positif pengembangan Danau Toba menjadi kawasan wisata bertaraf internsional dengan membangun hotel dan menyiapkan convention

  • Pembangunan Toilet Berbiaya Rp 1,4 Milliar di Danau Toba Dituding Dikerjakan Asal Jadi

    9 bulan lalu

    Taput(Pelita Batak): Ketua Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi Kolusi Nepotisme (MPPK2N) Hermanto kepada Pelita Batak,di Siborongborong, Sabtu 21 Januari 2017  mengyebutkan BUMN Angkasa Pura (

  • Penegak Hukum Diharapkan Usut Pembangunan Toilet Diduga Asal Jadi Bantuan CSR Angkasa Pura II

    9 bulan lalu

    Taput(Pelita Batak): Proyek pembangunan toilet bantuan dari CSR Angkasa Pura II diduga dikerjakan asal jadi. Pengamatan di lapangan menunjukkan,  bangunan tersebut sudah baru selesai dikerjaka

  • Cargo Village Bakal Dibangun di Bandara Kualanamu Sumut

    7 bulan lalu

    Medan(Pelita Batak): PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mengkaji peluang pembangunan cargo village di Bandara Kualanamu, setelah rampungnya pembangunan cargo village di Bandara Soekarno Hatta.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online