• Home
  • News
  • Pemkab Humbahas Diharapkan Perbaiki Jalan dan Jembatan, Warga Desa Janji Kesulitan Pasarkan Hasil Bumi
Jumat, 17 November 2017 12:56:00

Pemkab Humbahas Diharapkan Perbaiki Jalan dan Jembatan, Warga Desa Janji Kesulitan Pasarkan Hasil Bumi

BAGIKAN:
Abed Ritonga
Jalan rusak parah
Onanganjang(Pelita Batak): Masyarakat Desa Janji, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan saat ini mengeluh kesulitan memasarkan hasil buminya. Pasalnya, jalan utama satu-satunya akses penghubung menuju desa tersebut, kini sangat rusak parah, badan jalan berlumpur dan licin.

"Dengan kondisi ini, terus terang kami kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian kami," keluh Lamhot Marbun.

Agar kerusakan tidak melebar, pihaknya berharap pemkab segera mencermati dan melakukan langkah untuk perbaikan kerusakan itu.

Selain kerusakan jalan, kata Lamhot, sebuah jembatan semi permanen yang menghubungkan Aek Sipaihutihutan yang menghubungkan Desa Janji dengan ibu kota Kecamatan sudah terancam rubuh.

"Selain jalan rusak, badan jembatan yang menghubungkan desa ini pun sudah bengkok dan miring. Kami berharap tahun ini bisa dianggarkan pemerintah karena melihat kondisi, kemungkinan jembatan ini tidak akan bertahan lama lagi," ujarnya.

Masih, kata Lamhot, kerusakan itu sudah sering diungkapkan kepada pemerintah melalui Kepala Desa setempat atau camat namun tak juga diperbaiki.

Kondisi jalan yang buruk tersebut, tidak hanya menjadi kendala untuk mengangkut hasil pertanian, namun juga bagi para siswa yang ingin bersekolah dan harus melewati jalan itu.

Seperti penuturan Naomi (14), salah seorang siswa SMP di daerah itu. "Saya dan teman teman yang lain setiap pagi harus berangkat ke sekolah biasanya naik sepeda motor, namun karena medan yang dilalui begitu memprihatinkan. Terpaksa kami harus berjalan kaki, itupun terpaksa harus buka sepatu, biar tidak kotor," ujarnya.

Pantauan di lokasi kondisi Infrastruktur jalan dan jembatan di daerah itu memprihatinkan dan jauh dari harapan masyarakat. Titik kerusakan hampir seluruh permukaan badan jalan yang diperkirakan 4-5 kilometer panjangnya.

Demikian juga dengan drainase (saluran air) berada pada pinggir jalan tersebut kurang terawat dan sebagian rusak, sehingga air dengan sendirinya mengalir kebadan jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas PUPR Jhonson Pasaribu mengungkapkan, perbaikan jalanrusak memang harus menjadi prioritas lantaran terkait dengan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Kita memaklumi kondisi yang terjadi, tetapi kita juga meminta kesabaran warga, mudah mudahan, perbaikan ruas jalan-jalan itu masuk dalam program tahun ini," ucapnya. (AR)
  BeritaTerkait
  • Bupati Taput Kunker Selama 2 Hari ke Kecamatan Garoga.

    6 bulan lalu

    Garoga (Pelita Batak) :Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si Kunjungan Kerja selama 2 hari (23-24 Juni) ke Kecamatan Garoga didampingi beberapa Anggota DPRD Taput Sahat Sibarani, Poltak Pakp

  • Pembangunan Insfrastruktur di Tapanuli Utara Belum Pada Skala Prioritas

    tahun lalu

    Taput (Pelita Batak) :Sejumlah desa di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Taput belum mendapat pembangunan infrastruktur yang merata. Cenderung, pembangunan infrastruktur belum pada skala prioritas sehingga dikhawatirkan akan berdampak kepada kesenjanga

  • Warga Sibuhuan Padang Lawas Dapat Bantuan Peningkatan Swasembada Pangan

    tahun lalu

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyerahkan bantuan benih, pupuk dan mesin pertanian kepada sejumlah Kelompok Petani (Poktan) dilapangan Balaka Sitongkol, Kecamatan Lubuk Barumun, Padang Lawas (Palas), Minggu (28/8/2016).

  • Anak Rantau Minta Bupati Taput Bangun Jalan Akses Hutajulu-Sampinur

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Desa Hutajulu yang berada di Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumut, merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Sektor pertanian menjadi andalan masyarakat setempat.

  • GMKI Galang Bantuan untuk Korban Gempa di Aceh

    12 bulan lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Bencana alam di Provinsi Aceh kembali membuat Indonesia menangis. Peristiwa gempa bumi yang berkekuatan 6.4 Skala Richter terjadi pada tanggal 7 Desember 2016 menyebabkan ker

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online