• Home
  • News
  • Pemerintah Rencanakan Lapas Khusus Napi Korupsi, Narkotika dan Terorisme di Pulau Terpencil
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 18 Juni 2019 16:25:00

Pemerintah Rencanakan Lapas Khusus Napi Korupsi, Narkotika dan Terorisme di Pulau Terpencil

BAGIKAN:
Humas Kemenko Polhukam
Menko Polhukam Wiranto menjawab wartawan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/6).
Jakarta (Pelita Batak):
Pemerintah sudah memikirkan dan merencanakan untuk membuat suatu lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus untuk narapidana (napi) kasus korupsi, narkotika, dan terorisme dengan menggunakan pulau-pulau terpencil yang ada.

"Kita punya pulau kalau enggak salah kan 17 ribu pulau, yang dihuni baru 11 ribu pulau, masih ada 6 ribu pulau yang tidak dihuni," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/6) kemarin.

Dengan ditempatkan di pulau terpencil, Menko Polhukam meyakini seorang napi, menurut Menko Polhukam, seorang napi tidak akan mudah mendapatkan cuti, dan tidak akan bisa ngelayap.  Oleh karena itu, pemikiran ke sana ada, cuma tentunya masih perlu suatu rencana rancangan dukungan lain yang bisa mengarah ke sana.

Sementara ini, lanjut Menko Polhukam Wiranto, pemerintah sudah membangun lagi Lapas di Nusa Kambangan untuk menampung para pelaku tindak kriminal seperti koruptor, napi narkotika, dan terorisme. Namun, pemerintah juga mulai merencanakan bagaimana membangun Lapas-Lapas yang saat ini notabene-nya nyaris kegiatannya langsung berhubungan dengan publik.

Dijelaskan Menko Polhukam, jika Lapas-Lapas yang ada sekarang ini (tadinya) berada di pinggiran kota, karena pada saat pemerintah Belanda dulu menjajah Indonesia, Lapas ini diletakkan tidak jauh dari kota, di pinggiran kota, apakah di Cipinang, di Sukamiskin, di Bali, di Makassar, dan di Manado.

Tapi karena perkembangan kota, Lapas itu sekarang menjadi di tengah-tengah kota, dan akhirnya Lapas itu sangat dekat dengan aktivitas publik. "Maka terjadi sepeti sekarang ini, banyak yang bolos keluar, lalu ada transaksi narkotika, cuma dari lempar-lemparan lewat tembok aja bisa," ujarnya.

"Tapi kalau di pulau-pulau kecil di sana, mau berenang ke sana, kan pasti enggak bisa. Oleh karena itu kembali lagi tadi, karena lapas-lapas kita sudah over kapasitas, pemikiran ke sana sudah kita lakukan, sudah kita rapatkan, tentu tinggal menunggu proses selanjutnya," sambung Wiranto. (Humas Kemenko Polhukam|ES|TAp)
  BeritaTerkait
  • Satgas Saber Pungli Lakukan 81 OTT dan Terima 22 Ribu Lebih Laporan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Dalam dua bulan sejak didirikannya, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) telah menerima 22 ribu lebih laporan, yang disampaikan baik lewat websi

  • Menkum HAM Tambah Kapasitas Lapas 3.100 Orang di Sumut

    3 tahun lalu

    Lubukpakam (Pelita Batak) : Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi meresmikan Bangunan Permasyarakatan, Balai Harta Peninggalan serta Rumah da

  • Artis Narkotika dan Hak Asasi Manusia

    tahun lalu

    Oleh: DR Anang Iskandar, SIK, SH, MH.Dosen Trisakti KA BNN 2012 -2015. KABARESKRIM 2015-2016 Banyak artis terkenal yang bermasalah dengan narkotika , sebut saja  Whitney Houston , Micha

  • HUT ke-72 Bhayangkara Dirayakan di Polres Humbang Hasundutan

    12 bulan lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): HUT ke-72 Bhayangkara dirayakan di Polres Humbang Hasundutan dengan inspektur upacara Kapolres Humbahas AKBP DR Dayan, Rabu 11 Juli 2018.Amanat Presiden RI Ir Joko Widodo

  • Perkara Jedun dan Kegagalan Penegakan Hukum

    12 bulan lalu

    Oleh: Dr Anang Iskandar, SIK, SH, MH, Ka BNN 2012 - 2015, Kabareskrim 2015 - 2016, Dosen FH Universitas Trisakti Perkara yang melilit Jenniver Dunn hingga tiga kali sebagai tersangka penyalah gun

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb