• Home
  • News
  • Pemerintah Harus Serius Tangani Perikanan di Danau Toba
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 10 Mei 2016 16:35:00

Pemerintah Harus Serius Tangani Perikanan di Danau Toba

BAGIKAN:
Dok
arlindungan Purba, senator asal Sumatera Utara saat menerima Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta.
Jakarta(Pelita Batak):
 
Matinya ribuan ikan milik petani Keramba Jala Apung (KJA) di sentra budidaya ikan Haranggaol, Simalungun harus disikapi segera, bijak dan terpadu oleh Pemerintah. Ini merupakan kejadian kedua dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
 
"Ada empat ratus kepala keluarga yang menulis surat ke saya mengharapkan kehadiran pemerintah untuk menyikapi permasalahan budidaya ikan di Haranggaol, Simalungun," ujar Parlindungan Purba, senator asal Sumatera Utara saat menerima
Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  Slamet Soebjakto di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta.
 
Dalam aspirasinya, kata Parlindungan, petani KJA pada dasarnya siap mengikuti aturan pemerintah agar pengelolaan dan penanganan teknik budidaya KJA ramah lingkungan. Termasuk siap untuk direlokasi dan diatur menurut zonasi. Pengaturan zonasi dinilai akan mampu memperbaiki tata kelola KJA di Danau Toba dan sesuai dengan  Kepmen No. 2 Tahun 2007 tentang cara budidaya ikan yang baik dan ramah lingkungan.
 
"Pemerintah harus hadir menata budidaya perikanan yang ramah lungkungan di wilayah ini. Penerapan zonasi merupakan langkah paling bijak dibanding melakukan penutupan,"jelas Parlindungan.
 
Terlait hal uni, Parlindungan juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian agar masyarakat dibantu dalam hal penyediaan bibit bawang merah sebagai alternatif lain dalam menyambung kehidupan. Pembangunan infrastruktur jalan juga agar segera dibenahi demi kelancaran transportasi.
 
Peristiwa matinya 1.800 ton ikan petani KJA di Haranggaol, Danau Toba, terjadi sejak  20 April sampai 7 Mei 2016 yang menelan kerugian masyarakat  lebih dari Rp. 43 Miliar. Ikan tersebut mati disebabkan karena kekurangan oksigen di dalam air karena populasi ikan sudah di ambang batas kapasitas KJA dan posisi KJA yang tidak tertata dengan baik.
 
Menanggapi hal ini, Dirjen Budidaya Slamet Soebjakto merespons pihaknya akan mengadakan rapat kordinasi pada tanggal 11 Mei 2016 di Medan. Menurutnya penanganan keramba ini harus juga berdasarkan zonasi perwilayahan cara berbudidaya ikan yang baik. Hal ini sesuai dengan harapan petani KJA di Haranggaol dapat dipertahankan dan dijadikan sebagai zona perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan air tawar di Sumut sekaligus menjadi destinasi wisata yang potensial.(*)
  BeritaTerkait
  • GMKI Wilayah I: Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Lebih Serius Kerja Tangani Lingkungan Hidup

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sejak 45 tahun lalu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1972 Menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 23 Tahun 199

  • Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul

    satu bulan lalu

    PendahuluanKITA patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini Kabupaten Humbanghasundutan usianya mencapai 16 Tahun setelah terbentuk menjadi daerah pemekaran otonomi daerah baru salah satunya di I

  • Pemerintah Evaluasi Fasilitas Bebas Visa Kunjungan yang Diberikan ke 169 Negara

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Pemerintah mengisyaratkan akan mengevaluasi fasilitas bebas visa kunjungan yang telah diberikan kepada 169 negara. Evaluasi terutama ditujukan kepada negara-negara yang tidak

  • Arif Menyikapi Keramba Jaring Apung Danau Toba

    3 tahun lalu

    Danau Toba menjadi pembicaraan hangat beberapa hari terakhir. Kali ini bukan soal rencana pembentukan badan otorita, tetapi tentang keramba jaring apung (KJA). Dipicu matinya ikan sebanyak 850 ton

  • PP GMKI Sampaikan Sembilan Rekomendasi Pemikiran kepada Kepala Staf Kepresidenan RI

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): "Indonesia saat ini masih menghadapi banyak persoalan yang harus dapat diselesaikan oleh seluruh komponen bangsa. Para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa t

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb