• Home
  • News
  • Pemberlakuan Gate Pas di Kawasan Industri Medan Demi Keamanan Kawasan
Jumat, 20 Oktober 2017 19:09:00

Pemberlakuan Gate Pas di Kawasan Industri Medan Demi Keamanan Kawasan

BAGIKAN:
tap|pelitabatak
Komisaris PT KIM Sulben Siagian, Dr RE Nainggolan MM, Direktur Pengembangan dan Operasional Prof Dr Ilmi Abdullah MSc, Sekretaris Perusahaan Baringin Simanjuntak diabadikan bersama para jurnalis.
Medan (Pelita Batak) :
Pihak PT Kawasan Industri Medan (persero) (PT KIM) terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi dunia usaha di kawasan tersebut. Sebagai sebuah kawasan strategis, yang berdampak terhadap kondisi ekonomi nasional maka sebagai pemilik Hak Pengelolaan Lingkungan (HPL) KIM melakukan pengelolaan penuh sarana prasarana termasuk mengatur seluruh aktivitas di kawasan tersebut.

Demikian disampaikan Plt Dirut PT KIM Daly Mulyana melalui Direktur Pengembangan dan Operasional Prof Dr Ilmi Abdullah MSc kepada wartawan, Jumat (20/10/2017). "Sebagai kawasan strategis, kawasan KIM adalah kawasan tertutup, sehingga tidak boleh sembarangan orang masuk kawasan, maka untuk menertibkan ini diberlakukan pintu gate," katanya dalam pertemuan yang juga dihadiri Komisaris PT KIM Sulben Siagian dan Dr RE Nainggolan MM, serta Sekretaris Perusahaan Baringin Simanjuntak.

Dijelaskan Prof Ilmi, pembentukan kawasan diatur dalam UU No 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sementara untuk pengelolaannya diatur oleh Peraturan Daerah No 24 tahun 2009 tentang Kawasan Industri. Juga mengenai Anggaran Dasar PT KIM (persero) dan Peraturan Daerah mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah No 28. tahun 2009. "Hal-hal inilah yang menjadi dasar dan legalitas kita melakukan penataan di KIM, sebagai tanggung jawab kita sebagai pengelola untuk memberikan kenyamanan bagi tenan yang ada di kawasan," ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Ilmi pada tanggal 13 Juni 2014, diadakan perjanjian kerjasama pengelolaan pas masuk kawasan KIM II, antara PT KIM (persero) dengan PT Centrapart dengan No. 99 oleh Notaris Roosmindar SH.

Setelah persiapan selama enam bulan, PT Centrapart mulai beroperasi sejak 15 Desember 2014 dengan tarif per sekali masuk : Motor umum Rp 1000, Mobil Boks Rp5.000, Kendaraan R-6 Rp10.000, Kendaraan R-8 Rp15.000, Kendaraan R-10/R-12 Rp20.000, Container Gandeng Rp40.000, stiker berlangganan untuk mobil Rp 100.000 per bulan, stiker berlangganan untuk motor Rp50.000 per bulan.

Namun kebijakan ini tidak berjalan dengan mulus setelah mendapat penolakan dari berbagai pihak, kemudian tarif diturunkan menjadi; sepedamotor dihapus, kendaraan R-4 Rp3.000; mobil boks, R-6, R-8 menjadi Rp 5.000; kendaraan R10-R12 menjadi Rp 10.000; Container menjadi Rp 15.000; berlangganan bulanan untuk R4 menjadi Rp 100.000; berlangganan R6 dan boks Rp200.000/bulan; dan berlangganan R8 s/d selebihnya Rp 300.000/bln. Kebijakan ini pun masih mendapat penolakan, sehingga pengutipan belum bisa berjalan normal. 

Gate Pas tetap diberlakukan namun tidak dipaksakan sejak Januari 2015 s/d adanya surat penegasan dari PT KIM per 14 Maret 2017 dengan surat No. S-90069/01/III/2017.

Prof Ilmi juga menyebutkan saat pertemuan dengan Organda pada Rabu 18 Oktober 2017, pihaknya telah menjelaskan legalitas Gate Pass dan akan mengirimkan bukti tertulis. "Mereka mempertanyakan tentang itu dan akan menguji kebenarannya. Kita sudah jelaskan bahkan kita akan kirimkan secara tertulis," ujar Prof Ilmi.

Pada kebijakannya, menurut Prof Ilmi, gate pass dibebankan kepada pemilik kendaraan. Namun pihak organda meminta agar biaya gate pass dibebankan ke tenan. "Tentu ini tidak benar, sebab ada kendaraan yang bukan berurusan dengan PT KIM justru menumpang lewat saja tanpa ada kontribusi," ujarnya.

Aneh menurut Prof Ilmi jika Organda menjadikan alasan kondisi ekonomi yang sulit, sehingga buata gate pass memberatkan. "Kita justru heran, kok persoalan bisnis lesu dan masalah mereka dengan tenan, KIM yang mereka hajar," ujarnya.

Selaku Sekretaris Perusahaan Baringin Simanjuntak menambahkan bahwa pengelolaan gate pas bukan merupakan pungutan liar.

Kemudian ditambahkan Komisaris Dr RE Nainggolan MM, tujuan pemberlakuan gate pas adalah penting bagi PT KIM mencatat sirkulasi kendaraan yang masuk ke kawasan untuk mengetahu grafik pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. KIM juga perlu melakukan pengawasan kendaraan yang keluar dan masuk kawasan. Kawasan itu harus tertutup, karena memang bukan untuk aktivitas masyarakat umum. "PT KIM juga perlu melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang masuk, untuk menjamin keamanan usaha di lingkungan kawasan demi terciptanya rasa nyaman," ujarnya.

Juga disampaikan, bahwa PT KIM terbuka untuk diajak bernegosiasi, namun untuk gratis atau tidak berbayar sangat tidak dimungkinkan. "Karena untuk pengawasan kawasan strategis, dibutuhkan perawatan berkala untuk itu," ujarnya. Bahkan, pada kesempatan itu, gate pas bukanlah dijadikan sebagai penerimaan demi keuntungan PT KIM, melainkan untuk pengamanan kawasan strategis tersebut.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Kemajuan Teknologi Belum Berdampak Bagi Kesejahteraan Masyarakat Batak

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan kemajuan kebudayaan kita. Kita tidak mampu secara kreatif menata kembali hubungan dan struktur sosial, politik dan ek

  • Warga Kawasan Danau Toba Diminta Tidak Palak Wisatawan

    tahun lalu

    Saya masih mendengar ada wisatawan mancanegara yang di palak dengan dikenakan ongkos yang tidak sesuai tarif. Ini tidak boleh terjadi lagi. Mari kita kedepankan pelayanan dan kenyamanan,”

  • Ir Ronald Naibaho : Pemanfaatan Jalan di Kota Medan Harus Pada Fungsinya

    tahun lalu

    Kesadaran masyarakat perkotaan, khususnya Kota Medan dalam memanfaatkan jalan dan trotoar masih butuh perhatian. Pengembalian fungsi jalan perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat kemacetan di inti kota. Saat ini, masih ada yang memanfaatkan badan jalan u

  • Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) mengadakan Pelatihan Kompetensi Perhotelan di Samosir

    tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak): Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) mengadakan "Pelatihan Kompetensi Perhotelan"bagi karyawan hotel dan restoran di Hotel Rogate Beach, Desa Unjur, Kecamatan Siman

  • Bea Cukai Strategis Dukung Iklim Usaha Dan Investasi di Sumut

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi mengatakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumut memiliki peran strategis dalam mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif di Sumatera Utara. Dia mengharapkan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online