• Home
  • News
  • Pekan Doa Sedunia Moria Runggun GBKP Memakai Kostum Budaya Suriname
Senin, 09 April 2018 05:48:00

Pekan Doa Sedunia Moria Runggun GBKP Memakai Kostum Budaya Suriname

BAGIKAN:
Ist
Jemaat GBKP khususnya Moria menggunakan pakaian khas beberapa negara termasuk Suriname. Tak ketinggalan pakaian khas Karo.
Palembang(Pelita Batak): Minggu 8 April 2018, Hari Doa Sedunia dimulai pada abad ke-19, Perempuan Kristen Amerika Serikat dan Kanada. Mereka merintis berbagai kegiatan kooperatif untuk  mendukung keterlibatan perempuan dalam misi di kedua negara tersebut dan di belahan dunia lainnya.

HDS ( Hari Doa Sedunia) kemudian menjadi suatu gerakan Perempuan Kristen di seluruh dunia dari semua latar belakang dan tradisi, yang bersama-sama berkomitmen dalam doa pada hari Jumat pertama bulan Maret setiap tahun. 

Lebih dari 170 negara bergabung dalam gerakan HDS ini dimana tema dan buku panduannya disiapkan oleh Komite HDS dari negara yang berbeda setiap tahunnya. Untuk Tahun 2018  temanya disiapkan oleh megara Suriname yang akan diikuti seluruh dunia termasuk Indonesia yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja Indonesia.

"Pada awalnya perayaan HDS menjadi perayaan jemaat dewasa, khususnya kaum perempuan, tetapi kemudian telah diselenggarakan HDS untuk anak dengan tujuan mengantar anak-anak berperan aktif dalam gerakan oikumene, serta membentuk kepribadian anak yang mencintai dan mengharagai kepelbagaian global dalam kehidupan gereja," ungkap Pendeta GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) Palembang Pendeta Julianus Sembiring Meliala.

Ibadah Minggu, 18 April 2018 yang dilaksanakan di Gereja Batak Karo Protestan melakukan kegiatan yang sama, memperingati HDS (Hari Doa Sedunia) dan seluruh kaum perempuan atau Moria Runggun gereja GBKP memakai Kostum Perempuan ala Suriname, India, Belanda dan pakaian adat Karo sebagai bentuk dukungan doa kepada seluruh dunia bahwa kita ada sebagai makhluk Tuhan yang sama di mata Tuhan dengan seluruh perbedaannya.

Manusia adalah makhluk keturunan Adam dan Hawa Mahluk yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa serta menghargai perbedaan budaya adat istiadat, itu sebagai karya cipta yang paling tinggi derajatnya di antara makhluk di dunia ini yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa.

Pendeta GBKP Julianus Sembiring Meliala didampingi  Mardiana br Tarigan dan Rimta br Ginting sebagai kaum Moria GBKP Palembang mengungkapkan Tema HDS 2018 adalah "SEMUA CIPTAAN ALLAH, SUNGGUH SANGAT BAIK" (Kejadian 1: 31). Firman Tuhan menyebutkan bahwa Tuhan menciptakan dunia ini sangat baik. Bumi dan segala isinya serta benda-benda di langit memiliki tempat dan fungsinya masing-masing dalam penciptaan itu. Namun demikian, di beberapa tempat alam ciptaan Tuhan telah menjadi berbeda dengan yang diciptakan Tuhan.

Alam telah rusak. Di Suriname telah terjadi penggunaan merkuri yang  tidak bertanggungjawab, yang dapat meracuni manusia dan mahkluk lainnya. Sungai bersih telah tercemar. "Di Indonesia juga alamnya telah rusak, kita sering merusaknya seperti menebang pohon-pohon sembarangan sehingga terjadi erosi, banjir, tanah longsor, membuang sampah sembarangan, sungai sudah kotor menyebabkan kita menderita dan sakit," bebera Pendeta Julianus Sembiring Meliala.

Dia menambahkan bahwa anak-anak dari Suriname mengajak anak-anak Indonesia agar memelihara ciptaan Tuhan. PGI juga mengajak anak-anak gereja agar bersama-sama berdoa bagi Suriname, Indonesia dan seluruh dunia serta bersama-sama berjanji akan menjaga ciptaan Tuhan. 

"Khususnya Kota Palembang provinsi Sumsel dengan memperingati Hari Doa Sedunia, umat Gereja GBKP Palembang ini diharapkan dapat menjadi pioner menjaga kebersihan lingkungan kita baik di lingkungan gereja maupun di lingkungan rumah tempat tinggal serta  ikut berperan aktif membantu pemerintah menjaga kebersihan Kota Palembang. Kita juga berdoa untuk suksesnya penyelenggaraan Asian Games yang akan dilaksanakan tgl 18 Agustus 2018 di Palembang," ujarnya.(rel)
  BeritaTerkait
  • Budaya Sehat, Mari Cuci Tangan Pakai Sabun

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi mengapresiasi Perayaan Hari cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang digealr di halaman SD Negeri Percobaan Jalan Sei Petani Medan, Sabtu (15/10/2016).

  • Malapetaka "Martangan Pudi" Dalam Kehidupan Rumah Tangga Suku Batak

    2 tahun lalu

    Dalam membina keharmonisan suatu rumah tangga, perlu ada saling keterbukaan dalam sikap antara si suami dan istri, menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing dari setiap pasangannya. Banyak yang mengatakan keluarga suku Batak terkenal dengan kesetia

  • Warga Medan Harus Pakai Batik Medan & Songket Deli

    2 tahun lalu

    Seluruh busana hasil rancangan Hj Rita ini bisa diperoleh di Maharani Galeri Batik Medan dan Songket Deli. Tidak hanya busana batik Medan dan songket Deli, galeri ini juga memajangkan hasil produk unggulan UMKM Kota Medan, seperti kursi rotan, tutup lampu

  • Rencana Pembangunan Kawasan Danau Toba dan Peluang Masyarakat Adat Diseminarkan di Parapat

    tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak): KSPPM, BAKUMSU, CAPPA dan Sajogyo Institute bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan seminar

  • Bangun Persaudaraan, Kebersamaan dan Rasa Kasih Melalui Natal

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Ribuan umat Kristiani dari seluruh penjuru Kota Medan menghadiri perayaan Natal Oikumene Kota Medan tahun 2016 di Gedung Medan International Convention Centre (MICC) Jalan Gagak Hitam Ring Road Medan,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet