• Home
  • News
  • Pedagang Tahu Gantung Diri Karena Tak Kuat Ditinggal Istri
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 19 Oktober 2016 10:43:00

Pedagang Tahu Gantung Diri Karena Tak Kuat Ditinggal Istri

BAGIKAN:
analisa
Jasad korban disemayamkan di rumah duka, Selasa, 18 Oktober 2016

Medan (Pelita Batak) : Tidak kuat menghadapi beban hidup seorang diri, Erwin Syahputra alias Puput (27), pedagang tahu di Pasar VIII Tembung, tewas gantung diri di dapur rumahnya di Jalan Jati, Gang Jati I, Dusun X, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa subuh, 18 Oktober 2016.

Jasad korban pertama kali didapati oleh adik kandungnya yang merupakan mahasiswa Universitas Medan Area (UMA), Agus Dermawan (18).

Sore itu, Agus baru pulang kuliah dan hendak masuk ke rumah orang tuanya yang ditempati bersama korban. Awalnya Agus sempat mengetuk dan meneriaki dari luar rumah karena pintu terkunci. Lama tak mendapat respon, Agus pun memilih masuk lewat jendela samping rumahnya.

Abang kandungnya sudah meregang nyawa di dapur dengan kain panjang. Korban menuliskan permintaan maaf kepada orang tua dan anaknya di dinding dapur rumahnya di dinding dengan kapur tulis.

"Puput minta maaf ya mak. Selama ini Puput udah banyak nyusahin mamak. Untuk apa hidup buat malu, gak berguna dan nyusahin. Inilah yang terbaik. Puput minta tolong ya mak, jangan ribut-ribut. Semuanya udah selesai. Maafkan ayah ya nak, ayah sayang dan semuanya aku minta maaf harus mati disini," tulisnya menggunakan kapur putih.

Temuan itu pun semakin membuat haru dan pilu keluarganya. Warga yang mendengar jeritan Agus, langsung mendatangi rumah korban. Selanjutnya kepala dusun setempat melapor kasus ini ke Polsek Percut Sei Tuan.

Agus dan keluarganya mengatakan, korban diduga nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri lantaran tak mampu menghadapi hidup seorang diri pasca ditinggal istrinya yang merantau ke Malaysia.

"Kurasa stres dia (korban) Pak, karena istrinya sudah lima bulan pergi bekerja ke Malaysia," kata Agus di rumah duka.

Selain karena ditinggal istrinya, keluarga dan tetangga juga menduga kalau korban tambah nekat mengakhiri hidup lantaran faktor ekonomi.

"Bolak balik dia pinjam uang kemana-mana, tapi usaha jualan tahunya terus bangkrut," ucap keluarga.

Kepala Dusun X, Hamzah, juga mengatakan hal yang sama.

"Memang selama ini korban nggak pernah terdengar ada masalah. Tetapi semenjak istrinya pergi ke Malaysia, dia ku rasa stres. Ditambah lagi usahanya bangkrut," tutur Kadus, Hamzah.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru mengatakan, keluarga korban telah menerima keadaan tersebut secara ikhlas.

"Atas permintaan keluarga, jasad korban tidak dilakukan autopsi dan pihak keluarga bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan atas tewasnya korban dan sudah jelas gantung diri, pungkasnya. (R4/analisa)

  BeritaTerkait
  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    2 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Tradisi Makan Bersama, Sangat Penting Membentuk Keluarga yang Tangguh

    2 tahun lalu

    Oleh Ronsen LM Pasaribu   Tadisi makan bersama di kalangan masyarakat pedesaan, sudah diajarkan kepada kita sejak kecil. Masih segar ingatan kita pagi, siang dan malam, selalu berkumpu

  • Peran Politik Warga dan Pelayan HKBP Tinjauan Perspektif Alkitabiah 2

    5 bulan lalu

    Oleh Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBPII. Peran politis warga HKBP: Tinjauan AlkitabiahA. Luasnya ruang tinjau, pembatasan bahasSecara defenisi apa yang dikandung dalam kata politi

  • Keluarga Belum Yakin Rizal Bunuh Diri di Tahanan Polsek Batangtoru

    2 tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Begitu dinyatakan meninggal, jenazah Rifzal Ariandi Siregar ternyata tidak langsung dibawa keluarga pulang. Jenazah almarhum sempat tertahan beberapa jam di RSUD Kota Padangsid

  • Malapetaka "Martangan Pudi" Dalam Kehidupan Rumah Tangga Suku Batak

    3 tahun lalu

    Dalam membina keharmonisan suatu rumah tangga, perlu ada saling keterbukaan dalam sikap antara si suami dan istri, menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing dari setiap pasangannya. Banyak yang mengatakan keluarga suku Batak terkenal dengan kesetia

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb