• Home
  • News
  • Parsadaan Mahasiswa Humbanghasundutan (Parmahan) Bengkulu Prihatin Tragedi KM Sinar Bangun di Danau Toba
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 21 Juni 2018 19:58:00

Parsadaan Mahasiswa Humbanghasundutan (Parmahan) Bengkulu Prihatin Tragedi KM Sinar Bangun di Danau Toba

Sesalkan Dinas Pariwisata Samosir Karena Tetap Gelar Karnaval
BAGIKAN:
Ist
Acara doa sama
Bengkulu(Pelita Batak): Pada hari Rabu malam tanggal 20 Juni 2018, Parsadaan Mahasiswa Humbang hasundutan (Parmahan) Bengkulu yang sudah berdiri dan ada di Bengkulu terhitung sejak 21 November 2016, berkumpul bersama dan bersepakat untuk mengenang seraya berdoa be dengan memberikan pernyataan sikap keprihatinan terhadap apa yang telah terjadi yang menimpa bona pasogit kita yaitu Danau Toba. 

Kapal KM-Sinar Bangun yang menjadi salah satu alat tranportasi Penyebrangan Danau Toba pada hari Senin kemarin 18 Juni 2018 mengalami kecelakaan yang menyebabkan kapal tenggelam lalu dengan jumlah penumpang yang diperkirakan berkisar 190 orang. Sebanyak 18 orang selamat, 2 ditemukan meninggal dan sisa korban hilang dan masih dalam proses pencarian. 

Bersama dengan tragedi yang terjadi, maka Parsadaan Mahasiswa Humbang hasundutan (Parmahan) berisiatif dan bersepakat untuk merefleksikan dan melaksanakan Acara Doa Bersama dan Aksi Solidaritas dengan pernyataan sikap.

Mengingat memang Kabupaten Humbanghasundutan sendiri masuk juga dalam wilayah danau Toba. Adapun rangkaian acaranya dimulai dengan ibadah singkat yang dalam ibadah tersebut diangkat ayat penguat yang diambil dari Wahyu 21 : 4  "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari dari mata mereka dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu". 

Setelah selesai ibadah tersebut, kemudian dilanjutkan dengan Penyalaan Lilin dari Parmahan sebagai bentuk simbol doa dan harapan akan tragedi yang sudah terjadi. Dalam Penyalaan lilin tersebut juga menyanyikan lagu "Ibu Pertiwi".

 Lalu salah seorang anggota yang bernama Hosani membacakan puisi yang berjudul "Tao Toba" yang menggambarkan musibah yang terjadi dan harapan terbaik yang akan datang.  Yang selanjutnya masuk pada pernyataan sikap keprihatinan yang diawali oleh Ketua Parmahan, Panogihon Purba menyampaikan dukacita yang sangat mendalam atas tragedi yang sudah terjadi kepada keluarga korban yang meninggal dan dukungan serta doa kepada korban yang masih hilang. 

Dalam pernyataan sikap tersebut juga, Panogihon membacakan beberapa hal-hal penting dari penyebab kejadian tersebut dan perbaikan ke depannya. 

1.Kondisi dan Kelayakan kapal tidak terpenuhi karena kapasitas muatan kapal ternyata melebihi batas maksium muatan. Ditambah lagi kapal tersebut dikhusukan hanya untuk mengangkut manusia bukan diperuntukan untuk mengangkut angkutan transportasi roda dua dan roda empat. 

2.Kesengajaan dan kelalaian pemilik kapal, nahkoda maupun pihak-pihak terkait yang seharusnya melihat cuaca buruk dan kondisi kapal yang melebihi kapasitas yang seharusnya tidak layak untuk berlayar namun tetap berlayar karena ada unsur kesengajaan dan kelalaian dari pihak terkait.

3.Kesedian tim SAR maupun basarnas yang bertugas dalam upaya pencarian dan penyelamatan waktu menjadi komponen penting dalam upaya penyelamatan para korban. Namun realita yang terjadi dilapangan dalam proses penyelamatan untuk menyelamatkan korban kecelakan hanya dilaksanakan dihari pertama pada kondisi terang  dan  terjadi pemberhentian di malam harinya dan dilanjutkan evakuasi di lanjut di pagi hari yang ini menyebabkan  dan membiarkan semakin banyak korban yang tidak di tolong yang seharusnya bisa dibantu dan ditolong pada hari itu juga ketika proses pencarian dan penyelamatan terus berlanjut.

4.Harus ada pihak yang bertanggung jawab atas tenggelamnya kapal KM-Sinar Bangun ini, Karena ini merupakan kelalaian yang berujung nyawa. Ini demi perwujudan Danau Toba sebagai destinasi wisata taraf internasional. 

"Kita berharap akan adanya perbaikan dan pembelajaran kedepan, harapan kita memang semoga tragedi ini yang terakhir kali terjadi di Danau Toba," ujar Panogihon Purba.

Lalu dari 14 anggota Parmahan yang datang memberikan harapan dan rasa keprihatina mereka terhadap apa yang sudah terjadi. Terakhir ditutup oleh Yedija Manullang, mantan pengurus Parmahan. 

"Tragedi yang terjadi di Danau Toba dengan tenggelamnya Kapal KM-Sinar Bangun yang merupakan tragedi paling besar sepanjang Danau Toba ada dimana memakan korban yang begitu banyak hanya dikarenakan faktor kelalaian dari pihak terkait. Namun  semua sudah terjadi, biarlah ini tetap menjadi suatu pembelajaran bagi kita semua untuk tidak bermain-main dengan alam dan tetap menjaga hubungan kita dengan alam dan semua cipataan. Namun ada satu hal yang paling saya sesalkan dan tidak habis fikir ketika kita masih dalam duka dan tangis serta harapan kosong terhadap kondisi korban yang hilang yang sebenarnya harus lebih diutamakan. Namun Dinas Pariwisata Samosir tetap melaksanakan karnaval dengan alasan jauh-jauh hari sudah dipersiapkan yang seharusnya bisa ditunda maupun dibatalkan.  Namun kita tetap berharap untuk kebaikan semua. Terimakasih juga untuk keluarga besar armahan yang sampai hari kita bisa tetap terjalin erat," kata Yedija.(ril)
  BeritaTerkait
  • Aduhot Simamora Minta KNKT Selidiki Tragedi KM Sinar Bangun

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018) pukul 17.30 WIB masih terus berlangsung. Informasi tentang kronologis peristiwa

  • "Andung-Andung Tao Toba" Doa dan Solidaritas untuk Tragedi KM Sinar Bangun

    10 bulan lalu

    Medan(Pelita Batak): Sekitar 700 orang masyarakat Kota Medan yang tergabung dalam Forum Harmoni Toba menghadiri acara "Andung-andung Tao Toba" di open stage Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis

  • Disebut-sebut Gunakan Rekening Donasi KM Sinar Bangun, Warga Nantikan Penjelasan Ratna Sarumpaet

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Permaslahan yang mendera Ratna Sarumpaet masih terus bergulir. Terbaru, yang menjadi perbincangan hangat adalah, soal rekening yang digunakan untuk mengumpulkan donasi korban Kapa

  • Revolusi Industri 4.0 : Pemerintah Daerah dan Milenial Bersinergis Memajukan Pariwisata Humbang-Hasundutan

    3 bulan lalu

    Oleh: Yedija Manullang Tahun 2018 telah usai dengan segala harapan dan cita-cita yang harus terus diperjuangkan. Hari baru di 2019 menyiratkan semangat untuk mewujudnyatakan harapan dan cita-cita

  • KM Sinar Bangun Tenggelam, BPODT dan TCC Kemenpar Terus Monitor

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) mengucapkan turut prihatin atas tenggelamnya kapal penumpang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6). Kapal tersebut diperk

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb