• Home
  • News
  • Parlindungan Purba : Bencana di Sumut Berbeda
KSP Makmur Mandiri
Senin, 19 Februari 2018 12:52:00

Diskusi Peran Kearifan Lokal dalam Menghadapi Bencana

Parlindungan Purba : Bencana di Sumut Berbeda

BAGIKAN:
Tap|pelitabatak
Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM saat memberikan pemaparan sekaligus menjadi moderator dalam acara diskusi
Medan (Pelita Batak) :
Bencana alam yang terjadi di Sumut khususnya bencana gunung api, sangat berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Belajar dari bencana Gunung Api Sinabung yang berlangsung sejak 2010 hingga saat ini. Dibutuhkan langkah konkrit khususnya memberikan edukasi bagi masyarakat Sumut.

Demikian disimpulkan dari hasil Diskusi Peran Kearifan Lokal dalam Menghadapi Bencana bersama Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba SH MM, di Aula Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan, Senin (19/2/2018). Diskusi juga menghadirkan Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, BPD Karo Sarjana Ginting (Sekretaris), Kepala BMKG wilayah 1 Medan, Edison Kurniawan, Dr Tuahman Fransiscus Purba serta dihadiri ratusan peserta diskusi.

"Bencana di Sumut itu berbeda, jika bencana gunung api di daerah lain tidak berlangsung selama yang kita rasakan di Sumut, Gunung Api Sinabung. Jadi sangat perlu ada penangan khusus ke depan, kita tidak bisa hindari bencana namun kita harus bersahabat dengan bencana," ujarnya.


Foto bersama Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba SH MM,  Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, BPD Karo Sarjana Ginting (Sekretaris), Kepala BMKG wilayah 1 Medan, Edison Kurniawan, Dr Tuahman Fransiscus Purba serta peserta diskusi, di Aula Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan, Senin (19/2/2018).

Untuk itulah, dirasa perlu untuk menggagas program edukasi bagi masyarakat Sumut khususnya yang berada di titik-titik rawan bencana. Bahkan dibutuhkan lembaga pendidikan tentang penanganan bencana, bahkan dalam rakerna DPD tahun 2018, lanjut Parlindungan akan mengajukan adanya MoU antara DPD dengan BNPB untuk perumusan kearifan lokal dalam penanganan bencana.

Kemudian, akan dibentuk tim penyusun buku tentang "Kearifal Lokal Sebagai Sumber Pengetahuan". Serta akan terselenggaranya Jambore Nasional Kebencanaan pada 14-17 Oktober 2018 Sumut akan mengambil bagian bekerjasama dengan BPBD Sumut.

Untuk penanganan bencana di kawasan Gunung Api Sinabung hingga saat ini telah dilakukan tiga tahap penanganan. Tahap pertama, relokasi ke Siosar dengan mengutamakan masyarakat yang ada di radius tiga kilometer dari Gunung Sinabung 370 KK, dibangun perumahan, infrastruktur, fasilitas umum dan sosial. Tahap kedua, relokasi mendiri, sekitar 1682 KK yang berasal dari 4 desa. "Masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih lokasi yang mereka inginkan secara berkelompok untuk membangun rumah. Pemerintah membantu dana membangun rumah dan usaha tani," ujar Sarjana Ginting Sekretaris BPBD Karo.

Dan tahap ketiga direncanakan kembali relokasi ke Siosar, sedang dilakukan pembersihan lokasi saat ini. Diperuntukkan untuk warga daru desa Suka Nalu, Desa Sigarang-garang, Desa Mardinding dan Lau Kawar sekitar 1063 KK. "Pendataan masih dilakukan. Namun kami percaya ini semua akan berjalan dengan baik. Kami juga berterima kasih kepada pemerintan provinsi juga Bapak Parlindungan Purba yang senantiasa memberikan perhatian untuk Kabupaten Karo," ujarnya.

Sementara itu, dari pihak BMKG, menjelaskan bahwa banyak hal kearifan lokal yang kini tidak disadari lagi sebagai upaya meminimalisir dampak bencana. Seperti konstruksi bangunan rumah, dan jenis bangunan. Hal ini sesungguhnya menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang mampu meminimalisir dampak bencana. Misalnya di Sumut, sangat jarang mengguakan sirat sebagai atap rumah, karena jika terjadi gempa akan berjatuhan.

"Kemudian, rumah panggung dan kemiringan atap rumah yang curam, juga memiliki makna untuk mengantisipasi bencana," katanya.

Dr Tuahman Purba yang pernah menangani pasien korban bencana, juga menilai sangat perlu adanya lembaga edukasi tentang bencana alam di Sumatera Utara. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Gubernur Sumut T Erry Nuradi Mengaku Bermarga Purba Dasuha

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI) Sumatera Utara dan Malam Pesona Budaya Simalungun berlangsung dengan baik di Ign Washingt

  • Pengungsi Sinabung Harus Tinggalkan Posko

    2 tahun lalu

    Semua pengungsi erupsi gunung sinabung, Kabupaten Karo, Sumut harus ditempatkan di lokasi relokasi yang sudah ditentukan. Hal itu sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo yang meberikan tenggang waktu hingga akhir tahun 2016.

  • DPR RI dan DPD RI Sambut Baik Ulos Warisan Budaya Tak Benda Nasional Menuju Unesco

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Sebagai tindak lanjut dari bebagai kegiatan baik Hari Ulos maupun pameran ulos, serta Seminar Ulos Nasional yang telah diselenggarakan oleh Yayasan Pemberdayan Perempuan

  • Panitia Natal Bersama Wartawan dan KPI Sumut Terbentuk

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Tahun ini, perayaan natal bersama wartawan Sumatera Utara yang dipelopori PWI Sumut, akan digelar secara bersama dengan jajaran Komisi Penyiaran Indoenesia (KPI) Daerah Sumut, pada tanggal 9 Desember mendatang di Stadion

  • Menkum HAM Hadiri Natal Oikumene di Stadion Teladan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Perayaan Natal strategis dalam menciptakan suasana teduh dan damai di tengah berbagai perbedaan. Natal menjadi momentum untuk penguatan persaudaraan sesama anak bangsa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet