• Home
  • News
  • Pangkalan Gas Elpiji Bersubsidi di Padangsidimpuan Jangan Jadi "Siluman"
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 09 November 2018 10:25:00

Pangkalan Gas Elpiji Bersubsidi di Padangsidimpuan Jangan Jadi "Siluman"

BAGIKAN:
Saut Togi Ritonga | Pelitabatak

Padangsidimpuan (Pelita Batak) :

Keberadaan pangkalan sebagai penyalur gas elpiji 3kg yang disubsidi negara di Kota Padangsidimpuan diminta menampakkan wujudnya, tidak menjadi siluman yang menyembunyikan keberadaannya.

Masyarakat umumnya tidak  mengetahui keberadaan pangkalan gas elpiji di daerahnya karena selama ini membeli dari kios/kedai ataupun pengecer, karena itu pangkalan harus menampakkan batang hidungnya dengan denganng papan nama pangkalan serta HET sesuai standar dilokasi pangkalannya sehingga mudah dilihat oleh masyarakat umum.

Bangunan harus memiliki ventilasi yg cukup serta ada tanda larangan merokok dan menyediakan racun api, cap/stempel pangkalan, timbangan dan bak pendeteksi kebocoran tabung LPJ bersubsidi 3 kg. Hal ini sangat perlu dilakukan agar hak-hak masyarakat dalam memproleh LPJ 3 kg bersubsidi dapat terpenuhi,

Hal ini sesuai dengan Surat edaran Walikota Padangsidimpuan (SE) Nomor.511.1/5900/2018 tertanggal 6 Nopember 2018 yang ditujukan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah, seluruh Camat dan para pangkalan dan agen se Kota Padangsidimpuan.

Surat edaran itu diterbitkan dalam rangka penegasan sasaran penyaluran/pengguna gas bersubsidi, sekaligus mengatasi kelangkaan LPG 3 Kg di lapangan.

Disebutkan, elpiji bersubsidi isi 3 Kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Antara lain masyarakat yang tergolong keluarga pra sejahtera atau miskin.

Karena itu dihimbau agar seluruh ASN/PNS di Pemko Padangsidimpuan untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi. Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan segera sosialisasikan surat edaran tersebut kepada jajarannya.

Camat se Kota Padangsidimpuan diinstruksikan untuk mengimbau seluruh warga dan pelaku usaha di wilayah tugas masing-masing (seperti hotel, rumah makan, usaha kecil menengah dan besar dengan aset di atas Rp50 juta) untuk tidak memakai elpiji bersubsidi 3 Kg.

Kemudian, setiap pangkalan dilarang untuk mendistribusikan langsung elpiji bersubsidi 3 Kg ke pengecer. Wajib mengutamakan masyarakat Rumah Tangga Akhir (RTA) dan dilarang keras mengecer keliling.

Setiap pangkalan juga dilarang keras menyalahgunakan isi tabung elpiji bersubsidi. Menjual elpiji bersubsidi tabung 3 Kg sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan dan menaati perundang-undangan yang berlaku.

Apabila ditemukan pangkalan yang tidak mengindahkan surat edaran itu maka dikenakan sanksi keras hingga pencabutan izin usaha.

Sebagai laporan dan pemberitahuan, surat edaran itu dikirim ke Gubernur Sumatera Utara, Ketua DPRD dan Kapolres Kota Padangsidimpuan, pimpinan Pertamina Region I Medan dan Ketua Hiswana Migas.

Menyikapi hal itu, Ketua LPKSM-YLKM Kota Padangsidimpuan Azmin Gea  meminta dan mendesak Tim Pengawasan Gas Elpiji Pemko Padangsidimpuan agar segera turun kelapangan untuk melakukan investigasi ke berbagai Lokasi pangkalan gas elpiji bersubsidi di Kota Padangsidimpuan.

Hal ini sangat perlu dilakukan agar hak-hak masyarakat dalam memproleh LPJ 3 kg bersubsidi dapat terpenuhi, terang mantan aktivis ini.

Gea berharap pihak pangkalan juga proaktif mengawasi penjualan gas elpiji bersubsidi dengan tidak melayani pembeli dari kalangan ASN yang seharusnya menggunakan gas elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg.(Saut Togi Ritonga)

  BeritaTerkait
  • Pasokan 3000 Tabung Per Hari, Gas Elpiji Bersubsidi Langka di Padangsidimpuan

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Walau pasokan tabung gas elpiji tidak ada perubahan mencapai 3000 tabung per hari, namun kenyataannya kelangkaan gas bersubsidi terus berlangsung di kota Padangsidimpu

  • Gas Elpiji Bersubsidi 3Kg di Padangsidimpuan Makin Menghilang

    satu minggu lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Gas Elpiji 3kg yang merupakan program konversi minyak tanah dan diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga warga pra sejahtera dan usaha kecil semakin menghilang di Ko

  • Barang Langka, Harga Gas 3 Kg Melambung di Padangsidimpuan

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :  Sejak memasuki hari raya Idul Fitri, kelangkaan Gas 3 Kg di Padangsimpuan sudah mulai langka dan bila pun ada harganya  melambung di atas Harga Eceran Terti

  • Gas Bersubsidi Langka, Pemko Padangsimpuan Dituding Tak Peduli

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Kelangkaan gas bersubsidi 3 kg di Kota Padangsidimpuan tampaknya menjadi bukti kebenaran penilaian kinerja pelayanan pemda masuk sepuluh besar terendah pemerintahan ko

  • Siap Menangkan DJOSS : Warga Teluk Aru Curhat Soal Nasib Mereka Sejak Kilang Minyak Tutup

    8 bulan lalu

    Langkat (Pelita Batak):Warga Teluk Aru Kabupaten Langkat mengadu ke Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus, saat bertemu, Kamis (5/4/2018) kemarin. Curhatan mereka menyang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb