• Home
  • News
  • Pakai Istilah 'Inang-inang', Parlindungan Purba Ingatkan BI Tidak Asal Gunakan Istilah
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 23 Mei 2018 17:48:00

Pakai Istilah 'Inang-inang', Parlindungan Purba Ingatkan BI Tidak Asal Gunakan Istilah

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Parlindungan Purba SH MM Ketua Komite II DPD RI
Medan (Pelita Batak):
Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba SH MM sangat kecewa dengan statemen pihak Bank Indonesia tentang istilah "inang-inang" dalam berbagai pemberitaan di media. Bagi masyarakat Sumut khususnya Tapanuli, istilah "inang-inang" adalah sosok pejuang kehidupan, bukan seperti disebutkan dalam konteks pemberitaan yang ramai saat ini.

Sebagaimana dilansir berbagai media mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat untuk tidak menukarkan uang pecahan kecil di tempat-tempat yang tidak resmi. Penukaran uang ilegal tersebut biasanya dikenal dengan sebutan 'inang-inang' atau ibu-ibu yang menjajakan jasa penukaran uang receh di pinggir jalan.

Deputi BI Rosmaya Hadi mengatakan penukaran uang di tempat yang tak resmi bisa merugikan masyarakat. Sebab, jumlah uang yang diberikan oleh inang-inang bakal lebih rendah jumlahnya karena dipotong biaya.

"Pernyataan ini cukup menciderai hati masyarakat Sumut, kami sangat menghargai perjuangan para ibu-ibu yang berprofesi sebagai pedagang di pasar," ujar Parlindungan yang juga Ketua Komite II DPD RI ini.

Jadi untuk itu, Parlindungan mengharapkan agar pihak BI melakukan klarifikasi atas istilah yang disebar luaskan di media saat ini.

"Kita sepakat agar tidak ada masyarakat dirugikan, dianjurkan menukar di tempat resmi. Tapi ungkapan yang mendeskritkan perjuangan kaum ibu, khususnya ibu-ibu di Sumut agar segera di bersihkan," katanya.

Menurut Parlindungan, penjelasan pihak BI dalam pemberitaan juga sangat mengecilkan profesi kaum ibu di Sumut yang berjuang demi perekonomian keluarganya. 

Parlindungan mengimbau juga kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Khususnya saat ini bangsa ini tengah menghadapi isu-isu yang cukup meresahkan warga. "Mari kita percayakan kepada aparat untuk menjaga keamanan negara, dan kita sebagai masyarakat turut menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing," katanya. (TAp)
  BeritaTerkait
  • #PGM_Zaman_NOW (Sebuah SARAN)

    5 bulan lalu

    Oleh Jeje TobingDi berbagai wilayah di Indonesia, ada banyak bentuk Perkumpulan atau Paguyuban yang didirikan atas dasar rumpun, daerah asal, seprofesi, sealumni dan lain-lain.Tujuan dari semua perkum

  • Effendi Simbolon Silaturahmi ke Kelompok Cipayung Plus Sumut

    12 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Muara Sakti Simbolon bersilaturahmi dengan para pimpinan kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) di Medan, Kamis (31/8/2017).Effendi Simbolo

  • Jalan Dengan Segala Aspeknya

    4 bulan lalu

    Oleh: Ronsen PasaribuIngin tahu, kita bicarakan ihwal pentingnya pengaturan jalan bagi manusia.Jalan ya jalan. Tanpa butuh definisi, kita paham apa arti jalan. Hanya ada yang membedakan istilah di ber

  • Mengenal Sijagaron Dalam Upacara Pemakaman Orang Batak

    2 tahun lalu

    Lubuk Pakam(Pelita Batak): Simbol unik hadir dalam upacara pemakaman adat Batak Toba. Mereka menyebutnya sijagaron atau sanggul marata.   Sijaragon sebenarnya adalah tanaman yang diran

  • PHR Kota Medan Tampilkan Kesenian Simalungun

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Panggung hiburan rakyat yang diselenggarakan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan menampilkan kesenian dan kebudayaan Simalangun di Jalan Bukit Barisan (seputaran Lapangan Merdeka),

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet