• Home
  • News
  • PP GMKI Sampaikan Sembilan Rekomendasi Pemikiran kepada Kepala Staf Kepresidenan RI
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 12 Maret 2017 20:08:00

PP GMKI Sampaikan Sembilan Rekomendasi Pemikiran kepada Kepala Staf Kepresidenan RI

BAGIKAN:
Ist
Pertemuan GMKI dengan Teten Masduki
Jakarta(Pelita Batak): "Indonesia saat ini masih menghadapi banyak persoalan yang harus dapat diselesaikan oleh seluruh komponen bangsa. Para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa tentunya tidak bisa tinggal diam, tetapi juga harus memberikan sumbangsih pemikiran dan tindakan," tutur Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sahat Martin Philip Sinurat ketika bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat 10 Maret 2017 .
 
Pengurus Pusat GMKI bertemu Teten Masduki untuk menyampaikan berbagai persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat di daerah serta rekomendasi pemikiran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Beberapa persoalan tersebut antara lain terkait pembangunan infrastruktur, pendidikan, korupsi, narkoba, persoalan Timur Tengah, agraria, maritim, dan birokrasi.
 
"Apa yang kami sampaikan merupakan sumbangsih pemikiran dari puluhan cabang GMKI. Harapannya persoalan ini jangan menjadi masalah yang turun temurun, tetapi harus kita putus mulai dari sekarang. Ini juga menjaga marwah dan meningkatkan kewibawaan negara kita ini," kata Sahat.
 
Sahat menyampaikan, persoalan paling utama adalah pendidikan. Pemerintah harus memberikan rasa nyaman bagi para pelajar, meningkatkan kualitas guru, supaya anak muda Indonesia semakin mampu untuk bersaing.
 
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan, saat ini pengangguran di Indonesia sangat banyak. Hal ini dikarenakan skill dan kemampuan yang masih kurang dan kompetensi yang tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan.
 
"Kita melihat masih banyak sekolah-sekolah yang rubuh, bocor, banjir, dan lain-lain, juga anggaran pendidikan yang terlalu banyak ke pendidikan tinggi, padahal saat ini kita butuh lebih banyak lulusan vokasional, seperti di Eropa. Mahasiswa juga harus mampu bersaing dan juga jangan mau terprovokasi oleh berita-berita hoax," ujar Teten.
 
Teten menyampaikan, dalam konsep besar poros maritim, pemerintah fokus dalam memperbaiki jalur pelayaran, membuka trayek-trayek laut yang baru, membangun pelabuhan dan bandara. Hal ini akan meningkatkan percepatan transportasi dan pengangkutan hasil bumi.
 
"Persoalan gizi saat ini indonesia masih sangat jauh dari harapan. Rata-rata rakyat Indonesia hanya mengkonsumsi 3 kg daging sapi per tahun dan hanya 2 sendok susu per hari. Ini sangat jauh dibandingkan negara-negara di Eropa bahkan di Asia Tenggara. Hal ini sangat memprihatinkan, karena banyak masyarakat Indonesia lebih memilih membeli kebutuhan-kebutuhan tersier lainnya, seperti rokok, pulsa atau kuota, dan lainnya," jelas Teten.
 
Teten berharap GMKI dan mahasiswa lainnya dapat mengawal dan berkontribusi demi pembangunan dan kemajuan Indonesia. Dalam pertemuan ini, beberapa rekomendasi pemikiran yang disampaikan oleh PP GMKI, antara lain:
 
1.Dengan semangat reforma agraria, pemerintah harus memberikan jaminan kepemilikan dan pengelolaan lahan bagi rakyat terkhusus di kawasan pembangunan infrastruktur dan kawasan industri.
Pemerintah harus lebih serius dalam melaksanakan rekruitmen guru, proses penerimaan guru harus dilakukan secara lebih ketat, terpisah dari rekrutmen Aparat Sipil Negara. 
 
2.Pemerintah harus merekrut guru yang sudah kompeten, bukan merekrut guru yang tidak kompeten, setelah itu baru disertifikasi. Program Beasiswa Kemenpora harus dibesarkan porsinya kepada pemuda-pemudi yang fokus dalam kegiatan kebangsaan, program beasiswa harus diberikan juga kepada bidang eksakta, serta bidang sosial yang lainnya.
 
3.Mencabut Peraturan Menteri Pendidikan di era orde baru, Peraturan Menteri Tentang Normalisasi Kehidupan Kampus dan pembentukan Badan Kerjasama Kemahasiswaan yang mengakibatkan organisasi ekstra kampus sulit mendapatkan ruang aktivitas di dalam kampus. Organ ekstra seharusnya diberikan ruang di dalam kampus khususnya dalam mendorong lahirnya pemuda-pemudi nasionalis dan membendung gerakan radikal yang semakin marak di kampus. Karena musuh bersama mahasiswa dan pemerintah saat ini adalah paham Anasionalis.
 
4.Pemerintah harus menempatkan perhatian lebih pada pembangunan poros maritim, khususnya tol laut dan kawasan industri harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas komoditi lokal serta pertanian, peternakan, jasa, dan lain-lain. 
 
5.Pemerintah harus meningkatkan kualitas dari masyarakat lokal melalui SMK, Balai Latihan Kerja (BLK), serta lembaga-lembaga pelatihan, dan membangunnya di daerah-daerah sesuai kebutuhan lokal.
 
6.Terkhusus untuk daerah Papua dan NTT, pemerintah perlu memperhatikan peningkatan gizi untuk ibu hamil dan bayi baru lahir, sehingga memiliki gizi yang baik untuk mendukung lahirnya pemuda-pemudi yang sehat dan cerdas.
 
7.Pemerintah pusat harus dapat mendesak pemerintah daerah yang memiliki objek wisata, terkhusus objek wisata prioritas seperti Kawasan Danau Toba, untuk membuat peraturan-peraturan daerah (Perda) yang mendukung pelestarian budaya lokal.
 
8.Pembangunan blok Masela jangan menjadi Freeport kedua, oleh karena itu pemerintah harus melibatkan masyarakat dan memberi ruang dan jaminan bagi aktivitas perekonomian masyarakat lokal. Daerah-daerah tambang yang mengambil hak ulayat seperti Freeport yang saat orde baru banyak diberikan dalam kontrak dengan perusahaan asing harus ditinjau kembali dengan memperhatikan hak ulayat.
 
9.Pemerintah harus melibatkan dan mendukung pemuda lintas agama dalam upaya mendidik dan menghasilkan pemuda-pemudi bangsa yang Nasionalis.
 
Dalam kesempatan ini juga, PP GMKI mengundang Teten Masduki untuk hadir dan memberikan materi dalam acara Simposium Kedaulatan Agraria dan Maritim dengan tema "Rakyat Berdaulat Atas Tanah Air Indonesia" yang akan dilaksanakan di Bengkulu pada tanggal 7-8 April 2017 dan dihadiri perwakilan anggota GMKI dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Undangan ini langsung ditanggapi positif oleh Teten Masduki, dan beliau berjanji akan hadir dalam acara Simposium ini.(R2)
  BeritaTerkait
  • Indeks Demokrasi Indonesia Membaik

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan, dalam dua tahun terakhir ini orientasi kebijakan pemerintah difokuskan pada r

  • Ini Isi Pidato Lengkap Jokowi Soal Demo 4 November

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Presiden menyampaikan pidato resminya usai rapat terbatas dengan Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pra

  • Presiden Jokowi Resmikan Asrama Haji, Harapan Warga Madina Terwujud

    2 tahun lalu

    Madina (Pelita Batak) : Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Haji Mandailing Natal (Madina) yang berada di dalam kompleks Masjid Agun

  • Bupati Taput Pimpin Rapat Pembahasan Nama Bandara Silangit

    2 tahun lalu

    Tarutung (Pelita Batak) :Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si diwakili Sekda Edward R. Tampubolon pimpin rapat pembahasan nama Bandara Silangit bersama Wakil Ketua DPRD Taput Fatima Hutabar

  • Pengurus GMKI Sampaikan Sejumlah Agenda Kerja Kepada Bupati Karo

    2 tahun lalu

    Karo (Pelita Batak):Koordinator Wilayah I PP GMKI Sumut-NAD Swangro Lumbanbatu bersama rombongan BPC GMKI Medan melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Karo Terekelin Brahmana, Selasa (19/9/2017) d

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb