• Home
  • News
  • Orangtua Pelaku Teror Gereja Katolik St Yoseph Medan Berasal dari Napa Horsik Kecamatan Tarabintang Humbahas
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 28 Agustus 2016 16:39:00

Orangtua Pelaku Teror Gereja Katolik St Yoseph Medan Berasal dari Napa Horsik Kecamatan Tarabintang Humbahas

BAGIKAN:
Facebook
Pelaku saat diamankan di Gereja St Yosep Medan
Medan(Pelita Batak):
Polisi masih terus mendalami motif dari Ivan Armadi Hasugian, yang menjadi pelaku teror bom di gereja Katolik St Yoseph Jl Dr Mansyur Medan, Minggu 28 Agustus 2016. Pengakuan sementara dari warga Jl Setia Budi Gang Sehati Tanjungsari Medan ini kepada polisi, dia disuruh seseorang untuk melakukan aksinya. Akibat perbuatannya, Pastor Albert Pandiangan mengalami luka di lengannya.
 
Siapa sebenarnya Ivan Armadi Hasugian? Di lingkungan rumahnya, dia dikenal sebagai pemuda yang pendiam dan taat beribadah. Tak ada perilakunya yang menyolok yang menunjukkan dirinya bergabung ke kelompok radikal. Meski beberapa hari terakhir, sering terdengar ada suara keras mirip ledakan dari kediamannya. Memang saat polisi menggeledah, ditemukan beberapa bahan yang dicurigai untuk pembuatan bom.
 

] Ini Temuan Polisi Di Rumah Pelaku <<<<<<<<

 
Berdasarkan informasi yang diperoleh Pelita Batak, Ivan Armadi Hasugian merupakan anak seorang pengacara bernama Makmur Hasugian. Meski tinggal di Medan, keluarga ini ternyata berasal dari Dusun Napa Horsik, Desa Marpadan, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbahas. Keluarga besar mereka memang merupakan muslim yang taat sejak dulu.
 
Kepala Desa Marpadan Wansitor Sihotang yang dikonfirmasi melalui telepon seluler, mengaku kenal baik dengan Makmur Hasugian, orangtua dari Ivan Armadi Hasugian. "Makmur Hasugian sekeluarga, semua saya kenal. Benar, asal mereka dari Dusun Napa Horsik, Desa Marpadan, Kecamatan Tarabintang ini,"ujarnya.
 
Wansitor mengaku kaget mendengar berita teror bom tersebut. "Tidak ada yang aneh selama ini. Mereka orang baik-baik. Semua keluarga besarnya ada di sini. Mereka dari dulu memang merupakan muslim yang taat. Di sini walau berbeda agama, hidup berdampingan dengan damai. Kami kaget mendengar kabar ini,"katanya.(R2)
  BeritaTerkait
  • Dirgahayu ke 14 Humbahas: Sekilas Sejarah Peran Serta Masyarakat yang Ada di Parserahan Atas Berdirinya Kabupaten Humbang Hasundutan

    tahun lalu

    Oleh: Gandhi PakpahanPARNADOS (PARSAHUTAON NAHUMALIANG DOLOKSANGGUL)PARNADOS yang berdiri pada tanggal 27 Januari 1995 mempunyai benang merah dengan PERNADOS yang berdiri sebelumnya dan wadah lain set

  • Ini Temuan Polisi di Rumah Bomber Medan

    2 tahun lalu

    Penggeledahan yang dilakukan kepolisian di rumah Ivan Armadi Hasugian pria yang diamankan karena berupaya membuat teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jl Dr Mansyur Medan, Sumut, Minggu (28/8/2016), di Jalan Setia Budi, Gang Sehati, polisi menem

  • Hasugian Pelaku Pencobaan Bom di Gereja Katoiik Dr Mansyur Dihukum 5 Tahun 2 Bulan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menjatuhkan hukuman terhadap IAH terdakwa kasus percobaan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph Jalan Dr. Mansyur M

  • Teror Bom di Gereja Katolik Jl Dr Mansyur Medan, Pastor Pandiangan Terluka, Pelaku Diamankan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Upaya bom bunuh diri dan teror dengan senjata kapak di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jk Dr Mansur Medan menimbulkan luka di lengan kiri Pastor Albret S.Pandiangan,  Mi

  • Pelaku Bom di Medan Ternyata Masih 18 Tahun

    2 tahun lalu

    Seorang pria yang diduga sebagai pelaku yabg hendak meledakkan bom bersama dirinya di Gereja Katolik St Yoseph, Medan diamankan polisi. Pria tersebut diketahui bernama Ivan Armadi Hasugian.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb