• Home
  • News
  • Oknum Aparat Aniaya Jurnalis di Medan, AJI Medan Minta Pelaku di Hukum
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 16 Agustus 2016 08:47:00

Kekerasan Terhadap Wartawan

Oknum Aparat Aniaya Jurnalis di Medan, AJI Medan Minta Pelaku di Hukum

BAGIKAN:
Syafrin Purba dirawat paska dianiaya saat meliput bentrok warga dengan TNI
Pelita Batak : Setelah berulang kali warga melakukan aksi penolakan terhadap pengambilalihan lahan di kawasan Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, bentrok antara warga dengan prajurit TNI AU pun pecah, Senin (15/8/2016). Nahas, jurnalis yang meliput di lokasi menjadi korban amuk oknum aparat.

Akibat kejadian itu, dua orang jurnalis yaitu Array Argus dan Andry Safrin turut menjadi korban keberingasan prajurit TNI AU.

Awalnya para awak media melakukan peliputan aksi unjuk rasa warga yang ingin mempertahankan tanah mereka yang akan dijadikan rusunawa. Tiba-tiba bentrok pecah antara warga dengan prajurit TNI AU.

Array beserta Andri Safrin, dan beberapa jurnalis lainnya pun turut diserang secara beringas oleh prajurit TNI AU dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak, dan senjata laras panjang.

"Aku ditarik dan dihantam kayu, lalu diseret-seret dan dipijak-pijak. Aku sudah teriak bahwa aku jurnalis, sambil menunjukkan identitasku. Tapi orang itu (prajurit TNI AU=red) bilang gak urus," kata Array yang merupakan jurnalis Tribun Medan.

Sementara itu, jurnalis MNC TV Andri Safrin mengatakan, prajurit TNI AU juga mengambil HP, dompet, dan kamera handycam-nya juga dihancurkan.

"Aku dicekik dan dipukuli pakai pentungan dan kayu. Handphone dan kamera-ku pun direbut serta dirusak, bahkan dompetku diambil sama mereka," ucapnya di Rumah Sakit Mitra Sejati, sembari menjalani perawatan bersama Array.

Atas peristiwa tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan bereaksi keras dan menuntut POM TNI AU untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan memberi hukuman setimpal kepada para prajurit TNI AU yang melakukan penganiayaan tersebut.

“Tindakan penganiayaan yang dilakukan prajurit TNI AU itu melanggar pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 junto pasal 18 ayat 1 UU Pers No 40 tahun 1999, dan dapat dikenakan ancaman hukuman 2 (dua) tahun penjara serta denda Rp500 juta,” kata Ketua AJI Medan, Agoez Perdana.

Sementara itu, Koordinator Divisi Advokasi AJI Medan, Dewantoro menambahkan, dalam melakukan tugasnya jurnalis dilindungi oleh UU Pers No 40/1999.

“AJI secara tegas menolak segala bentuk praktik impunitas kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis,” ujar Dewan.

Lebih lanjut Dewan mengungkapkan, AJI Medan siap membantu advokasi hingga mengawal proses hukum terhadap dua jurnalis yang menjadi korban penganiayaan prajurit TNI AU.

“Para prajurit TNI AU yang terlibat dalam penganiayaan tersebut harus diproses secara hukum, dan AJI Medan meminta korban untuk tidak menempuh jalur perdamaian,” pungkas Dewan. (TAp/rel)
  BeritaTerkait
  • Kekerasan Terhadap Pers Marak, Jurnalis di Medan Aksi Damai

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Jurnalis gabungan dari sejumlah organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa terkait penganiayaan jurnalis Adi Palapa Harahap, yang bekerja sebagai kontributor iNews TV (MNC B

  • Satgas Dewan Pers Temukan Bukti Kekerasan Jurnalis di Medan

    2 tahun lalu

    Satuan Tugas Penanganan Kekerasan Dewan Pers melakukan investigasi kekerasan jurnalis di Medan saat melakukan p

  • HUT TNI ke-71, Jurnalis di Medan Kembali Aksi Turun ke Jalan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ratusan jurnalis di Kota Medan kembali melakukan aksi turun ke jalan di HUT TNI ke-71, Rabu (5/10/2016).

  • Ketua PW JOIN Sumut Tagih Janji Kapolri Soal Polisi Humanis

    tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Salah satu janji Jenderal Tito Karnavian saat dilantik menjadi Kapolri di bulan Juni 2016 lalu, adalah melakukan reformasi di tubuh Polri. Terutama yang berkaitan dengan kultur da

  • Oknum Polisi Dilaporkan Aniaya dan Oral Seks Seorang Wanita

    2 tahun lalu

    Saat kejadian, RDGS bersama tetangganya bernama Hariono (30) yang merupakan warga Jalan Bersama, Medan. Penganiayaan dan pelecehan seksual terjadi pada tanggal 6 April dan 7 April 2016 lalu.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet