• Home
  • News
  • OJK Catat Likuiditas dan Permodalan Lembaga Jasa Keuangan Tetap Baik
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 10 November 2016 18:49:00

OJK Catat Likuiditas dan Permodalan Lembaga Jasa Keuangan Tetap Baik

BAGIKAN:
Ist
OJK
Jakarta(Pelita Batak): Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan memandang kondisi stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia hingga akhir Oktober dalam kondisi yang normal meski beberapa indikator kinerja sektor jasa keuangan perlu dicermati lebih jauh.
 
Pasar keuangan dunia pada Oktober 2016 cenderung melemah. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakpastian yang masih meliputi pemulihan ekonomi global, sentimen terkait Federal Funds Rate (FFR) yang diperkirakan akan dinaikkan pada Desember 2016, dan fluktuasi harga minyak. 
 
Pasar saham domestik cenderung stabil di tengah kecenderungan net sell nonresiden sebagai langkah price in investor menjelang rencana kenaikan FFR di Desember 2016. Pasar saham domestik pada Oktober 2016 menguat sebesar 1,1%. Penguatan ini didorong oleh sektor pertambangan yang menguat 13,7% seiring berlanjutnya tren peningkatan harga batubara. Secara year to date, IHSG telah menguat sebesar 18,1%.
 
Menguatnya ekspektasi kenaikan FFR pada akhir tahun juga berimbas di pasar SBN yang cenderung melemah disertai meningkatnya aksi jual investor nonresiden. Rata-rata yield jangka pendek, menengah, dan panjang naik masing-masing sebesar 13 bps, 20 bps, dan 27 bps.
 
Kecenderungan net sell nonresiden menjelang kenaikan FFR juga terjadi pada akhir 2015, namun intensitas net sell saat ini terpantau jauh lebih moderat. Secara ytd, nonresiden masih melakukan net buy cukup signifikan di saham dan SBN masing-masing sebesar Rp32,2 triliun dan Rp117,1 triliun.  
 
Di sisi lain, OJK memantau fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK) masih menghadapi tantangan. Pertumbuhan kredit perbankan per September 2016 tercatat sebesar 6,47% yoy atau turun dari pertumbuhan kredit pada Agustus 2016 di level 6,83%. Pelemahan pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh kontraksi kredit dalam valuta asing sebesar 12,9% yoy yang sejalan dengan kinerja eksternal yang masih dalam tren menurun. Kredit Rupiah masih tumbuh cukup baik di level 10,5%.
 
Intermediasi perusahaan pembiayaan mulai menunjukkan arah perbaikan, piutang pembiayaan per September 2016 tumbuh 1,83% yoy atau naik dari Agustus 2016 sebesar 0,87%. 
 
Di tengah fungsi intermediasi LJK yang masih menghadapi tantangan, penghimpunan dana lewat pasar modal cenderung meningkat. Penghimpunan dana oleh korporasi melalui pasar modal (IPO, rights issue, dan penerbitan obligasi korporasi) sampai akhir Oktober 2016 mencapai Rp148,6 triliun, dengan pipeline penawaran umum masih sebesar Rp53,4 triliun. Penghimpunan dana di pasar modal pada tahun 2016 ini mencatat lonjakan signifikan, mengingat rata-rata penghimpunan dana 5 tahun terakhir hanya sebesar Rp102,5 triliun.
 
Sementara itu, risiko kredit LJK terpantau menurun. Rasio non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 3,10%, turun dibanding posisi Agustus 2016 sebesar 3,22%.
 
Likuiditas dan permodalan LJK juga masih berada pada level yang baik. Indikator likuiditas perbankan dalam kondisi memadai, bahkan meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya. Dari sisi permodalan, ketahanan LJK domestik secara umum berada pada level yang sangat mencukupi untuk mengantisipasi potensi risiko. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan per September 2016 mencapai 22,6%. 
 
Di industri perasuransian, Risk-Based Capital (RBC) berada pada level 531% (asuransi jiwa) dan 269% (asuransi umum), jauh di atas ketentuan minimum yang berlaku.
 
Ke depan, OJK melihat bahwa kondisi permodalan LJK yang cukup baik perlu dioptimalisasi untuk mendukung penguatan fungsi intermediasi. Penggunaan pasar modal sebagai sumber pendanaan khususnya bagi LJK juga perlu untuk diakselerasi di tengah tren penurunan pertumbuhan simpanan dan penurunan yield obligasi.(R2)
  BeritaTerkait
  • Risiko Kredit Diperkirakan Akan Menurun Dan Fungsi Intermediasi Terus Membaik

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan pada Kamis 16 Februari 2017 memandang kondisi stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang

  • Presiden Jokowi Ajak Anak Muda Hasilkan Terobosan Aplikasi Digital

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Presiden Jokowi mengemukakan, berkat perkembangan teknologi digital kita sekarang hidup di dunia yang terasa tanpa sekat dan tanpa batasan fisik. Banyak negara-negara yang w

  • Termasuk Koperasi, Rekening Nasabah di Atas Rp 200 Juta Wajib Dilaporkan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :"Saldo atau nilai Rekening Keuangan yang disampaikan sebagaimana dimaksud berlaku ketentuan sebagai berikut: a. untuk LJK pada sektor perbankan merupakan: 1) Rekening Keuangan

  • Pemerintah Atur Sistem Jualan online, Ini Aturannya

    2 hari lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, pada 20 November 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani

  • 7.954 Orang Tenaga Kerja Terkena PHK di Indonesia

    3 tahun lalu

    Meski menunjukkan angka penurunan, jumlah tenaga kerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih terus terjadi. Kementerian Ketenagakerjaan RI merilis data periode semester 1 tahun 2016 tercatat penurunan jumlah pekerja terkena PHK sebanyak 7,24

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb