• Home
  • News
  • Nikson: Universitas Negeri untuk Kemajuan Peradaban di Tanah Batak
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 12 Juni 2019 12:13:00

Nikson: Universitas Negeri untuk Kemajuan Peradaban di Tanah Batak

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Bupati Taput Nikson Nababan didampingi Wabup Taput Sarlandy Hutabarat bersama dengan pihak IAKN Tarutung diakusi persiapan transformasi menuju Universitas Negeri di rumah dinas Bupati Taput, Senin (10/6/2019)
Taput (Pelita Batak):
Kemajuan peradaban tanah Batak tentunya harus didukung dengan sarana dan rpasarana, khususnya dunia pendidikan yang memadai. Gagasan untuk membuka jalan keluar, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nabanan getol mewujudkan transformasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menjadi sebuah Universitas Negeri (UN).

Hal itu disampaikan Nikson Nababan usai diskusi bersama-sama dengan pihak IAKN terkait persiapan tranformasi IAKN menjadi Universitas Negeri yang dilaksanakan di rumah dinas Bupati Taput, Senin (10/6/2019).

Ikut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat dan para pejabat Pemkab Taput. Sedangkan dari pihak IAKN, hadir Rektor Prof Lince Sihombing, para wakil rektor dan dekan fakultas.

"Tiada cara lain untuk mempercepat pengembangan kawasan Tapanuli Raya selain dengan mendirikan universitas negeri. Makanya dalam pertemuan ini, kita (Bupati Taput dan IAKN Tarutung-red) sudah sepakat mendorong menjadikan IAKN Tarurung menjadi sebuah universitas negeri," kata Nikson kepada wartawan yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Atas kesepakatan transformasi IAKN menjadi Universitas Negeri, Nikson pun menyampaikan apresiasi kepada pihak IAKN mulai dari rektor, wakil rektor, dekan dan seluruh keluarga besar IAKN Tarurung.

"Sekali lagi, saya tidak ada kepentingan pribadi dalam transformasi IAKN Tarutung ini menjadi universitas. Namun hanya karena tidak ada pola lain yang sederhana dan cepat untuk memajukan Tapanuli Raya ini selain dengan berdirinya universitas negeri," katanya.

Ia memberikan contoh, kehadiran universitas negeri di Tapanuli Utara tentu akan membuat beban para orangtua berkurang daripada harus menguliahkan anaknya ke luar kota seperti di Medan dan di pulau jawa. Tentunnya, sambungnya, uang penduduk di Tapanuli Raya tidak akan keluar ke daerah lain setiap bulannya.

"Dengan kehadiran Universitas ini, sektor ekonomi mikro juga akan berkembang. Akan banyak usaha yang bertumbuh seiring dengan berdirinya universitas. Orang akan berdatangan sekolah ke Tapanuli ini. Juga akan berpengaruh untuk perkembangan pariwisata Danau Toba," paparnya.

Nikson yang getol menggagasi pendirian UN itu mengatakan, ia memahami dalam hal transformasi IAKN Tarutung menjadi sebuah universitas negeri dimungkinkan adanya yang dikorbankan.

Tentunya, katanya, dalam setiap kebijakan pasti akan ada pengorbanan. Namun selaku pemimpin di daerah tersebut, lanjutnya, ia  harus melihat sejauh mana efek kebijakan tersebut untuk kesejataraan masyarakat.

"Kalo efeknya lebih banyak ke kesejahteraan masyarakat, maka kita  harus mengambil kebijakan itu. Walaupun pahit, tapi ini demi anak cucu kita nantinya. Demi membuat Tapanuli Raya sejajar dengan daerah daerah lainnya yang sudah lebih dulu maju," katanya

Untuk itu, Nikson menambahkan, secara pribadi ia menyetujui IAKN Tarutung menjadi sebuah Universitas Kristen Negeri. Namun ketika Universitas Kristen Negeri terbentur regulasi dan hal-hal lainnya, maka meskipun pahit, harus disiapkan opsi kedua yakni universitas negeri umum.

"Saya ingin kita sepakat dengan hal ini. Jangan ada lagi bias nanti di belakang di kemudian hari. Karena kesempatan ini harus kita ambil mumpung bapak presiden lagi sayang-sayangnya sama kita. Kesempatan tidak datang dua kali. Dan saya yakin, usulan ini akan disetujui," ucapnya.

Sementara itu, Rektor IAKN Tarutung Prof Lince Sihombing menyampaikan, meski sepakat untuk menyiapkan dua opsi dalam tranformasi IAKN Tarutung, namun pihaknya berharap bahwa IAKN Tarurung nantinya akan menjadi Universitas Kristen Negeri.

"Semoga apa yang kita cita citakan ini tercapai. Dan kedepannya, anak anak kita tidak bangga lagi menjadi lulusan universitas di jawa sana. Tetapi mereka bangga menjadi lulusan Universitas Kristen Negeri Tapanuli," ucapnya. (TAp|PP)
  BeritaTerkait
  • Seminar Kilometer Nol Perabadan Islam Nusantara di Barus

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Seminar Nasional Peradaban Islam di Nusantara dan Kilometer Nol di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara dinilai sangat bermanfaat dalam upaya menggali pertama k

  • Nikson Silalahi, Membangun Kabupaten Dairi Lewat Pendidikan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sebagai anak dari seorang petani, Nikson Silalahi yang lahir dan besar di Parongil/Dairi merupakan anak kampung tulen. Dia penggemar olahraga bola kaki dan bulu tangkis yang k

  • Huawei Undang 15 Mahasiswa Terbaik Indonesia ke Tiongkok

    3 tahun lalu

    Shenzhen(Pelita Batak): PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, untuk keempat kalinya kembali mengajak 15 mahasiswa

  • Toga Silitonga Orang Batak Warga Negara Jerman Berbagi Pengalaman di YPDT

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Membangun Sumberdaya Manusia (SDM) di Kawasan Danau Toba (KDT) mesti dimulai dengan membangun kesadaran. Hal tersebut adalah rekomendasi yang diungkap dan dikemas dalam Disku

  • Mari Kuliah ke Taiwan: Banyak Beasiswa Ditawarkan

    tahun lalu

    Laporan: Flemming Panggabean, TaiwanSumatera Utara merupakan suatu wilayah provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki banyak sekali potensi sumber daya manusia yang cemerlang. Tentunya hal ini tidak lep

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb